Ali Maschan Dipecat PWNU Jatim

INILAH.COM, Surabaya – Jajaran Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memecat Ketua PWNU Jatim KH Ali Maschan Moesa. Ia dianggap melanggar kontrak jam’iyah dan tidak patuh kepada syuriah terkait keterlibatan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim pada 23 Juli 2008.

“Pak Ali dianggap berhalangan tetap. Karena itu beliau sudah diberhentikan. Tapi keputusan itu akan diumumkan Rois Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar yang sekarang sedang umroh dengan saya,” kata KH Mutawakkil Alallah, anggota Syuriah PWNU Jatim, saat dihubungi melalui telepon dari Mekkah.

Informasi dari sumber di PWNU Jatim menyebutkan, pemberhentian itu diputuskan dalam rapat yang dihadiri sepuluh anggota syuriah PWNU Jatim. Tapi sudah dikoordinasikan dengan KH Miftachul Akhyar dan KH Mutawakkil Alallah yang sedang umroh di Mekkah.

Rapat Syuriah dihadiri KH Agoes Ali Masyhuri (Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim/Sidoarjo) dan beberapa anggota syuriah. Di antaranya KH Abdurrahman Navis Lc (Surabaya), KH Anwar Manshur (Kediri), dan KH Husin Zuhri (Lumajang).

Selain itu, KH Zainuddin Djazuli (Ploso, Kediri), KH Mudatsir Badruddin (Pamekasan), KH Yasin Asmuni (Kediri), KH Abdul Matin (Tuban), KH Muin Arif (Tulungagung), dan KH Nuruddin A Rachman (Bangkalan).

Dalam keputusan itu, Ali Maschan Moesa dinilai berhalangan tetap. Sehingga dia tidak bisa menjabat sebagai Ketua PWNU Jatim dan kendali PWNU Jatim langsung diambil alih Syuriah PWNU Jatim.

Alasan pemberhentian itu, menurut sumber di PWNU Jatim, karena Ali Maschan dinilai melanggar kontrak jam’iyah (perjanjian tertulis di depan peserta konferensi wilayah NU Jatim di Probolinggo pada awal November 2007). Ia juga dianggap melanggar AD/ART NU serta keputusan Muktamar ke-27 di Situbondo (1984).

Menurut sumber itu, AD/ART NU yang dilanggar Ali Maschan Moesa dalah Bab VII pasal 11 ayat 3 dan 4 tentang kepengurusan bahwa tanfidziyah dapat diberhentikan syuriah bila syuriah berpendapat benar-benar telah terjadi pelanggaran terhadap jam’iyah (organisasi) dan agama.

“Karena itu, pak Ali nantinya tidak dapat menggunakan NU sebagai alat politik dalam kampanye dirinya sebagai cawagub dari pak Soenarjo (Wagub Jatim dan Ketua Golkar Jatim) dalam Pilgub Jatim mendatang,” kata sumber itu.

Secara terpisah, Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim KH Agoes Ali Masyhuri yang juga hadir dalam rapat syuriah itu mengelak berkomentar.

“Saya nggak ngurus yang itu, saya tak mulang ngaji mawon (saya tidak mengurus politik, saya mengajar santri mengaji saja),” kata pengasuh Pesantren Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo itu.

Hingga kini, kader NU yang meramaikan bursa Pilgub Jatim adalah Ketua PWNU Jatim Ali Maschan Moesa yang berpasangan dengan Soenarjo (Wagub Jatim/Ketua Golkar Jatim), Ketua Umum PP GP Ansor Saifullah Yusuf yang berpasangan dengan Soekarwo (Sekdaprov), dan Bupati Mojokerto Achmady (PKB).[*/R2]. (Sumber: http://www.inilah.com/berita/2008/03/22/18958/ali-maschan-dipecat-pwnu-jatim/).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: