KH. Muchit Muzadi: Islam di Indonesia sudah sedengan

“Menurut saya, apa yang sudah berjalan ini sudah sedengan (tengah-tengah) … Saya melihat kenyataan sejarah. Spanyol masa Islam kurang apa? Semua kehebatan negara ada di sana … Tapi karena kedatangannya dengan cara kekuatan militer dan kekuasaan, maka ketika kekuatan militer dan kekuasaan Islam mundur, Islam juga mundur.”

“Menurut saya sebaiknya sedang-sedang saja, seperti yang berlangsung selama ini, melalui pendidikan persuasif …Sebab kalau Islam dipaksakan secara formalistik, seperti yang dikehendaki orang-orang Islam politik, Islam akan sangat rentan. Saya teringat sejarah lama, bahwa negara-negara Eropa dahulu banyak yang sudah Islam, tetapi karena Islamnya dibawa oleh kekuatan militer dan kekuasaan politik, pada saat kekuatan politik dan kekuasaan itu runtuh, Islam juga runtuh.” (Jurnal Tashwirul Afkar, Arabisasi bukan Islamisasi, edisi No. 14 Tahun 2003, hlm. 175-176).

Nukilan dari Mbah Mukhit ini menjelaskan bahwa perjuangan Islam sebaiknya melalui gerakan budaya, pendidikan persuasif, dan tidak menggunakan gerakan militer dan kekuasaan. Gerakan budaya mengusahakan bahwa bidang-bidang kultural (pendidikan, ekonomi, seni dan sejenisnya) diusahakan agar terinspirasi oleh nilai-nilai Islam. Dengan gerakan kultural ini Islam akan bisa jaya, sebaliknya gerakan politik hanya menjadikan Islam akan banyak didendam, banyak musuhnya, dan kalau kekuasaannya runtuh Islam juga akan runtuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: