Saya sudah marahi dia, tapi saya titipkan

Gara-gara kasus money politics dalam konferwil PWNU di Jateng beberapa waktu lalu, sempat membuat Mbah Sahal marah. Beberapa sesepuh NU Jawa Tengah demikian juga sangat marah, sehingga mereka tidak mau ditaruh dalam posisi mustasyar. Seorang pengurus NU (PNU) bertanya dan berdialog dengan si Mbah.

PNU: bagaimana Mbah itu money politics-nya?

Si Mbah: “Saya betul-betul marah, sudah saya marahi dia?

PNU: “Apa sudah bertemu Mbah dengan dia?”

Si Mbah: “Sudah.”

PNU: “Kapan ketemunya Mbah?”

Si Mbah: “Saya titipkan, kemarahan saya, dan yang saya titipi sudah ketemu?”

Pengurus NU itu kemudian nyeletuk dalam hati: “Jawabannya mungkin juga dititipkan, he he he.”

Kang Rozaq, yang mendengar cerita ini langsung saja komentar: “Wah, kalau marah saja dititipkan, bagaimana bisa memperbaiki NU Mbah.”

Kang Rozaq (KR) terus bertanya kepada salah satu ketua PCNU di Jateng yang dikenalnya:

KR: “Apa betul money politics itu?”

PCNU: “Kalau itu nggak bisa dibuktikan, hanya bisa dirasakan.”

KR: “Lalu, sampai Mbah Sahal marah, itu kan benar.”

PCNU: “Ya, tapi nggak ada bukti blegeran-nya, karena saya tidak memilih ketua yang terpilih sekarang.”

KR: “Bagaimana merasakannya?”

PCNU: “Yang memilih ketua yang terpilih sekarang yang bisa menceritakan, tetapi mereka kan nggak mungkin itu cerita.Aroma itu ada kalau sampean hadir saat sebelum dan sesudah pemilihan.”

KR: “Aromanya apa?”

PCNU: “Wis to rasah jeru-jeru, emang kowe arep ngrubah opo, kowe arep nesu, paling yo nesumu gur mbok titipke thok, ra wani ngomong langsung. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: