Merebut Kedaulatan dan Kemandirian Bangsa

“…Asas Kerakyatan mengandung arti, bahwa kedaulatan ada pada rakyat. Segala Hukum (recht, peraturan-peraturan negeri) haruslah bersandar pada perasaan Keadilan dan Kebenaran yang hidup dalam hati rakyat yang banyak, dan aturan penghidupan harus sempurna dan berbahagia bagi rakyat kalau ia beralasan kedaulatan rakyat. Asas kedaulatan rakyat inilah yang menjadi sendi pengakuan oleh segala jenis manusia yang beradap, bahwa tiap-tiap bangsa mempunyai hak untuk menentukan nasib sendiri…”. Mohammad Hatta dalam tulisannya Ke Arah Indonesia Merdeka (1932) mengungkapkan mengenai faham kebangsaan dan kerakyatan:

Cita-cita para pendiri bangsa sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 adalah “mengantarkan rakyat Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”. Negara yang berdaulat adalah negara yang menjalankan kekuasaan atas nama rakyat, sebab kekuasaan penguasa adalah perwujudan dari kekuasaan yang berasal dari rakyat sendiri. Karenannya, penguasa/negara/pemerintah harus tunduk kepada keinginan rakyat, mementingkan kepentingan rakyat dan bukannya patuh kepada pemodal, korporasi asing yang merendahkan martabat dan menghilangkan kedaulatan negara.

Mengokohkan kedaulatan, berarti negara harus berani mandiri, tidak banyak bergantung kepada negara lain yang notabene kapitalis, menentukan nasib bangsa sendiri dan menolak tunduk kepada kepentingan negara lain. Pasalnya, bangsa kita ini, diwarisi sumberdaya alam yang melimpah-ruah dan kekayaan yang luar biasa oleh para pahlawan kita dulu. Kemandirian mensyaratkan keberanian dan kemampuan untuk mengelola dan memanfaatkan sumberdaya dan kekayaan tersebut untuk kepentingan masyarakat dan rakyatnya, bukan membiarkan dikeruk, dicuri, dijual dan dimanfaatkan oleh negara lain. Sementara, dan justru kita yang mendapatkan dampak lingkungan dan sampah yang merusak.

Saat ini, mulai hari ini, berdaulat dan mandirilah, hentikan penjualan aset-aset milik hajat hidup rakyat, rebut modal-modal dan kekayaan kita yang dirampas, dicuri, dirampok oleh para penjahat, baik penjahat dari negeri sendiri (koruptor) maupun dari negara lain. Dalam hal ini nasionalisasi aset-aset yang memenuhi hajat hidup rakyat banyak pantas dipertimbangkan. Ingat…… sudah terlalu lama kita miskin, sengsara dan tidak berdaya, sudah terlalu banyak aset kita dicuri, dirampok, dibohongi dan dibodohi sehingga tidak dapat menikmati kebahagiaan-kekayaan milik sendiri. Mau sampai kapan… jika tidak dari sekarang….? (a’wan majlis para masyayikh).

1 Comment »

  1. 1
    nukhittah26 Says:

    wah bahaya dan mengerikan ituuu…. setujuuuuuu


RSS Feed for this entry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: