Penguatan Basis NU Kota Makassar, Melawan Fundamentalisme Islam

Pada tanggal 3 Mei 2007 di MWC Bontoala, dimulailah langkah atau gerakan NU kota Makassar untuk membendung gerakan fundamentalisme Islam di Makassar. Gerakan ini disebut dengan safari penguatan MWC. Dari judulnya sepintas terlihat bahwa kegiatan ini sekedar pembenahan organisasi NU kota Makassar. Hal tersebut pun diakui oleh salah satu pengurusnya, H. Aminuddin. Namun dalam safari pertama itu terungkap bahwa kegiatan ini tidak sekedar hanya menguatkan organisasi NU, tapi juga satu gerakan untuk membendung fundamentalisme Islam di Makassar dalam wujud gerakan neo-wahabi.

Hal itu diungkapkan oleh Dr. Kadir Ahmad dalam sambutannya pada Lailatul Ijtima pertama di MWC Bontoala. Menurut Dr Kadir, Saat ini gerakan Islam Fundamentalis di Makassar mulai terasa lewat gerakan neo-wahabi. Mereka mulai merebut kantong-kantong NU. Di sana pertama-tama yang direbut adalah mesjid. Dari mesjid itulah kemudian disebarkan paham-paham wahabi. Mereka mulai mempengaruhi warga. Kelompok-kelompok ini juga giat mempengaruhi kebijakan penguasa. Mereka mendorong Perda-perda formalisasi agama. Karena itu lewat ajang safari ke MWC NU ini diharapkan kita kembali melakukan konsolidasi dan memikirkan agar kantong-kantong kita tidak direbut oleh mereka. Demikian Kadir Ahmad menjelaskan di depan ratusan jamaah.

Setelah sambutan dari ketua tanfidz dilanjutkan dengan tausiah dari Rais Syuriah, dan tema-tema yang diangkat dalam tausiah yang dibawakan oleh K.H. Dr Baharuddin ini memang sengaja mengambil tema-tema pluralisme dan tema-tema yang berkaitan dengan tradisi NU, misalnya soal Qunut, Bid’ah dan lainnya. Tema-tema ini diangkat karena kelompok-kelompok Islam Wahabi/ Fundamentalis alergi dengan hal itu, dan kerap kali melakukan serangan lewat media-media mereka.

Setiap Kegiatan ini digelar, ratusan warga NU terlibat aktif, hal ini misalnya terlihat di Kecamatan Bontoala. Hal ini menunjukkan bahwa warga NU mulai sadar dengan posisinya yang mulai terancam dengan gerakan Islam-Islam Fundamentalis dan gerakan wahabi di Makassar.

Kegiatan safari tahap pertama ini berakhir pada tanggal 19 Agustus 2007 lalu. Namun dilanjutkan lagi dengan kegiatan lain yang berasal dari hasil rekomendasi pada lalilatul ijtima di tiap safari tersebut. Di antaranya adalah pengkaderan para imam mesjid, di mana kader-kader muda NU dilatih untuk menghafal al-Qur’an sekaligus didoktrin dengan idiologi ke-NU-an. Hal ini memang sengaja disiapkan untuk menghadapi kelompok Islam wahabi/fundamentalis yang mau merebut mesjid. Kegitan ini berlangsung sampai sekarang.

Sekaitan dengan gerakan NU Makassar ini,. Qasim Mathar tokoh Islam Pluralis di Makassar dalam satu kesempatan menyatakan bahwa ”kelompok-kelompok fundamentalis semacam itu memang tidak bisa diberi hati atau hanya didiamkan saja. Dibiarkan tambah menjadi-jadi. Kita diam danggap setuju, padahal tidak,” ungkapnya dalam satu diskusi di kantor Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR) Makassar. Diambil dari milis programpluralisme@yahoo.gorups.com).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: