<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nukhittah26</title>
	<atom:link href="http://nukhittah26.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nukhittah26.wordpress.com</link>
	<description>Menginspirasi untuk Ndandani NU</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Aug 2009 14:44:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nukhittah26.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Nukhittah26</title>
		<link>http://nukhittah26.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nukhittah26.wordpress.com/osd.xml" title="Nukhittah26" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nukhittah26.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>K.H. Hasyim Muzadi menyatakan tidak mencalonkan lagi di Muktamar NU ke-32 di Makassar</title>
		<link>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/08/12/k-h-hasyim-muzadi-menyatakan-tidak-mencalonkan-lagi-di-muktamar-nu-ke-32-di-makassar/</link>
		<comments>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/08/12/k-h-hasyim-muzadi-menyatakan-tidak-mencalonkan-lagi-di-muktamar-nu-ke-32-di-makassar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 14:44:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nukhittah26</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terpilih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nukhittah26.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[SEMARANG- Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan diri untuk tidak akan maju dalam bursa pencalonan ketua umum pada Muktamar ke-32 NU pada Januari 2010 di Makassar. Pernyataan itu dilontarkannya di sela-sela acara Pra Muskerwil di kantor PWNU Jateng Jl Dr Cipto, Semarang, kemarin. Dia mengungkapkan, langkah tersebut ditempuh dalam rangka menciptkan equilibrium dalam tubuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=252&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEMARANG- Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan diri untuk tidak akan maju dalam bursa pencalonan ketua umum pada Muktamar ke-32 NU pada Januari 2010 di Makassar. Pernyataan itu dilontarkannya di sela-sela acara Pra   Muskerwil di kantor PWNU Jateng Jl Dr Cipto, Semarang, kemarin.</p>
<p><span id="more-252"></span></p>
<p>Dia mengungkapkan, langkah tersebut ditempuh dalam rangka menciptkan equilibrium dalam tubuh NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Dengan demikian, kesempatan sangat terbuka bagi generasi muda untuk tampil memimpin NU.</p>
<p>’’Sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, perlu ada regenerasi. Dengan cara itulah, organisasi ini bisa mampu bertahan dan berkembang diri,’’ kata dia.<br />
Hasyim sendiri selama ini telah dua kali terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. Terakhir kali adalah saat Muktamar ke-31 NU di Solo. Sekarang ini sejumlah nama mulai menguat dalam bursa ketua umum seperti Muhamad Nuh, Said Agil Siradj, Ahmad Bagja, Masdar F Masudi, Nasruddin Umar, dan Hafidz Usman.</p>
<p>Menjadi topik sentral pada Muktamar 32 selain membahas kepemimpinan NU, juga membahas kemungkinan perubahan AD/ART NU, tafsir tentang Khittah 1926, dan persoalan hukum seperti virus meningitis, pengelolaan zakat dan hukum pemakaman umum.</p>
<p>Pada Pra Muskerwil tersebut, jajaran PWNU turut hadir seperti Ketua Tanfidz M Adnan, Rais Syuriah PWNU KH Masruri Mughni ditambah pengurus harian dan PCNU se-Jateng.<br />
Demokrasi Wakil Ketua PWNU Najahan Musyafak menganggap wajar dan lumrah soal mengemukanya sejumlah nama menjelang muktamar sebagai bentuk demokrasi di NU. ’’Perlu ditekankan, ketua terpilih harus memiliki kapabilitas dan akseptabilitas untuk mengurusi NU. Tugas ke depan tidak saja internal tapi soal ideologi, dakwah, pendidikan sampai masalah sosial,’’ katanya.</p>
<p>Sementara pengamat politik Undip Amirudin menyambut baik langkah tersebut. Dia memandang ada dua aspek dari keputusan itu yakni dari sisi kemaslahatan dan organisasi. Secara kemaslahatan, NU tetap harus memiliki peran pengembangan agama ke depan. NU di bawah Hasyim Muzadi telah mampu memfungsikan organisasinya tidak hanya dalam kancah tanah air tetapi sudah sampai internasional, terutama dengan mempromosikan nilai-nilai ahli sunnah wal jamaah dengan prinsip moderat.</p>
<p>’’Dari sisi keorganisasian, tentu membuka kran bagi kader-kader NU lainnya untuk berkembang. Diakui, Kiai Hasyim mampu melakukan kaderisasi sehingga memunculkan tokoh NU di berbagai institusi,’’ katanya. (H37,H3-46). Sumber: Suara Merdeka, 12 Agustus 2009, dengan judul &#8220;Hasyim MUzadi: Perlu Regenerasi di NU&#8221;.</p>
<h2></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nukhittah26.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nukhittah26.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nukhittah26.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nukhittah26.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nukhittah26.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nukhittah26.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nukhittah26.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nukhittah26.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nukhittah26.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nukhittah26.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nukhittah26.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nukhittah26.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nukhittah26.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nukhittah26.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=252&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/08/12/k-h-hasyim-muzadi-menyatakan-tidak-mencalonkan-lagi-di-muktamar-nu-ke-32-di-makassar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b597313b2399025bad7f2da506029458?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nukhittah26</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pernyataan Pers Halaqah Nasional Warga Nahdlatul Ulama di PP Khatulistiwa Kempek Cirebon, 7 Agustus 2009</title>
		<link>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/08/09/pernyataan-pers-halaqah-nasional-warga-nahdlatul-ulama-di-pp-khatulistiwa-kempek-cirebon-7-agustus-2009/</link>
		<comments>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/08/09/pernyataan-pers-halaqah-nasional-warga-nahdlatul-ulama-di-pp-khatulistiwa-kempek-cirebon-7-agustus-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 07:57:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nukhittah26</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khittah NU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nukhittah26.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Pernyataan Pers Halaqah Nasional Warga Nahdlatul Ulama “Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke-32 Menata Masa Depan Nahdlatul Ulama” Kempek, Cirebon, 7 Agustus 2009 Nahdlatul Ulama pada awal didirikannya, dimaksudkan menjadi gerakan sosial keagamaan yang memberi perhatian terhadap masyarakat kecil dan kemandirian Pesantren. Khittah Nahdlatul Ulama yang kembali diteguhkan pada Muktamar Nahdlatul Ulama ke-27 di Situbondo, sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=250&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernyataan Pers Halaqah Nasional Warga Nahdlatul Ulama</p>
<p align="center"><strong>“Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke-32 Menata Masa Depan Nahdlatul Ulama” </strong></p>
<p align="center"><em>Kempek, Cirebon, 7 Agustus 2009</em></p>
<p>Nahdlatul Ulama pada awal didirikannya, dimaksudkan menjadi gerakan sosial keagamaan yang memberi perhatian terhadap masyarakat kecil dan kemandirian Pesantren. Khittah Nahdlatul Ulama yang kembali diteguhkan pada Muktamar Nahdlatul Ulama ke-27 di Situbondo, sebagai gerakan sosial keagamaan, akhir-akhir ini mengalami penumpulan dan pendangkalan gerak dan moral, sehingga peran Nahdlatul Ulama menjadi kurang berarti di level akar rumput masyarakat Nahdlatul Ulama sendiri dan di tengah kebangsaan Indonesia.</p>
<p><span id="more-250"></span></p>
<p>Faktanya, mulai terjadi sisnisme terhadap Nahdlatul Ulama, justru oleh para warga Nahdlatul Ulama yang disebabkan oleh elit-elit dan organisasi Nahdlatul Ulama yang tidak mengurusi masalah-masalah riil masyarakat, dan cenderung berfungsi untuk meraih jabatan politik kekuasaan yang sesaat. Mempertimbangkan bahwa Nahdlatul Ulama sebagai kebangkitan para ulama di dalam masyarakat dan kebangsaan Indonesia, maka kebangkitan yang dipelopori ulama perlu menampakkan watak: keulamaan yang konsen dengan masyarakat dan rakyat bawah; dan konsen terhadap masalah-masalah kebangsaan; bukan membawa Nahdlatul Ulama ke kancah politik praktis. Peran ini penting, karena tantangan globalisasi dan fundanmentalisme islam dari kelompok-kelompok tertentu menambah gerak organisasi ulama yang bernama Nahdlatul Ulama semakin limbung.</p>
<p>Dalam situasi tantangan yang demikian, kondisi kepemimpinan gerakan dan kebangkitan ulama, yang ada di Nahdlatul Ulama saat ini cenderung terjadi dualisme antara kepemimpinan syuriyah dan tanfidziyah, di samping diseret-seret ke dalam politik praktis. Syuriyah yang dalam aturannya sebagai pemimpin tertinggi di Nahdlatul Ulama, ternyata dalam praktiknya tidak demikian. Hal ini tampak dalam pernyataan-pernyatan Rais ‘Am syuriyah Nahdlatul Ulama akhir-akhir ini, yang merasa nasehat dan pernyataannya tidak digubris oleh otoritas tanfidziyah, termasuk ketika merespon soal pendulum Nahdlatul Ulama yang tergerus oleh praktik-praktik politik praktis. Dualisme itu juga menunjukkan lemahnya Rais Am dalam mengawal khittah Nahdlatul Ulama.</p>
<p>Berkaitan dengan hal itu, halaqah nasional warga Nahdlatul Ulama dengan tema “Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke-32, Menata Masa Depan Nahdlatul Ulama” di PP. Khatulistiwa, Kempek, Cirebon, merekomendasikan:</p>
<p>1. Tentang masalah-masalah Nahdlatul Ulama dan kebangsaan</p>
<ul>
<li>Nahdlatul Ulama perlu meneguhkan kembali untuk khidhmah di jalur gerakan sosial keagamaan sebagai ruh gerakan yang dirumuskan dalam khittah Nahdlatul Ulama, serta menolak Nahdlatul Ulama difungsikan untuk meraih jabatan-jabatan kekuasaan dan politik praktis.</li>
<li>Perlunya Nahdlatul Ulama konsen dan komitmen terhadap masalah-masalah kerakyatan yang riil di masyakat, mulai persoalan pertanian, ekonomi, kebudayan, perburuhan, dan sejenisnya.</li>
</ul>
<p>2. Tentang Kepemimpinan Nahdlatul Ulama</p>
<ul>
<li>Perlunya Nahdlatul Ulama, digerakkan oleh kepemimpinan yang berkarakter dan tegas dalam menegakkan khittah Nahdlatul Ulama dan supremasi syuriyah.</li>
<li>Dualisme kepemimpinan Nahdlatul Ulama akan terus terjadi manakala tanfidizyah dan syuriyah dipilih langsung oleh muktamirin. Muktamirin sebaiknya hanya memilih langsung Rais ‘Am Syuriyah (dan dewan kolektif Syuriyah), dan ketua tanfidziyah atas usulan muktamirin, dipilih oleh dewan kolektif syuriyah.</li>
<li>Kriteria Rais ‘Am Syuriyah yang diusulkan: tidak merangkap di organisasi lain; anggota Nahdlatul Ulama; menandatangani kontrak jam’iyah dihadapan muktamirin untuk memperjuangkan dan meneguhkan khittah Nahdlatul Ulama dan tidak akan terlibat di dalam politik praktis; dan mengetahui ilmu-ilmu pesantren, wara’, dan aliman di dalam masalah-masalah kemanusiaan dan akhirat.</li>
</ul>
<p>3. Tentang Muktamar NU di Makassar</p>
<ul>
<li>Muktamar Nahdlatul Ulama di Makassar jangan dikotori dengan praktik money politics yang justru akan merusak sendi-sendi moral Nahdlatul Ulama.</li>
<li>Warga Nahdlatul Ulama dimohon untuk segera melakukan penjaringan nama-nama yang mempunyai kredibilitas dan tidak memiliki rekam jejak yang buruk untuk memimpin Nahdlatul Ulama di masa yang akan datang.</li>
</ul>
<p>Cirebon, 7 Agustus 2009</p>
<p>Di PP Khatulistiwa kempek Cirebon Jawa Barat</p>
<p>An. peserta Halaqah Warga Nahdlatul Ulama:</p>
<p>[Dr. Rumadi (Jepara), Dr. Abd. Moqsith Ghazali (Jakarta), Nur Khalik Ridwan (DIY), Imdadun Rahmat (Jakarta), Yusuf Tanthawi (NTB), KH. Maman Imanul Haq (Majalengka), Dodo Widarda, MA. (Sumedang), Nuruzzaman (Cirebon), Nuruzaman Amin (Nganjuk, Jatim), Wari (Subang), dan lain-lain.]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nukhittah26.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nukhittah26.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nukhittah26.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nukhittah26.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nukhittah26.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nukhittah26.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nukhittah26.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nukhittah26.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nukhittah26.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nukhittah26.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nukhittah26.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nukhittah26.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nukhittah26.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nukhittah26.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=250&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/08/09/pernyataan-pers-halaqah-nasional-warga-nahdlatul-ulama-di-pp-khatulistiwa-kempek-cirebon-7-agustus-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b597313b2399025bad7f2da506029458?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nukhittah26</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ISMAIL YUSANTO (Jubir HTI) SEORANG AGEN INTELIJEN (???)</title>
		<link>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/28/ismail-yusanto-jubir-hti-seorang-agen-intelijen/</link>
		<comments>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/28/ismail-yusanto-jubir-hti-seorang-agen-intelijen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 14:12:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nukhittah26</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terpilih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nukhittah26.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah posting dari rhisy.blogsome.com tentang Ismail Yusanto sebagai agen intel, yang tulisannya panjang 3 seri. Seri 1-2 brbicara tentang kritik penulis terhadap amir HT, Abu Rashtah-Abu Yasin, yang menyebut Erdogan dan Gul di Turki sebagai agen AS. Pada seri 3 kemudian baru membahas tentang Ismail Yusanto dan HTI kaitannya dengan intel. Ismail Yusanto adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=243&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ada</span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> sebuah posting dari </span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span><a href="http://rhisy.blogsome.com/2008/02/01/agen-intelijen-bagian-3/"><span style="color:windowtext;">rhisy.blogsome.com</span></a><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> tentang Ismail Yusanto sebagai agen intel, yang tulisannya panjang 3 seri. Seri 1-2 brbicara tentang kritik penulis terhadap amir HT, Abu Rashtah-Abu Yasin, yang menyebut Erdogan dan Gul di Turki sebagai agen AS. Pada seri 3 kemudian baru membahas tentang Ismail Yusanto dan HTI kaitannya dengan intel. Ismail Yusanto adalah jubir HTI. Warga NU jangan terprovkasi oleh HTI dan Islam-Islam lain yang menawarkan janji-janji kamuflase baru. Fokus saja ndandaani NU, baik yang di struktural, kultural, NGO, dan profesional lain. Selamat membaca:</span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">***</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"><br />
<span id="more-243"></span></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> Pada bagian ke-2, telas diulas alasan <strong><em>pertama</em></strong> kenapa judul di atas adalah ‘Ismail Yusanto Seorang Agen Intelijen (???). Pada bagian terakhir ini, dijelaskan 2 hal lain yang menjadi latar belakang kenapa kata ‘agen intelijen’ itu muncul. Disamping itu, bagian ini juga akan menjadi pengantar tulisan berupa beberapa fakta sejarah yang patut menjadi bahan renungan semua pihak bagaimana sepak terjang operasi intelijen yang merugikan umat Islam Indonesia (akan ditulis pada artikel terpisah). Berikut adalah lanjutan ulasan terhadap ‘3 hal’ yang telah diawali di bagian sebelumnya.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Kedua, Kepergoknya Kader HTI di Sarang Intelijen</span></strong></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Medio 2007 lalu, salah seorang tokoh sekaligus petinggi sebuah Partai Islam di Indonesia yang diundang BIN untuk dimintai keterangan terkait ‘next plan’ seandainya Partai Islam tersebut berhasil memimpin negara Indonesia, memergoki salah seorang yang ia kenal betul sebagai aktivis dan kader HTI. Dengan kalimat lugas, petinggi Partai Islam itu menyapa &#8220;Antum di sini?&#8221; Dengan <em><span style="font-family:Arial;">rada</span></em> gugup orang tersebut merespon dengan basa-basi. Secara jujur penulis tidak cukup banyak data dan informasi akan detil dari berita ini, namun sumber yang terpercaya keamanahannya cukup menjadi jaminan bahwa kejadian itu benar adanya.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Mari kita coba mengkalkulasi kenapa seorang kader HTI itu bisa berada di sarang intelijen. Ada kepentingan apa dirinya berkeliaran di sana. Alangkah baiknya penulis mencoba mereka-reka dan membuka wacana, dan kemudian biarlah pihak HTI yang menyampaikan tabayun dan penjelasan atas ‘analisa krece’ tulisan ini. Penulis sangat berlapang dada jika ada pelurusan-pelurusan oleh pihak HTI dari ‘analisa bodoh’ yang penulis kemukakan.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Dunia intelijen merupakan dunia yang sangat confidential dan sangat sulit tersentuh kalangan sipil. Begitulah tabiat dunia intelijen baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Oleh karena itu, orang-orang yang bekerja di sana baik sebagai staff instansi ataupun keadministrasian harus melalui proses yang sangat selektif sekali. Kebanyakan masyarakat awam tidak begitu paham apa dan bagaimana menjadi pegawai di kantor BIN ini. Kondisi ini adalah kenyataan untuk meragukan bahwa kader HTI tersebut disana bekerja hanya sebagai pegawai biasa, bukan seorang agen. Akan tetapi semoga ia benar-benar hanya sebagai pegawai biasa di markas BIN tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Soalnya jika ia di sana bukan sebagai pegawai biasa, lantas apa yang ia lakukan sehingga ‘berkeliaran’ di sarang macan? Seorang petinggi Partai Islam saja datang ke situ untuk dimintai keterangan (bahasa lainnya di interogasi), terus apa yang dilakukannya kalau bukan ‘ngantor’ di situ? Kalo pun hanya sekedar singgah, kenapa harus di markas intelijen? Jika memata-matai intelijen jelas suatu hal yang tidak mungkin. Masa’ intel dimata-matai sipil, tidak kebalik tuh? Tapi jika dalam rangka ‘bersahabat’ maka hal itu adalah hal yang sangat mungkin. </span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Persoalan berikutnya, apabila ternyata kondisi yang sebenarnya adalah bahwa kader HTI tersebut adalah seorang agen intelijen, maka masih menyisakan sebuah pertanyaan. Pertanyaannya adalah, apakah keberadaan kader HTI yang berkeliaran di sarang intelijen itu diketahui oleh petinggi HTI dalam hal ini Jubir dan strukturnya? Jika tidak, maka informasi ini cukup positif untuk dijadikan warning agar jajarannya lebih berhati-hati dan mawas diri. Kondisi ini merupakan sebuah ancaman yang dapat memecah belah jalan di masa yang akan datang. Bahkan jika keberadaan penyusup ini tak terdeteksi maka lambat laun gerakan HTI akan terperangkap sesuai dengan design dan aksi sang agen intelijen. </span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Namun jika jawabannya &#8220;Ya&#8221;, maka bisa diterka bahwa ada interaksi simbiosis mutualisme antara kedua belah pihak, HTI dengan BIN. Terlalu jauh menyimpulkan bahwa HTI adalah bentukan intelijen, namun bukan hal yang mustahil jika telah terjadi deal-deal tertentu yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Apa keuntungan bagi HTI? Yaitu ‘jaminan keamanan’ dalam menyampaikan syi’ar da’wahnya ’sekeras’ apa pun merivali ideologi yang dianut negara ini. Sementara keuntungan bagi intelijen, adalah jaminan terpantaunya bahwa gerakan HT di Indonesia tak akan merongrong ideologi yang menjadi pijakan negara Indonesia. </span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ditambah bahwa keberadaanya akan menjadi senjata untuk mengkonter kekuatan ideolagis lain yang pamornya semakin sulit dibendung dalam kancah perpolitikan nasional. Di beberapa tempat dan kesempatan, kekuatan ideologis ini banyak dikaji kelompok-kelompok nasionalis yang merasa masa depannya terancam dengan keberadaannya. Bahkan kalangan partai-partai besar orde baru yang mengaku nasionalis sudah menjadikannya <em><span style="font-family:Arial;">common enemy</span></em> demi mengganjal dan menghancurkan arus besar ideologis tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Hal ini bukan isapan jempol, mengingat berbagai fakta di lapangan gaya da’wah HTI terus saja ‘menyerang’ para aktivis da’wah yang berjuang di mimbar parlemen. Bahkan hampir di berbagai kesempatan shalat Jum’at para khatib yang berasal dari HTI acap kali ‘menyerang’ dan melontarkan wacana bahwa upaya aktivis da’wah yang berjibaku di panggung parlemen ‘terbukti’ sia-sia dan jauh dari rel Islam. Penulis menjadi saksi sendiri hal ini terjadi di berbagai kesempatan sholat Jum’at di beberapa masjid di Jakarta dan Banten. </span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Fakta lain adalah, dalam pengkaderannya di berbagai perguruan tinggi di Indonesia tak bisa dipungkiri HTI membidik mereka yang menjadi simpatisan dan berafiliasi kepada Partai Islam berideologi kuat ini. Bahkan tak jarang dengan cara kotor mereka menjegal para kader dan simpatisan yang baru datang dari daerah dengan berpura-pura menjadi bagian dari Partai Islam tersebut. Memuji-muji tokohnya, mengajak mengkaji buku dan materi yang menjadi referensi. Kemudian pada masa yang sudah tertentu mereka (para aktivis HTI) menyatakan dirinya sebagai aktivis Hizbut Tahrir dan berbalik memojokkan Partai Islam itu sendiri serta mengaku-ngaku bahwa tokoh-tokoh yang pemikirannya banyak di adopsi oleh Partai Islam tersebut adalah tokoh Hizbut Tahrir. Lucu memang, tapi itulah kelicikan yang menjadi fakta. Kejadian ini di alami beberapa rekan dari penulis saat mereka kuliah di perguruan tinggi di Surabaya dan Bandung.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Dengan kata lain, langsung ataupun tidak langsung, penggerogotan ini cukup menguntungkan banyak kalangan terutama mereka kalangan yang ngaku-ngaku orang nasionalis yang haus akan kekuasaan nasional. Kalangan ini takut tergusur oleh gelombang ideologis yang cukup mengurat syaraf di masyarakat Indonesia secara umum. dan phobia serta tidak memahami Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dengan begitu sejalan dengan kerja BIN yang memang didominasi kalangan yang tak memiliki afiliasi dengan Islam. Bahkan sebaliknya.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ketiga, Pelatihan Intelijen Aktivis HTI</span></strong></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Situs HTI www.khilafah1924H tertanggal 30 November 2005 menyebutkan bahwa Hizbut Tahrir menyelenggarakan Pelatihan Dasar-Dasar Intelijen bagi para aktivisnya di ’sebuah tempat di Indonesia’. Dalam kesempatan itu menghadirkan mantan Kapala BAKIN Letjend. ZA. Maulani (alm) sebagai narasumbernya. Dalam sisi positif, HTI bisa dibilang selangkah lebih maju dalam menyikapi eksistensi dunia intelijen. Jika kelompok atau gerakan Islam lain masih menjadi bidikan dan sasaran bulan-bulanan rekayasa operasi intelijen, HTI justru malah mengadakan pelatihan dasar-dasar intelijen bagi para aktivisnya. Patut di apresiasi.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Apalagi pelatihan tersebut dinarasumberi oleh mantan orang nomor1 di BAKIN pada masa pemerintahan BJ. Habibie. Alm Letjend ZA. Maulani memang dikenal dekat dengan kalangan Islam. Bahkan orang kepercayaan mantan presiden jenius ini adalah salah seorang yang cukup serius melawan isu Jamaah Islamiyah yang dihembuskan oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Dan pembelaanya terhadap Amir Majelis Mujahidin, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, yang disudutkan dan dipenjarakan atas pesanan negeri Paman Sam itu tak perlu diragukan lagi. Bahkan keberpihakannya terhadap umat Islam ditunjukkan dengan penterjemahan buku <em>Stranger Then Fiction: Independent Investigation of 9-11 and War on Terrorism</em> karya Dr. Albert D. Pastore, PhD. yang kemudian diberi judul <strong><span style="font-family:Arial;">&#8220;Fitnah Itu Akhirnya Terungkap&#8221;.</span></strong></span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Akan tetapi dunia intelijen tetaplah dunia intelijen. Dunia yang yang sulit dijangkau dan dipahami masyarakat sipil. Sebuah dunia yang dalam catatan sejarah sangat tidak bersahabat dengan umat Islam. Tidak dalam rangka menyangsikan keseriusan ZA. Maulani dalam membela Islam, namun biar bagaimanapun selama masa tugasnya sebagai Kepala BAKIN tercatat beliau juga bekerja untuk kepentingan penguasa pada waktu itu.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Bulan Juli-Agustus tahun 1999 sebagai Kepala BAKIN beliau memimpin operasi di Jawa Timur untuk kepentingan menggolkan kembali BJ. Habibie sebagai presiden RI. Seperti yang diungkap SiaR, beberapa pesantren besar seperti Ponpes Langitan (Tuban), Ponpes Sechona Cholil (Bangkalan), dan Ponpes Lirboyo didatangi ZA. Maulani. KH. Hasyim Muzadi yang pada saat itu masih menjabat sebagai ketua Tanfidziah PWNU Jawa Timur membenarkan operasi itu. Beliau mengatakan bahwa  pada bulan-bulan Juni-Juli tahun itu ZA. Maulani rajin mendatangi pesantren-pesantren NU untuk menggembosi suara PKB dan Gus Dur yang akan berpasangan dengan Megawati. &#8220;Bahkan setiap pamitan Maulani selalu memberi uang pada para kiai dengan alasan untuk transport,&#8221; ujar Hasyim Muzadi. </span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Sementara itu Ketua Badan Silaturrahmi Pondok Pesantren Madura KH. Nurudin A. Rachman juga membenarkan operasi ZA. Maulani di Jawa Timur, &#8220;Benar memang, sekitar Juni lalu pak Maulani rajin datang ke pesantren-pesantren. Dan setiap kali kunjungannya selalu didampingi pengurus Golkar Jatim.&#8221; ujarnya. Operasi tersebut tergolong sukses. Bahkan menurut Ketua DPW Jatim pada waktu itu, Choirul Anam (sekarang ketua PKNU), operasi yang dilakukan Maulani sudah dilakukan jauh-jauh hari. &#8220;Buktinya suara PKB kacau dikantong-kantong NU, tegas Anam. Sampai karena kegeramannya, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua PBNU mengusulkan agar mengganti orang-orang BAKIN pada pemerintahan berikutnya. Dan terbukti, ketika Gus Dur menjabat sebagai presiden, ZA. Maulani disingkirkan.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Sekali lagi, uraian di atas bukan dalam rangka meragukan kedekatan dan keberpihakan ZA. Maulani kepada umat Islam. Penulis juga tidak dalam rangka mempermasalahkan isi pelatihan di atas dan berpositif thingking saja karena saat itu kampanye global perang terhadap terorisme yang digalang AS mencengkeram negara-negara berkembang layaknya Indonesia. </span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Satu hal mengganjal yang patut menjadi pertanyaan adalah, apa kaitannya pelatihan di tahun 2005 itu dengan kejadian di sarang intelijen pertengahan tahun 2007 kemarin? Apakah setelah wafatnya ZA. Maulani dengan segala kelebihan dan kekurangannya (dan mungkin beliau tidak ada sangkut pautnya dalam masalah ini), para alumni pelatihan mengalami perkembangan kreativitas secara ‘mandiri’ sehingga dengan cepat bisa menerobos pintu istana intelijen?</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Penulis sangat senang sekali jika ada pihak-pihak yang menyampaikan penjelasan dan klarifikasi terkait kegundahan ini. Kenapa? Karena hingga saat ini Badan Intelijen Negara tidak pernah berhenti menggelar operasi-operasinya, baik operasi strategis maupun operasi taktis. Kasus meninggalnya aktivis HAM Munir, dan penyusupan intelijen di Majelis Mujahidin Indonesia beberapa masa lalu adalah bukti bahwa intelijen tidak pernah pensiun, dan terus bekerja dari satu operasi ke operasi intelijen berikutnya. Dan sejarah perjalanan umat Islam Indonesia sejak pasca kemerdekaan memiliki catatan sangat merah terhadap intelijen.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ketiga hal inilah yang melandasi kenapa penulis menyandangkan kata agen intelijen pada judul di atas. Alasan ke-2 dan ke-3 hanyalah sebuah logika penambah yang perlu disingkap untuk lebih membuka mata, bagaimana seharusnya sang Amir Hizbut Tahrir melontarkan analisanya. Jangan asal menuduh aktivis di luar gerakannya dengan sebutan-sebutan yang buruk. Dengan kedua paparan di atas saja, penulis tidak terlalu tertarik untuk secara gegabah mengatakan bahwa Ismail Yusanto adalah seorang agen intelijen. Dalam konteks ini penulis lebih senang untuk berbaik sangka bahwa Ismail Yusanto adalah seorang yang baik. Dengan jalan ini penulis bermaksud menyadarkan kepada Syeikh Ata’ Abu Rashta agar tidak dzalim mengecap orang lain dengan tuduhan yang buruk. </span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(selesai)</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"><a href="http://rhisy.blogsome.com/2008/02/01/agen-intelijen-bagian-3/"><span style="color:windowtext;">http://rhisy.blogsome.com/2008/02/01/agen-intelijen-bagian-3/</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nukhittah26.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nukhittah26.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nukhittah26.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nukhittah26.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nukhittah26.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nukhittah26.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nukhittah26.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nukhittah26.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nukhittah26.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nukhittah26.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nukhittah26.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nukhittah26.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nukhittah26.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nukhittah26.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=243&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/28/ismail-yusanto-jubir-hti-seorang-agen-intelijen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b597313b2399025bad7f2da506029458?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nukhittah26</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Protes para peneliti Ilusi Negara Islam</title>
		<link>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/25/protes-para-peneliti-ilusi-negara-islam/</link>
		<comments>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/25/protes-para-peneliti-ilusi-negara-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 09:55:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nukhittah26</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terpilih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nukhittah26.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Redaksi nukhittah26, memperoleh siaran pers yang dikemukakan oleh beberapa peneliti “Ilusi Negara Islam” yang sudah dirilis ke media massa di Yogyakarta tanggal 25 Mei 2009. Mengingat pentingnya kontroversi buku ini, redaksi nukhittah26 merasa penting untuk melacak ke beberapa medi massa dan minta copi dari siaran pers itu. Silahkan di baca. Siaran Pers dan Pernyataan Sikap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=241&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Redaksi nukhittah26, memperoleh siaran pers yang dikemukakan oleh beberapa peneliti “Ilusi Negara Islam” yang sudah dirilis ke media massa di Yogyakarta tanggal 25 Mei 2009. Mengingat pentingnya kontroversi buku ini, redaksi nukhittah26 merasa penting untuk melacak ke beberapa medi massa dan minta copi dari siaran pers itu. Silahkan di baca.</span></p>
<p><span id="more-241"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Siaran Pers dan Pernyataan Sikap</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Berkaitan dengan terbitnya buku “Ilusi Negara Islam” yang mengundang kontroversi, dengan ini kami ingin memberikan klarifikasi sekaligus pernyataan terkait dengan substansi<span> </span>buku tersebut: </span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Materi<span> </span>(isi) buku yang disajikan di dalamnya bukanlah hasil riset dan karya kami dan karena itu kami tidak mungkin mengakui sebagai hasil penelitian kami. Padahal di dalam buku tersebut kami disebut sebagai peneliti.</span></span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Di dalam proses penerbitan buku tersebut, kami tidak pernah diajak dialog di dalam proses menganalisis data dan membuat laporan penelitian sampai penerbitan menjadi sebuah buku.</span></span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Bahkan dalam proses pengumpulan data, beberapa nama yang di buku tersebut dicantumkan sebagai peneliti, jauh hari sudah mengundurkan diri, yakni saudara Nur Khalik Ridwan dan Abdur Rozaki,<span> </span>sehingga tidak terlibat lagi di dalam tahapan penelitian selajutnya, mulai dari pengumpulan data, analisis data, penulisan laporan sampai pada penerbitan buku.</span></span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Kami melihat<span> </span>buku “ilusi Negara Islam” itu, tujuannya telah <span> </span>bergeser dari riset yang semula bertujuan akademik pada tujuan politis dengan cara tetap mencantumkan nama-nama peneliti yang sebelumnya sudah mengundurkan diri namun namanya tetap dicantumkan sebagai peneliti (dan menyimpang dari desain awal penelitian). </span></span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Kondisi ini diperkuat oleh kesaksian hampir semua peneliti daerah yang namanya tercantum di dalam buku tersebut tidak pernah pula diajak untuk berdialog untuk menganalisis data temuan<span> </span>di lapangan dalam kerangka laporan hasil penelitian yang utuh. Para peneliti daerah namanya dicatut hanya sebagai legitimasi politis dari kepentingan pihak asing sebagaimana yang dilakukan oleh Holland Taylor dari Lib for All, Amerika Serikat yang begitu dominan bekerja di dalam kepentingan riset dan penerbitan buku ini.</span></span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Kami menuntut kepada pihak Lib for All agar menarik peredaran buku tersebut jika tetap mencantumkan nama-nama kami. Kami menghimbau kepada para peneliti dan intelektual Indonesia untuk lebih berhati-hati <span> </span>dan tidak mudah diperalat dan dimanipulasi oleh kepentingan agen intelektual asing<span> </span>yang bekerja di Indonesia tercinta.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Yogyakarta</span><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">, 25 Mei 2009</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Atas<span> </span>nama yang dicantumkan sebagai peneliti dalam buku “Ilusi Negara Islam”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Atas nama peneliti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Dr. Zuli Qodir<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Abdur Rozaki,M.Si<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Laode Arham, S.S.<span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;">Nur Khalik Ridwan, S.Ag</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;line-height:115%;font-family:Arial;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nukhittah26.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nukhittah26.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nukhittah26.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nukhittah26.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nukhittah26.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nukhittah26.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nukhittah26.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nukhittah26.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nukhittah26.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nukhittah26.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nukhittah26.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nukhittah26.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nukhittah26.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nukhittah26.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=241&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/25/protes-para-peneliti-ilusi-negara-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b597313b2399025bad7f2da506029458?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nukhittah26</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DAFTAR SEBAGAIAN PARA WAHHABI DI INDONESIA (1)</title>
		<link>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/22/daftar-sebagaian-para-wahhabi-di-indonesia-1/</link>
		<comments>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/22/daftar-sebagaian-para-wahhabi-di-indonesia-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 16:28:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nukhittah26</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Debat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nukhittah26.wordpress.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Para warga Nahdliyin, di sini redaksinukhittah26, memperoleh daftar sebagian para wahhabi yang dilansir oleh mereka sendiri (dan jaringannya sudah menyebar ke seluruh Indonesia). Harap berhati-hati dengan provokasi para wahhabi ini. Para wahhabi ini dalam gerakannya memakai kedok salafi. Mereka tidak memakai nama wahhabi, tetapi salafi. Daftar ini di luar kelompok new-wahhabi/neo-wahhai seperti HTI, FPI (dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=234&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-weight:normal;">Para warga Nahdliyin, di sini redaksinukhittah26, memperoleh daftar sebagian para wahhabi yang dilansir oleh mereka sendiri (dan jaringannya sudah menyebar ke seluruh Indonesia). Harap berhati-hati dengan provokasi para wahhabi ini. Para wahhabi ini dalam gerakannya memakai kedok </span></strong><strong><em><span style="font-size:13.5pt;">salafi</span></em></strong><strong><span style="font-size:13.5pt;font-weight:normal;">. Mereka tidak memakai nama wahhabi, tetapi salafi. Daftar ini di luar kelompok new-wahhabi/neo-wahhai seperti HTI, FPI (dalam gerakan pengkafiran-pengkafirannya dan kekerasan-kekerasannya), dan sejenisnya. Kalau mereka membuat provokasi dan merebut masjid-masjid NU, dan mengharamkan tahlilan, mengkafir-kafirkan, mereka adalah para wahhai yang sejak lama memang menganggap praktik-praktik NU sebagai bid’ah.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-weight:normal;"> </span></strong></p>
<p><span id="more-234"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Faksi dari kelompok Umar as-Sewed pasca perpecahannya dengan Ja’far Umar Thalib.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;font-weight:normal;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abal Mundzir Dzul Akmal, Lc,</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> Yayasan Ta’zhim as Sunnah d/a JL. KHA. Dahlan Gg. Panda II No. 26 Sukajadi, PEKANBARU &#8211; 28121. Telp: +62 (761) 862397, HP: +62 8127566065;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abdullah</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Purwakarta), d/a An Najah Agency, Jln kapten Halim no 40 Pasarebo, Purwakarta, Jawa Barat HP 08129764361;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abdul Azis As Salafy</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Pembina Majelis Ta’lim Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Samarinda, Kaltim), Yayasan As Salaf, Samarinda, Kaltim (0542) 861712;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abdul Hadi Lahji</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Posisi terakhir Pengajar Ponpes Ta’dhimus Sunnah, mukim di Ngawi), PP Ta’dhimus Sunnah, Dusun Grudo RT 01/02 Grudo, Ngawi, Jawa Timur (0351) 748913.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abdul Halim</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Pengajar PP Ibnul Qoyyim Balikpapan, Kaltim)  Alumni Ponpes Minhajus Sunnah Muntilan, Magelang, dan alamat di PP. Ibnul Qayyim Jl.Projakal Km.5,5 RT 29 No.111, Batu Ampar, Balikpapan, Kaltim (0542) 861712;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abdul Haq asal Potorono</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Posisi Terakhir Pengajar Ponpes Minhajus Sunnah Magelang, mukim di Muntilan, Magelang)  Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman, alamat Ponpes Minhajussunnah, Jl. Raya Jogja-Magelang Km. 13 Batikan, Pabelan, Mungkid (0293)782005  HP 0818269293;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abdul Jabbar</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Posisi terakhir Staff Pengajar Ponpes Difa’ anis Sunnah Bantul, mukim di Dlingo, Bantul)  Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman, alamat di PP. Difa’ anis Sunnah, Bantul Telpon (0274) 7494930;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abdul Mu’thi al Maidani</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Sleman, DI Jogjakarta)  Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman.<br />
<strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> PP. AL Anshar, Dusun Wonosalam, kel Sukoharjo, Ngemplak, Sleman. Telp. (0274) 897519;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Petanahan, Kebumen) Alumni Jami’ah Islamiyyah Medinah/Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia Pengajar Pondok Pesantren Anwarus Sunnah, Kebumen, Jawa Tengah<br />
<strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> d/a Pondok Pesantren Anwarus Sunnah, Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah Telp (0287) 386154;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abdurrazaq (mukim di Banyumas), Alamat : d/a Abu Husain, Sokaraja Kulon Rt 8/5 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah (0281) 692428;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ust. Abdurrahim </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(mukim di Pangkep), <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Jl. Wirakarya No.1-5 Minasate’ne, Pangkep, Sulsel (0410) 323855;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abdurahman Mubarak</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Penerbit Al Atsari, Mubarak Press, sekarang mukim di Dammaj, Yaman), <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Depan pasar Cileungsi, No. 10 Rt 2 RW 10, Kp. Cikalagan, Cileungsi, Bogor 16820;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abdurrahman asal Wonosari</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Posisi Terakhir Pengajar Ponpes Minhajus Sunnah Magelang, mukim di Muntilan, Magelang) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Ponpes Minhajussunnah, Jl. Raya Jogja-Magelang Km. 13 Batikan, Pabelan, Mungkid (0293)782005 HP 0818269293;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abu Abdillah Al Barobisy</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Pengajar PP Ibnul Qoyyim Balikpapan, Kaltim) Alumni Ponpes Minhajus Sunnah Muntilan, Magelang. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> PP. Ibnul Qayyim Jl.Projakal Km.5,5 RT 29 No.111, Batu Ampar, Balikpapan, Kaltim (0542) 861712;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abu Abdirrahman Muhammad Wildan, Lc. </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(Mukim di Batam, Kepri)<br />
<strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Yayasan Anshorussunnah, d/a Perum. Cendana Blok A-1 Batam Centre Batam (Samping Kelurahan Belian), Batam &#8211; Kep. Riau &#8211; 29461. Telp. 0778-475376;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abu Bakar</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Posisi Terakhir Pengajar Ponpes Minhajus Sunnah Magelang, sekarang mukim di Dammaj, Yaman), <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Ponpes Minhajussunnah, Jl. Raya Jogja-Magelang Km. 13 Batikan, Pabelan, Mungkid (0293)782005 HP 0818269293;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abdul Barr</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Palembang) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman.<br />
<strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> d/a Abdurrahman Safar Jl. Dwikora II No. 1221 No. HP 08153816801 / 081367050276;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abdussalam</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Ambon, Maluku), <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Yayasan Abu Bakar Shidiq, d/a Husein, BTN Kebuncengkeh, Batumerah, Ambon Maluku (0911)353780;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abdus Shomad </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(mukim di Pemalang, Jateng) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>d/a Emy Jamedi, Jl. Dorang 1/83 Perumnas Sugih Waras Pemalang, Jawa Tengah (0284)322771;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Bandung, Jawa Barat) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Jl. Sekelimus VII no.11 Bandung, Jawa Barat Tlp. (022) 7563451, d/a Ali Jln Plesiran no 57A Dago, Bandung, Jawa Barat (022) 2509282;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abu Mu’awiyah Muhammad Ali Ishmah Al Medani </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(mukim di Medan, Sumut),<strong><span style="font-family:Arial;"> </span></strong>Yayasan Sunniy Salafiy, Jl. Mesjid Raya Al Jihad no. 24 P. Brayan kota Medan 20116 HP 0812 64 02 403;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abu Najiyah Muhaimin Nurwahid</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Penerjemah buku, mukim di Semarang, Jawa Tengah) (sekarang mukim di Yaman);</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abu Karimah Asykari</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Posisi Terakhir : Pengajar PP. Ibnul Qayyim, mukim di Balikpapan, Kalimantan Timur) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>PP. Ibnul Qayyim Jl.Projakal Km.5,5 RT 29 No.111, Batu Ampar, Balikpapan, Kaltim (0542) 861712;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abu Sa’id Hamzah</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Posisi Terakhir Pengajar PP As Salafy di Jember, Jawa Timur, mukim di Jember)<br />
<strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Jl. MH Tamrin Gg. Kepodang No. 5 Jember (0331) 337440;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abu Rumaisho’</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Kendari).<strong><span style="font-family:Arial;"> Alamat : </span></strong>d/a Abdul Alim, Jl.Pembangunan No.12, Kel. Sanwa, Kendari (0401)328568;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Sorong, Irian Jaya) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong>Jl. A Yani no.40, Poliklinik Masjid Raya Al-Akbar, HBM, Remu, Sorong, HP 08124853996/ 08124846960 (0951) 323115 Irian Jaya;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah an Nawawi</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> asal Lombok (Posisi Terakhir Mudir Ponpes Minhajus Sunnah Magelang, mukim di Muntilan, Magelang) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Ponpes Minhajussunnah, Jl. Raya Jogja-Magelang Km. 13 Batikan, Pabelan, Mungkid (0293)782005 HP 0818269293;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Adi Abdullah</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Lampung); <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Purwosari Link VII Rt 20/8 Purwosari, Metro Utara, Lampung HP: 08154016031;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Adib </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(mukim di Wonosobo), <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> d/a Yusuf, Jl. Bismo 151 Sumberan Utara Rt1/22 Wonosobo, Jawa Tengah;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Adnan</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Menado, Sulut). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Menado, Sulawesi Utara. HP 08152309777;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Ahmad Khodim </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(Penerjemah buku terbitan Cahaya Tauhid Press, mukim di Malang), <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Jl. Lesanpuro No. 31A Malang, Jawa Timur Telp. 0341-710755, HP.0818274197 (0341) 710755, HP 0818274197.;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Ali Basuki, Lc</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Aceh) Alumni Jami’ah Islamiyyah Medinah/Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Ma’had As Sunnah, Komplek Cempaka, Dusun Lambangtring, Desa Lampeuneureut, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, propinsi Naggroe Aceh Darussalam. Telpon (0651) 7407408;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Agus Su’aidi</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Mudir Ma’had Al Bayyinah, mukim di Gresik, Jawa Timur). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Ma’had Al Bayyinah, Jl. R. Mas Sa’id no 6, Sedagaran, Sedayu, Gresik 61153 Telpon (031) 3940350;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Ahmad Kebumen</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Kebumen). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> d/a Abdullah (Kunto Wibisono), Rumah Bp. Rulin, Rt 02/XI Desa Kewarisan, Panjer (dekat pintu KA/belakang cuci mobil), Kebumen. (0287) 382255;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Ahmad Hamdani </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(mukim di Tangerang) &#8211; Sekarang belajar di Ma’had Syaikh Yahya Al Hajuri, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Perum Kroncong Blok DP4 no 2 Jatiuwung, Tangerang;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Abu Najm Khotib Muwwahid</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Ciamis, Jawa Barat). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat:</span></strong> Ponpes An-Nur Al Atsari, Kedung Kendal, Banjarsari Ciamis, Jawa Barat, HP 0815393247;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Aslam </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(Posisi Terakhir Pengajar Majlis Ta’lim Al ‘Atiq, Banjar Baru)<br />
<strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Komplek Griya Ulin Permai Jl. Nuri no. 12 Landasan Ulin Banjar Baru Banjarmasin, Kalimantan Selatan.Kontak Person Abu Umar Hijaz (0511) 7488811, HP 081521539288, Abu Zaid 08195164006;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Assasudin</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> asal Lumajang (Posisi Terakhir Pengajar Ma’had Ittiba’us Sunnah, Magetan, Jawa Timur, mukim di Magetan) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Jl. Syuhada No. 02 Sampung, Sidorejo, Plaosan, Magetan, Jawa Timur Telp. (0351) 888958, (0351) 888651;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Azhari Asri</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Pangkep, Sulsel) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Jl. Wirakarya No.1-5 Minasate’ne, Pangkep, Sulsel (0410) 323855;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Banani</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Jambi). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> d/a Suprayogi, BTN Karya Indah Blok I No. 2 Rt 42/15 Simpang 4, Sipin, Telenai Pura, Jambi (0741) 65956; dan Yayasan Abu Bakar Shidiq, d/a Husein, BTN Kebuncengkeh, Batumerah, Ambon Maluku (0911)353780;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Budiman </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(mukim di Cilacap). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>d/a Ahmad Budiono, Jl. Urip Sumoharjo No. 202 Cilacap Jawa Tengah (0282) 543624;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Bukhori</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Palembang) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>d/a Abdurrahman Safar Jl. Dwikora II No. 1221 No. HP 08153816801;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Chalil </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(mukim Buton, Sultra), <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Jl. MH. Thamrin no. 72 Kel. Batara Guru Kec. Wolio, Buton, Telp. (0402)22452 d/a Abdul Jalil, Yayasan Minhaj Al Firqotun Najiyah , Jl. Betoambari lrg. Pendidikan No. 155c, Bau-Bau, Sultra (0402) 24106 HP. 081 643163668;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Dzulqarnain </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(mukim di Makassar, Sulsel), <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Mahad As-Sunnah, Jl. Baji Rupa no. 06, Makassar, Sulawesi Selatan 90224. Telpon : +6281524642464, +624115015211;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Fauzan</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Sukoharjo) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Yayasan Darus Salaf, Jl. Raya Solo &#8211; Purwodadi, Sukoharjo, Jawa Tengah HP 08156745519. kontak d/a Ahmad Miqdad, Masjid Ibnu Taimiyah, Jl. Ciptonegaran Sanggrahan Grogol Sukoharjo Solo (0271) 722357;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Hamzah Badjerei</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Pengajar Ma’had Darul Atsar) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Jl. Kapten Halim No.144 Gg. Banteng 1, Pasar Rebo Purwakarta, Jawa Barat. Telpon +62.264200584;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Hannan Hoesin Bahannan</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Owner Penerbit buku-buku Islami Pustaka Ar Rayyan). Pengajar Ma’had Darussalaf, Yayasan Darus Salaf, Sukoharjo, Jawa Tengah. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Jl Parang Kusuma 24 A, Sidodadi, Pajang, Solo HP +622715800518, +628155044372;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Harits Abdus Salam</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Pengajar PP Ibnul Qoyyim Balikpapan, Kaltim, mukim di Balikpapan). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> PP. Ibnul Qayyim Jl.Projakal Km.5,5 RT 29 No.111, Batu Ampar, Balikpapan, Kaltim (0542) 861712;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Hariyadi, Lc</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Surabaya) Alumni Jami’ah Islamiyyah Medinah/Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jl. Jojoran 1 Blok K no. 18 Telp. (031) 5921921; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Idral Harits Abu Muhammad </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(mukim di Sukoharjo) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Yayasan Darus Salaf, Sukoharjo, Jawa Tengah kontak d/a Ahmad Miqdad, Masjid Ibnu Taimiyah, Jl. Ciptonegaran Sanggrahan Grogol Sukoharjo Solo (0271) 722357;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Isnadi</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Palembang). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>d/a Abdurrahman Safar Jl. Dwikora II No. 1221 Palembang, Sumsel. No. HP 08153816801;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Ja’far Sholih</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Depok). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> d/a Masjid Fatahillah Jl. Fatahillah II Kampung Curug, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kotamadya Depok, Jawa Barat. Ma’had : +62.21 7757586;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Jauhari, Lc</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Boyolali) <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>d/a Grenjeng, Kenteng, Nogosari, Boyolali;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Kamaluddin </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(Posisi Terakhir Pengajar Majlis Ta’lim Al ‘Atiq, Banjar Baru, Kalsel). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Komplek Griya Ulin Permai Jl. Nuri no. 12 Landasan Ulin Banjar Baru Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kontak Person Abu Umar Hijaz (0511) 7488811, HP 081521539288, Abu Zaid 08195164006.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Kholid</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Petanahan, Kebumen) Pengajar Pondok Pesantren Anwarus Sunnah, Kebumen, Jawa Tengah. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>d/a Pondok Pesantren Anwarus Sunnah, Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah Telp (0287) 386154;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Luqman Ba’abduh</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Posisi Terakhir Mudir PP As Salafy di Jember, Jawa Timur, mukim di Jember) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Jl. MH Tamrin Gg. Kepodang No. 5 Jember (0331) 337440;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Mahmud Barjeb</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Pengajar Ma’had Darul Atsar) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman.<br />
<strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Jl. Kapten Halim No.144 Gg. Banteng 1, Pasar Rebo Purwakarta. Telpon : +62.264200584;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">AL Ustadz Mahmud </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(Pengajar Majlis Ta’lim dan Dakwah Assunnah, mukim di Malang) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Majlis ta’lim dan dakwah As Sunnah, Jl. S. Supriyadi 5F, Malang, Telpon (0341) 348833, Utsman (081803808567);</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Marwan Irfanuddin</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Sukoharjo). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Yayasan Ittiba’us Sunnah Sukoharjo, Tawang Rt 02 Rw 01 Weru Sukoharjo, Hp. 08179475816/ 081329035280 Jawa Tengah kontak d/a Ahmad Miqdad, Masjid Ibnu Taimiyah, Jl. Ciptonegaran Sanggrahan Grogol Sukoharjo Solo (0271) 722357;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Muallim Shobari</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Pengajar PP Ibnul Qoyyim Balikpapan Kaltim, mukim di Balikpapan). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>PP. Ibnul Qayyim Jl.Projakal Km.5,5 RT 29 No.111, Batu Ampar, Balikpapan, Kaltim (0542) 861712; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ust. Muhammad</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Pangkep). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Jl. Wirakarya No.1-5 Minasate’ne, Pangkep, Sulsel (0410) 323855;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawi</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">, asal Sedayu, Gresik (Pengajar Ma’had Al Bayyinah, mukim di Gresik, Jawa Timur). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Ma’had Al Bayyinah, Jl. R. Mas Sa’id no 6, Sedagaran, Sedayu, Gresik 61153 Telpon (031) 3940350;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Cirebon, Jawa Barat) Murid Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin, Saudi Arabia; <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Ponpes Dhiya’us Sunnah, Jl. Dukuh Semar RT 6, Rt 06/03 Kel. Kecapi, Kec.Harjamukti, Cirebon, Jawa Barat (0231) 222185/200721;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Muhammad Barmim</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Owner Penerbit buku-buku Islami Pustaka Ar Rayyan). Pengajar Ma’had Darussalaf, Yayasan Darus Salaf, Sukoharjo, Jawa Tengah. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Jl Parang Kusuma 24 A, Sidodadi, Pajang, Solo HP +622715800518, +628155092522. Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. kontak d/a Ahmad Miqdad, Masjid Ibnu Taimiyah, Jl. Ciptonegaran Sanggrahan Grogol Sukoharjo Solo (0271) 722357;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Muhammad Ikhsan</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Pimpinan Ponpes Difa’ anis Sunnah Bantul, sekarang mukim di Yaman). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>PP. Difa’ anis Sunnah, Bantul;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Muhammad Irfan</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Surabaya). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Jl. Pulo Tegalsari 8 no 40 A, Wonokromo telpon (031) 8288817 /HP 08155046204;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Muhammad Na’im, Lc</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Boyolali). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> d/a Grenjeng, Kenteng, Nogosari, Boyolali;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Muhammad Sarbini</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Posisi Terakhir Mudir Ponpes Minhajus Sunnah Magelang, mukim di Muntilan, Magelang) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Ponpes Minhajussunnah, Jl. Raya Jogja Magelang Km. 13 Batikan Mungkid (0293)782005;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Muslim Abu Ishaq Al Atsari </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(Posisi Terakhir Mudir PP. Al Furqan Kroya) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman.<br />
<strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> PP Al Furqan, Jl. Lawu RT 22, RW 3, Kroya, Cilacap 53282 Jawa Tengah (0282) 492412;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ustadz Muslikh Zarqani</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> asal Magetan (Posisi Terakhir Pengajar Ma’had Ittiba’us Sunnah, Magetan, Jawa Timur, sekarang mukim di Dammaj, Yaman). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Jl. Syuhada No. 02 Sampung, Sidorejo, Plaosan, Magetan, Jawa Timur Telp. (0351) 888958, (0351) 888651;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Nurdin </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">asal Magetan (Posisi Terakhir Pengajar Ma’had Ittiba’us Sunnah, Magetan, Jawa Timur, mukim di Magetan). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Jl. Syuhada No. 02 Sampung, Sidorejo, Plaosan, Magetan, Jawa Timur Telp. (0351) 888958, (0351) 888651;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Nurwahid Abu Isa </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(saudara Ustadz Abu Najiyah Muhaimin) (Mukim di Semarang, Jateng),<strong><span style="font-family:Arial;"> </span></strong>Yayasan Al-Lu’Lu’ Wal Marjan, Bagian koordinasi ta’lim, Jl Rambutan V/11-A Semarang Telpon : (024) 8440770 Atau Abu Syafiq, Yayasan Islam Al Lu’lu’ wal Marjan Jl. Lamper Tengah Gg. V no. 22A, Telp (024) 70142785; Hp 081575280591;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Qomar Su’aidi, Lc</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Posisi Terakhir Editor majalah Asy Syariah, Pengajar PP. Al Atsariyah, mukim di Temanggung) Alumni Jami’ah Islamiyyah Medinah/Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> d/a Farhan, Yayasan Atsariyah Kauman Gg. I No. 20, RT1/RW1, Kedu, Temanggung;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Ridwanul Bari </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(mukim di Purbalingga, Jawa Tengah). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>d/a Karang Gedang 6/III, Bukateja, Purbalingga. HP 081542952337;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Rifa’i</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Pengajar PP Ta’dhimus Sunnah, mukim di Solo). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>PP Ta’dhimus Sunnah, Dusun Grudo RT 01/02 Grudo, Ngawi, Jawa Timur (0351) 748913, HP 0816562158;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Muhammad Rifa’i </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">asal Magetan (Posisi Terakhir Pengajar Majlis Ta’lim Bontang, Kaltim), alamat <strong><span style="font-family:Arial;"><span> </span></span></strong>HOP 4 no 89, Komplek PT Badang LNG, Bontang, Kalimantan Timur. (0548) 557150, alamat asal Jl. Syuhada No. 02 Sampung, Sidorejo, Plaosan, Magetan, Jawa Timur Telp. (0351) 888958, (0351) 888651;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi, Lc</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Posisi Terakhir Mudir PP As Salafy di Jember, Jawa Timur, mukim di Jember) Alumni Jami’ah Islamiyyah Medinah/Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Salman</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Denpasar, Bali). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> d/a Miftahul Ulum, Jln Gunung Agung, Lingkungan Padang Udayana no 21 Denpasar (0361) 413969;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Saifullah</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Ambon, Maluku). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Yayasan Abu Bakar Shidiq, d/a Husein, BTN Kebuncengkeh, Batumerah, Ambon Maluku (0911)353780;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Shodiqun</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (mukim di Ambon, Maluku). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Yayasan Abu Bakar Shidiq, d/a Husein, BTN Kebuncengkeh, Batumerah, Ambon Maluku (0911)353780;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Suyuthi Abdullah </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(Posisi Terakhir Pengajar Ma’had Ittiba’us Sunnah, Magetan, Jawa Timur, mukim di Magetan). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Jl. Syuhada No. 02 Sampung, Sidorejo, Plaosan, Magetan, Jawa Timur Telp. (0351) 888958, (0351) 888651;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Syaiful Bahri</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Posisi Terakhir Pengajar PP. Al Furqan Kroya). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> PP Al Furqan, Jl. Lawu RT 22, RW 3, Kroya, Cilacap 53282 Jawa Tengah (0282) 492412;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Tsanin Hasanudin</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Posisi Terakhir Pengajar PP. Al Furqan Kroya)<br />
<strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>PP Al Furqan, Jl. Lawu RT 22, RW 3, Kroya, Cilacap 53282 Jawa Tengah (0282) 492412.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">AL Ustadz Usamah bin Faishal Mahri, Lc</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (Pengajar Majlis Ta’lim dan Dakwah Assunnah, mukim di Malang) Alumni Jami’ah Islamiyyah Medinah/Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat : </span></strong>Majlis ta’lim dan dakwah As Sunnah, Jl. S. Supriyadi 5F, Malang, Telpon (0341) 348833, Utsman (081803808567);</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Yasiruddin </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(mukim di Ambon, Maluku) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Yayasan Abu Bakar Shidiq, d/a Husein, BTN Kebuncengkeh, Batumerah, Ambon Maluku (0911)353780.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Zainul Arifin </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(mukim di Surabaya) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jl. Jojoran 1 Blok K no. 18 Telp. (031) 5921921;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13.5pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Zuhair Syarif </span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(mukim di Bengkulu). <strong><span style="font-family:Arial;">Alamat :</span></strong> d/a Padang Jaya RT3/4 Bengkulu Utara 38657 Telp. (0737)522412</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Dari kelompok yang sering dianggap oleh kelompok di atas sebagai surui, tetapi sejatinya juga faksi wahhabi lain</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abdullah Hadrami, Masjid As Salam, Malang (Jilbab-online.net link, Rekan Agus Bashori dari Al Sofwah-al-Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abdul Fattah, Batam (At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abdul Hakim bin Amir Abdat Yayasan Ubudiyah Riau (Al Haramain , Al Sofwah, At Turots);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abdur Rahman At-Tamimi &#8211; Surabaya (Al Irsyad &#8211; At Turots, Al Sofwa crosslink);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abu Aziz &#8211; Jakarta (Jilbab-online.net link &#8211; crosslink Al Haramain, Al Sofwa, At Turots);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abdul Aziz Malang (rekan Agus Bashari dari Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abu Abdil Muhsin Firanda, Sorong &#8211; LN &#8211; (LBI Al Atsary Jogjakarta, link Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah, At Turots &#8211; link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abdullah Taslim, Lc (LBI Al Atsary Jogjakarta, link Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah, At Turots &#8211; link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abu Bakar M.Altway Lc (Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abu Haidar &#8211; Bandung (Al Sofwa &#8211; At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abu Ihsan Al-Maidani &#8211; Medan (Al Sofwa, At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abu Izzi &#8211; Semarang (Jilbab-online.net link &#8211; crosslink Al Haramain, Al Sofwa, At Turots);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abu Nida’, redaksi majalah Fatawa, Ma’had Jamilurahman, Ma’had Bin Baz, Bantul, Jogjakarta (gembong At-Turats link &#8211; Jum’iyyah Ihya ut Turots Kuwait link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abu Qatadah &#8211; Jakarta (Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abu Sa’ad &#8211; Jogjakarta (At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abu Thohir Lc &#8211; Padang (Abdul Hakim Abdat link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Abu Umar Basyr &#8211; Solo (rekan Kholid Syamhudi, At Turots link)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Adhi Faishal, Lc &#8211; Yayasan An Najiyah Madiun (Abdullah Taslim Lc link, At Turots);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Afifi Abdul Wadud &#8211; Jogjakarta (At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Agus Hasan Bashari. MAg, FSI Qalbun Salim dan Pesma Al-Anshar wal Muhajirin, Malang (Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ahmad Farhan Hamim Lc (Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ahmad Rofi’i &#8211; Karawang (Abdul Hakim Abdat, Yazid Jawwas link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ahmad Ridwan &#8211; Batam (Rekan Abu Ihsan, Yazid Jawwas link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ahmad Sabiq, Lc (LIPIA, Jilbab-online.net link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ahmas Faiz Asifudin, Pimpinan Majalah As Sunnah (gembong At Turots);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ainul Haris, Lc MAg &#8211; Nidaul Fitrah (Al Irsyad &#8211; At Turots, Al Sofwa crosslink);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ali Saman Lc &#8211; Ma’had ALi Al Irsyad, Tengaran, Boyolali (Al Irsyad, At Turots, Al Sofwa crosslink);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Alwy, Lc &#8211; Yayasan An Najiyah Madiun (Abdullah Taslim Lc link, At Turots);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Aman Abdurahman, Lc &#8211; Jakarta (Teroris Bom Cimanggis, Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Amri Mansyur &#8211; Padang (link Abdul Hakim Abdat);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Amrozi &#8211; Malang (Jilbab-online.net link, (Rekan Agus Bashori dari Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Anas Burhanuddin bin Musta’in Ahmad, Lc &#8211; LN &#8211; (LBI Al Atsary Jogjakarta, link Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah, At Turots &#8211; link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Arif Syarifuddin, Lc &#8211; Ma’had Bin Baz Jogjakarta (At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Aris Munandar Ss &#8211; Ma’had Taruna Al Qur’an (Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah/DDII eks Masyumi link, At Turots cross-link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Arman Amri, Lc. &#8211; Jakarta (Jilbab-online.net link &#8211; crosslink Al Haramain, Al Sofwa, At Turots);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Aslam Muhsin, Lc. &#8211; Jakarta (Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Aspri Rahmat Lc. &#8211; LN (Rekan Abu Ihsan, Yazid Jawwas link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Aunur Rofiq Ghufron, Lc, Gresik (Al Irsyad &#8211; At Turots, Al Sofwa crosslink);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Cholid Aboud Bawazeer (Al Irsyad &#8211; At Turots, Al Sofwa crosslink);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Fakhruddin &#8211; Jogjakarta (At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Fariq Gazim Anuz (rekan Kholid Syamhudi, At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Firdaus Sanusi &#8211; Jakarta (Abdul Hakim Abdat, Yazid Jawwas link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Hanif Yahya, Lc. (Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Haris Budiyatna (rekan Kholid Syamhudi, At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Husnul Yaqin Lc (Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ir. Muhammad Qosim Saguni (Wahdah Islamiyyah, Makassar &#8211; Al Haramain &#8211; Al Sofwa link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Isnen Azhar Lc &#8211; Jakarta (Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Jazuli, Lc &#8211; Jakarta (Jilbab-online.net link &#8211; crosslink Al Haramain, Al Sofwa, At Turots);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Kholid Syamhudi &#8211; Ma’had Imam Bukhari, Solo (At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Khusnul Yaqin, Lc. (Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">M. Sahri Malang (rekan Agus Bashari dari Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">M. Syukur Malang (rekan Agus Bashari dari Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ma’ruf Nur Salam, Lc. (Jilbab-online.net, Al Irsyad link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Marwan &#8211; Jogjakarta (At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Masrukhin (Rekan Agus Bashori dari Al Sofwa &#8211; Al Haramain link, Jilbab-online.net link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Mubarak bin Mahfudz Ba Mu’allim, Lc &#8211; Surabaya (Al Irsyad, At Turots, Al Sofwa crosslink);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Muhammad Arifin Al Badri, Lc, MA &#8211; LN (Rekan Abdullah Taslim Lc, pemrakrasa syubhat “Bahtera Dakwah Salafiyyah di Indonesia);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Muhammad Elvi bin Syamsi Lc, &#8211; LN (Rekan Abu Ihsan, Yazid Jawwas link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Muhammad Shio Batam &#8211; Medan, Sumatra (At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Muhammad Subhan, Lc &#8211; (LBI Al Atsary Jogjakarta, link Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah, At Turots &#8211; link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Muhammad Wujud &#8211; Magelang, Jateng (At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Muhammad Qoshim, Lc &#8211; Ma’had ALi Al Irsyad, Tengaran, Boyolali (Al Irsyad, At Turots, Al Sofwa crosslink);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Muhammad Nur Ikhsan Lc. &#8211; LN (Rekan Abu Ihsan, Yazid Jawwas link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Mustofa ‘Aini Lc (Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Nasiruddin, Lc (LBI Al Atsary Jogjakarta, link Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah, At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Nur Ahmad, ST, MT &#8211; Dosen &amp; Kajur D3 TE UGM (LBI Al Atsary Jogjakarta, link Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah, At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Nurul Mukhlisin Asyrafuddin, Lc. (Nidhaul Fithrah, rekan Kholid Syamhudi, At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Qisman Abdul Mujib (Jilbab-online.net link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Rahmat Abdul Qodir &#8211; Jakarta (Jilbab-online.net link &#8211; crosslink Al Haramain, Al Sofwa, At Turots);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ramlan, Lc (LBI Al Atsary Jogjakarta, link Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah, At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ridwan LC &#8211; Batam, Sumatra (At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ridwan Abdul Aziz &#8211; Surabaya (Nidhaul Fithrah, Jilbab-online.net link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ridwan Hamidi, Lc &#8211; Ma’had Taruna Al Qur’an (Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah/DDII eks Masyumi link, At Turots cross-link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Salim Ghonim, Lc, Surabaya (Jilbab-online.net, Al Irsyad link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Sholih &#8211; Jogjakarta (At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Tjahyo Suprajogo, FSI Qalbun Salim Malang (Al Sofwa, Al-Haramain, At Turats cross link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ulin Nuha &#8211; Ma’had Taruna Al Qur’an (Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah/DDII eks Masyumi link, At Turots &#8211; link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ummu Fathimah &#8211; isteri Abu Ihsan Medan (At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Umar Budiargo &#8211; Ma’had Taruna Al Qur’an (Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah/DDII eks Masyumi link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Yahya Asy’ari &#8211; Jambi (At Turots link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Yazid Abdul Qadir Jawwas, Jakarta (Al Haramain , Al Sofwa, DDII eks. Masyumi crosslink);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Yusuf Usman Baisa &#8211; Tengaran, Boyolali (Al Irsyad, At Turots, Al Sofwa crosslink);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Zainal Abidin Syamsudin, Lc. &#8211; Jakarta (Al Sofwa &#8211; Al Haramain link);</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Zainal Arifin, Lc. &#8211; Karawang (Abdul Hakim Abdat, Yazid Jawwas link).</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Di luar ini masih ada satu sosok di bawah payung:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ja’far Umar Thalib, pesantren Ihya’ as-sunnah Yogyakarta.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Sumber: </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Ustadz-ustadz, <strong><span style="font-family:Arial;">Daftar Ustadz-ustadz Terpercaya”, dalam </span></strong><a href="http://dhiyaussunnah.890m.com/info/asaatidz"><span>http://dhiyaussunnah.890m.com/info/asaatidz</span></a></span></strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nukhittah26.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nukhittah26.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nukhittah26.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nukhittah26.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nukhittah26.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nukhittah26.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nukhittah26.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nukhittah26.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nukhittah26.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nukhittah26.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nukhittah26.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nukhittah26.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nukhittah26.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nukhittah26.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=234&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/22/daftar-sebagaian-para-wahhabi-di-indonesia-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b597313b2399025bad7f2da506029458?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nukhittah26</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PKS, antara Agenda NII dan Binaan Intel</title>
		<link>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/22/pks-antara-agenda-nii-dan-binaan-intel/</link>
		<comments>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/22/pks-antara-agenda-nii-dan-binaan-intel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 16:09:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nukhittah26</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Debat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nukhittah26.wordpress.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Membaca PKS, dari sisi kultural bagi kalangan NU, perlu ditempatkan sebagai membaca kelompok neowahhabi (new wahhabi) karena berideologi Ikhwanul Muslimin yang tujuannya melawan praktik-praktik bid’ah (versi mereka) dan mendirikan Negara Islam. Tetapi membaca pengorganisasiannya, PKS melibatkan beberapa kelompok: Soeripto, Helmi Aminudin, dan neo wahhabi lain. Dari sisi pengorganisasian, ini di level elit banyak yang rahasia. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=231&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Membaca PKS, dari sisi kultural bagi kalangan NU, perlu ditempatkan sebagai membaca kelompok neowahhabi (new wahhabi) karena berideologi Ikhwanul Muslimin yang tujuannya melawan praktik-praktik bid’ah (versi mereka) dan mendirikan Negara Islam. Tetapi membaca pengorganisasiannya, PKS melibatkan beberapa kelompok: Soeripto, Helmi Aminudin, dan neo wahhabi lain. Dari sisi pengorganisasian, ini di level elit banyak yang rahasia. Tulisan di bawah ini sedikit menjelaskan itu. Sayangnya penulisnya hanya memberi inisial Some One, meski tulisannya menarik. Membaca tulisan ini, kita tahu pengorganisasian PKS. Selamat membaca!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p><span id="more-231"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Rumus Utama Binaan Intel</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Bila dia ditangkap lalu dibebaskan maka kemungkinan besar dia sudah<br />
jadi anjing suruhan, bila dia istiqamah pasti dikubur.Dan bila dia<br />
dibebaskannya tahun 1970-1988 maka 100 % dipastikan dia binaan<br />
intel karena era 1970-1988 adalah era Ali Moertopo dan L.B Moerdani<br />
dua Jendral yang paling anti Islam, mereka tidak akan membebaskan<br />
anggota ekstrim kanan kalau tidak berguna untuk menghancurkan<br />
gerakan islam.Dan dua jendral inilah yang membuat metode penghancuran gerakan islam dengan menggunakan islam radikal.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">***</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Bagi yang pernah aktif di Pengkaderan Inti IM, memang tercium sekali<br />
rencana dan pola gerakannya yang penuh rahasia dan membuat jaringan tanpa nama terkesan didesain dan dirancang oleh suatu gerakan intelejen dan kayaknya sangat tidak mungkin dirancang oleh<br />
perorangan&#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">***</span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Mengenal Sejarah PKS</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Tentang Soeripto</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Adalah kader Milsuk (Militer Sukarelawan) dan intelijen binaan Pangkowilhan (Wijoyo Suyono, Soerono atau Wahono), tetapi secara kronologi mengaku ditarik Kharis Suhud (Kodam Siliwangi) pada tahun 1967 &#8211; 1970 dan secara struktur komando berada dibawah Yoga Sugama yang saat itu dikomandani Sutopo Yuwono. Sebagai kader intel Soeripto berada satu level dengan Agum Gumelar (Satu-satunya jenderal TNI yang pernah menyatakan diri akan bergabung dengan Partai Keadilan, namun sehari kemudian pernyataan tsb diralatnya sendiri bahwa yg dimaksudnya partai Keadilan adalah Pertai Keadilan dan Persatuan/PKP dibawah pimpinan Edy Sudrajat). Soeripto dalam berbagai media menceritakan riwayat hidupnya dalam dunia intelejen dengan gamblang, sekalipun sudah mengaku menjadi mantan sejak tahun 1970 akan tetapi beberapa sumber menerangkan bahwa Soeripto tetap mangkal di kantor BAKIN yang lama karena mengikut dan tetap bersama Roedjito. Menurut beberapa teman dekatnya Soeripto juga tak segan-segan nekad mengklaim mewakili KADIN ketika berkunjung ke China agar dapat sambutan dan fasilitas istimewa dari pemerintah China.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Harokah Ikhwanul Muslimin atau Harakah Tarbiyah</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Dalam perkembangan pergerakan Islam di Indonesia, pada tahun 1984 muncul kubu Helmi Aminuddin bin Danu Muhammad Hasan. Helmi Aminuddin pernah menjadi Menlu NII komando Adah Djaelani. Pernah ditangkap oleh Kopkamtib pada tahun 1980 dan sempat ditahan pihak militer selama kurang lebih 3 tahun namun kemudian dilepaskan dari Rumah Tahanan Militer Cimanggis tanpa melalui persidangan pada tahun 1984.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Selanjutnya Helmi Aminuddin menyatakan keluar dari struktur maupun ajaran NII komando Adah Djaelani, kemudian ditampung dan dipelihara oleh mantan tokoh Bakin (Soeripto). Soeripto menjadi sponsor sekaligus promotor dan bertindak sebagai pemberi tugas kepada Helmi Aminuddin antara lain untuk mengadopsi ajaran dan manhaj serta berhubungan langsung secara organisasional dengan gerakan Ikhwanul Muslimin faksi Qiyadah Syaikh Sa&#8217;id Hawwa di Timur Tengah sekitar tahun 1985. Maka pergilah Helmi Aminuddin ke Timur Tengah untuk mengadopsi gerakan Ikhwan tsb sekalipun alasan kepergiannya kesana Helmi mengatakan untuk menyelesaikan studinya yang belum rampung.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Sepulangnya dari Timur Tengah Helmi Aminuddin mulai mengibarkan bendera gerakan IM-Ikhwanul Muslimin di Indonesia seraya melakukan klaim sebagai representasi gerakan Islam kaffah, universal dan menafikan seluruh gerakan Islam lain yg bersifat lokal di Indonesia. Pada tahun 1991 Helmi Aminuddin diangkat sebagai Mursyid atau elite komando organisasi gerakan Ikhwanul Muslimin untuk kawasan Asia Tenggara. Eksistensi gerakan ini cepat berkembang secara signifikan khususnya di kawasan Ibu kota DKI Jakarta. Tetapi awal awal tahun 1998 nama Helmi Aminuddin tiba-tiba raib dari blantika gerakan Tarbiyah Ikhwanul Muslimin yang bermarkas di Yayasan Al-Hikmah di kawasan Jl.Bangka Jakarta Selatan, juga di Yayasan Iqra&#8217; di kawasan Pondok Gede Jakarta Timur sebagai basis sentral pemukiman elite mereka, serta Yayasan Nurul Fikri di kawasan Depok. Bahkan Helmi sempat diisukan dipecat atau dima&#8217;zulkan kehabitat lamanya (NII), ada juga isu yang menyebut Helmi telah bergabung ke kelompok Syi&#8217;ah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Akan tetapi pada kenyataanya Helmi Aminuddin bin Danu Muhammad Hasan sebenarnya tetap menjadi orang nomor satu dan terpenting dalam kelompok gerakan Tarbiyah Ikhwanul Muslimin ini, hanya mungkin dimasa kini keberadaan namanya dirasa perlu untuk sementara waktu secara resmi ditarik dari peredaran gerakan Ikwan, bahkan nama Helmi Aminuddin tidak diakui keberadaanya oleh para elite dan komunitas PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang ada sekarang. Mungkin inilah cara mereka menyembunyikan struktur (<em>Siriyyatu Tandzhim</em>) pergerakan Ikhwanul Muslimin di Indonesia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Kini Helmi Aminuddin mengkonsentrasikan diri secara khusus mengelola pesantren dan Islamic village di kawasan Cinangka Banten atas kucuran dana diantaranya sebagaian dari Bimantara, dari Timur Tengah serta dari Soeripto sebagai akses dana Orde Baru Cendana. Helmi Aminuddin memanage/mengendalikan gerakan Ikhwanul Muslimin Indonesia dari balik layar. Pada tahun 1998 berkat dibidani tangan dingin Soeripto mantan Bakin tsb gerakan Tarbiyyah Ikhwanul Muslimin Indonesia berhasil ikut partisipasi merayakan pesta demokrasi dengan menjadi salah satu kontestan. Saat itu gerakan Tarbiyah Ikhwanul Muslimin Indonesia merubah manhajnya dan berubah bentuk menjadi Partai Keadilan (PK) dan kemudian bermetamorfosis lagi menjadi PKS (Partai Keadlian Sejahtera). Meskipun terbentuknya PKS ini menuai pro dan kontra ditubuh gerakan Ikhwan, tetapi melalui Musyawarah Syuro mereka perubahan menjadi partai PK saat itu mendapat mayoritas suara, sehingga secara resmi gerakan Ikwan telah berubah menjadi partai (Partai Keadilan).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Di tahun 1987 &#8211; 1988 aparat intelejen memang sedang getol menggarap dengan serius dengan memberi peluang bagi lahirnya dua kubu kekuatan dakwah yang mengatasnamakan Islam namun secara subtansi saling bertentangan, yang pertama adalah kekuatan dakwah Islam Ikhwanul Muslimin Mesir di bawah sponsor dan control tokoh Bakin Soeripto. Sedang yang kedua adalah kekuatan dakwah beraliran NII KW IX Abu Toto yang sesat dan bermisi merusak Islam umumnya dan khususnya melemahkan NII yang sebenarnya, yaitu yg menjadi musuh nomor wahid NKRI.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">PKS sebagai metamorfosis dari gerakan Ikhwanul Muslimin Indonesia secara resmi berdasarkan konstitusi Pancasila dan UUD &#8217;45 walaupun asas partainya Islam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Dalam hal ini Soeripto tetap tidak bersedia menjawab soal hubungan dan kedekatannya dengan Danu Muhammad Hasan di awal Orde Baru maupun dengan sang putra Danu, yaitu Helmi Aminuddin yang disebutnya sebagai ustadz muda (mursyid Ikhwanul Muslimin Asia Tenggara) yang dimulai tahun 1984 selama beberapa tahun di rumah Mas Ton ( Hartono Mardjono) hingga akhirnya berubah menjadi Partai Keadilan di tahun 1999 dan pada tahun 2003 menjadi Partai Keadilan Sejahtera. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Soeripta sebagai kader BAKIN oleh komunitas Ikhwanul Muslimin Indonesia sangat diyakini telah bersih / tobat dan berasil dibina dan dimanfaatkan oleh elite Ikhwan. Padahal siapa yang dimanfaatkan dan siapa yang memanfaatkan menjadi tidak jelas. Harap diingat bahwa dunia intelejen tidak mengenal apa yang diistilahkan dengan pension, demikian halnya Soeripto, masih belum terbukti pemihakannya terhadap Islam sebagai sebuah kontra RI.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Berita diatas pernah diklarifikasi oleh para tokoh dan pengurus PKS secara apologi diplomatis yg dialamatkan ke Majalah Dewan Rakyat melalui Majalah SAKSI. Padahal akurasi data dan informasi tentang berita diatas sebenarnya bias dikonfirmasikan kepada sekitar 15 tokoh yg salah satu diantaranya sudah almarhum, yaitu Bung Hartono<br />
Mardjono.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Tulisan diatas bukan sebagai fitnah, tetapi sebagai bahan renungan dan penyelidikan bagi setiap muslim dan muslimah yg dengan ikhlas berjuang dalam Islam akan tetapi masih buta hebatnya serta rumitnya dunia intelejen musuh. Saya yakin para ikhwan di PKS banyak yg ikhlash berjuang, tapi keikhlasan tsb sangat disayangkan kalau dimanfaatkan atau dibiaskan musuh. Beberapa ikhwan di PKS pernah bilang kalau sampai tingkat DPC keberadaan ikhwan diragukan, dalam arti sudah banyak intel disana. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Namun yang harus diwaspadai bahwa intel itu justeru menyusup lewat atas, langsung menempel kalangan elite atau atasan sehingga bias mempengaruhi kebijakan-kebijakan / langkah-langkah perjuangan. Sebagai contoh dikalangan ikhwan PKS sudah sangat kental dikenal dan difahami kalau dalam dunia politik sekarang adalah kondisi yg pada jaman Rosulullah tidak dialami, sehingga dengan bermetamorfosisnya Tarbiyah IM menjadi Parpol adalah suatu ijtihad yg tidak melanggar syar&#8217;I dan meminimalisir pertumpahan darah. Tapi bisa jadi itulah salah satu pengaruh kebijakan intel untuk menumpulkan ghiroh dan membelokkan cita-cita perjuangan Islam secara perlahan. Tapi jangan salah menilai bahwa perjuangan Islam itu harus radikal dan membabi buta, itu salah !!! akan tetapi belajarlah dan pelajarilah sejarah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Wallohi a&#8217;lam bi shawab.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Yang benarnya dari Allah dan kesalahan semata-mata datang dari<br />
kelemahan saya</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Wassalaamu&#8217;alaikum wr.wb.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Some one,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<h4 style="text-align:justify;"><span class="judul"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Judul asli tulisan ini adalah “PKS, Ikhwanul Muslimin, dan Hizbut Tahrir”, dalam: </span></span></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><a href="http://www.radiocitrabuana.com/?pilih=news&amp;mod=yes&amp;aksi=lihat&amp;id=9"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;text-decoration:none;">http://www.radiocitrabuana.com/?pilih=news&amp;mod=yes&amp;aksi=lihat&amp;id=9</span></a></h4>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nukhittah26.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nukhittah26.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nukhittah26.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nukhittah26.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nukhittah26.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nukhittah26.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nukhittah26.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nukhittah26.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nukhittah26.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nukhittah26.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nukhittah26.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nukhittah26.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nukhittah26.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nukhittah26.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=231&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/22/pks-antara-agenda-nii-dan-binaan-intel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b597313b2399025bad7f2da506029458?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nukhittah26</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENEROPONG PERGERAKAN HIZBUT TAHRIR (Wawancara 5 Episode Harian Bangkit dengan KH. Imam Ghozali Said)</title>
		<link>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/19/meneropong-pergerakan-hizbut-tahrir-wawancara-5-episode-harian-bangkit-dengan-kh-imam-ghozali-said/</link>
		<comments>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/19/meneropong-pergerakan-hizbut-tahrir-wawancara-5-episode-harian-bangkit-dengan-kh-imam-ghozali-said/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 13:42:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nukhittah26</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Debat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nukhittah26.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[A. DI YORDAN, ORGANISASI TERLARANG: MENEROPONG PERGERAKAN HIZBUT TAHRIR (1) Beberapa kiai NU belakangan ini mengaku didatangi aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Para aktivis HTI itu selain membagikan brosur juga mengajak kiai masuk kelompok mereka. Diantara kiai itu adalah KH Ahmad Muhammad Al-Hammad, pengasuh pesantren Qomaruddin Bungah Gresik. &#8220;Saya katakan kepada mereka, saya ini NU, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=228&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"><span> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">A. DI YORDAN, ORGANISASI TERLARANG: MENEROPONG PERGERAKAN HIZBUT<br />
</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> TAHRIR (1)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Beberapa kiai NU belakangan ini mengaku didatangi aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Para aktivis HTI itu selain membagikan brosur juga mengajak kiai masuk kelompok mereka. Diantara kiai itu adalah KH Ahmad Muhammad Al-Hammad, pengasuh pesantren Qomaruddin Bungah Gresik. &#8220;Saya katakan kepada mereka, saya ini NU, tak mungkin ikut paham sampean,&#8221; kata Kyai Mad panggilan kiai berparas teduh itu kepada sejumlah tamunya suatu ketika. &#8220;Brosur-brosurnya ada tapi tidak saya baca,&#8221; tuturnya lagi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span id="more-228"></span><!--[endif]--></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Pengurus NU di berbagai daerah, termasuk PWNU Jawa Timur, juga mengaku sering mendapat pengaduan dari warga NU soal aktivis HTI yang berusaha mempengaruhi warga nahdliyin. Bahkan dalam Munas dan Mubes NU di Asrama Haji Sukolilo Surabaya tempo hari para aktvis HTI masuk ke kamar-kamar peserta membagikan selebaran. Jargon mereka &#8211; seperti biasa -khalifah sebagai solusi. Belum lagi beberapa masjid NU yang jadi sasaran mereka. Karuan saja banyak kiai penasaran. Gerakan apa sebenarnya HTI? </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Bagaimana asal-usulnya? Berikut wawancara HARIAN BANGSA dengan KH Imam Ghazai Said, MA, cendekiawan muslim yang banyak mengamati gerakan Islam radikal. Pengasuh pesantren mahasiswa An-Nur Wonocolo ini memang sangat paham soal berbagai gerakan Islam, terutama yang berasal dari Timur Tengah. Ia selain banyak menulis dan mengoleksi leteratur Islam aliran keras juga bertahun-tahun studi di Timur Tengah. Ia mendapat gelar S-1- di Universitas Al-Azhar Mesir, sedang S-2 di Hartoum International Institute Sudan. Kemudian ia melanjutkan ke S-3 di Kairo University Mesir. Kini intelektual muslim ini aktif sebagai Rois Syuriah PCNU Surabaya dan dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Bisa Anda jelaskan bagaimana sejarah gerakan Islam aliran keras yang belakangan menjadi perhatian para kiai NU?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Sebenarnya kelompok besarnya itu Ikhwanul Muslimin yang pusatnya di Ismailiah, Mesir. Organisasi ini berdiri pada 1928, dua tahun setelah NU berdiri, NU kan berdiri 1926. Pendiri Ikhwanul Muslimin Syaikh Hasan Al-Banna. Menurut saya, pemikiran Syaikh Hasan Al-Banna ini moderat. Dia berusaha mengakomodasi kelompok salafy yang wahabi, merangkul kelompok tradisional yang mungkin perilaku keagamaannya sama dengan NU dan juga merangkul kelompok pembaharu yang dipengaruhi oleh Muhammad Abduh. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Syaikh Al-Banna menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin itu harkah islamiyah, sunniyah, salafiyah, jadi diakomodasi semua, sehingga ikhwanul muslimin menjadi besar. Dalam Ikhwanul Muslimin ada lembaga bernama Tandhimul Jihad. Yaitu institusi jihad dalam struktur Ikhwanul Muslimin yang sangat rahasia. Kader yang berada dalam Tandhimul Jihad ini dilatih militer betul, doktrinnya pakai kesetiaan seperti tarikat kepada mursyid. Ini dibawah komando langsung Ikhwanul Muslimin. Para militer atau milisi ini menarik kelompok-kelompok sekuler yang ingin belajar tentang disiplin militer. Nasser (Gammal Abdul Nasser, red) dan Sadat (Anwar Sadat, red) juga belajar pada Tanzhimul Jihad ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Apa Nasser dan Sadat yang kemudian jadi presiden Mesir itu bagian dari Ikhwanul Muslimin?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Mereka bagian dari militernya, bukan dari ideologi Ikhwanul Muslimin. Jadi mereka belajar aspek militernya. Ketika pada 1948 Israel mempermaklumkan sebagai negara maka terjadi perang. Nah, Tandhimul Jihad ini ikut perang, dan kelompok ini yang punya prakarsa-prakarsa. Waktu itu Mesir kan masih dibawah kerajaan Raja Faruk dan sistemnya masih perdana menteri, Nugrasi. Tapi akhirnya Arab kalah dan Israel berdiri. Kemudian Tandhimul Jihad balik lagi ke Mesir. Nah, dalam kelompok ini ada Taqiuddin Nabhani yang kemudian mendirikan Hizbut Tahrir. Jadi Taqiuddin itu awalnya bagian dari Ikhwanul Muslimin. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Namun antara Hasan Al-Banna dan Taqiuddin ini kemudian terjadi perbedaan. Hasan Al-Banna berprinsip kita terus melakukan perjuangan dan memperbaiki sumber daya manusia. Sedang Taqiuddin bersikukuh agar terus melakukan perjuangan bersenjata, militer. Taqiuddin berpendapat kekalahan Arab atau Islam karena dijajah oleh sistem politik demokrasi dan nasionalisme. Sedang Hasan Al-Banna berpendapat sebaliknya. Menurut dia, tidak masalah umat Islam menerima sistem demokrasi dan nasionalisme, yang penting kehidupan syariat Islam berjalan dalam suatu negara. Pada 1949 Hasan Al-Banna meninggal karena ditembak agen pemerintah dan dianggap syahid. Sedang Taqiuddin terus berkampanye di kelompoknya di Syria, Libanon dan Yordania.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Kemudian Tandhimul Jihad diambil alih Sayid Qutub, ideolognya Ikhwanul Muslimin. Ia dikenal sebagai sastrawan dan penulis produktif, termasuk tafsir yang banyak dibaca oleh kita di Indonesia. Nah, Sayid Qutub ini mendatangi Taqiuddin agar secara ideologi tetap di Ikhwanul Muslimin. Tapi Taqiuddin tidak mau karena ia beranggapan bahwa Ikhwanul Muslimin sudah masuk lingkaran jahiliyah. Ya, itu menurut Taqiuddin hanya gara-gara Ikhwanul Muslimin menerima nasionalisme. Akhirnya Taqiuddin mendirikan Hizbut Tahrir. Artinya, partai pembebasan. Maksudnya, pembebasan kaum muslimin dari cengkraman Barat dan dalam jangka dekat membebaskan Palestina dari Israel. Itu pada mulanya. Ia mengonsep ideologi khilafah Islamiyah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Lantas?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Nah, karena ia berideologi khilafah Islamiyah, sementara di negaranya sendiri telah berdiri negara nasional, maka akhirnya berbeda dengan masyarakatnya. Di Lebanon, sudah berdiri negara nasionalis yang multi karena rakyatnya terdiri dari banyak agama, undang-undangnya sesuai jumlah penduduknya, misalnya, presidennya, harus orang Kristen Maronit, Perdana Menterinya harus orang Islam Sunni, ketua parlemennya harus orang Islam Syiah. Di Syiria juga telah menjadi negara sosialis, begitu juga Yordania telah berdiri sebagai negara sesuai kondisi masyarakatnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Akhirnya Hizbut Tahrir itu menjadi organisasi terlarang (OT) di negara asal berdirinya. Karena ia menganggap nasionalisme itu sebagai jahiliah modern. Namun meski menjadi organisasi terlarang Hizbut Tahrir tetap bekerja dan menyusup ke tentara, ke berbagai organisasi profesi dan masuk juga ke parlemen. Hizbut Tahrir masuk ke partai politik dengan menyembunyikan identitasnya. Dari situlah kemudian terjadi upaya-upaya untuk melakukan kudeta terhadap pemerintah yang sah pada jaman Raja Husen. Sehingga sebagian anggota Hizbut Tahrir diajukan ke pengadilan dan dihukum mati. Sampai sekarang Hizbut Tahrir masih jadi organisasi terlarang di Yordania.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Bagaimana sejarahnya sampai ke Indonesia?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Mereka mengembangkan ke sini melalui mahasiswa yang belajar di Mesir. Pola ikhwan dikembangkan, pola Salafy dan pola Hizbut Tahrir dikembangkan. Tapi antara Ikhwan, Salafy dan Hizbut Tahrir secara ideologi bertemu, ada kesamaan. Mereka sama-sama ingin menerapkan formalisasi syariat Islam. Hanya bedanya, kalau Salafy cenderung ke peribadatan, atau dalam bahasa lain mengislamkan orang Islam, karena dianggap belum Islam. Dan target utamanya NU karena dianggap sarangnya bid&#8217;ah.ha.ha.ha.. Bisa saja kelompok Salafi, Hizbut Tahrir dan Ikwanul Muslimin membantah, tapi saya tahu karena saya telah berkumpul dengan mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Kalau Ikhwanul Muslimin?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Sama. Kelompok Ikhwanul Muslimin, menjadikan NU sebagai target. Mereka bergerak lewat mahasiswanya yang dinamakan usrah (keluarga). Usrah ini minimal 7 orang, dan maksimal 10 orang. Ini ada amirnya dan amir inilah yang bertanggungjawab terhadap kelompok. Bagaimana mengatasi kebutuhan kehidupan sehari-hari terpenuhi, misalnya kalau ada anggota yang kesulitan bayar SPP. Jadi mereka tak hanya bergerak di bidang politik, tapi juga bidang-bidang lain. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Nah, kelompok inilah yang kemudian menamakan diri sebagai Tarbiyah yang bermarkas di kampus-kampus seperti Unesa dan sebagainya. Kelompok Tarbiyah inilah yang menjadi cikal bakal PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Mereka umumnya alumni Mesir, Syiria atau Saudi. Kelompok ini masih agak moderat karena masih mau menerima negara nasional. Tapi substansi perjuangan formalisasi syariat sama dengan Hizbut Tahrir atau Salafi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Kalau dalam ideologi khilafah Islamiyah?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Hizbut Tahrir katemu dengan Salafy dan Ikhwanul Muslimin dalam soal formalisasi syariat. Tapi dari segi sistem khilafahnya tidak ketemu. Sebab khilafah Islamiyah itu dianggap utopia. Misalnya bagaimana denganya system Syuronya, apakah meniru sistem Turki Utsmani yang diktator atau Umayah, itu masih problem. Tapi bagi Hizbut Tahrir yang penting khilafah Islamiyah. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"><br />
</span><strong><span style="font-size:13.5pt;">Apa saja program Hizbut Tahrir?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Mereka sampai kini punya konstitusi yang terdiri dari 187 pasal. Dalam konstitusi ini ada program-program jangka pendek. Yaitu dalam jangka 13 tahun, menurut Taqiuddin, sejak berdiri 1953, Negara Arab itu sudah harus jadi sistem Islam dan sudah ada khalifah. Taqiuddin juga menarget, setelah 30 tahun dunia Islam sudah harus punya khalifah. Tapi kalau kita hitung sejak tahun 1953 sampai sekarang kan tidak teralisir.he..he..he.. Jadi utopia, tapi mereka masih semangat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Bagaimana sejarah Hizbut Tahrir ke Indoneisia?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Itu melalui orang Libanon. Namanya Abdurrahman Al-Baghdadi. Ia bermukim di Jakarta pada tahun 80-an. Kemudian juga dibawa Mustofa bin Abdullah bin Nuh. Inilah yang mendidik tokoh-tokoh HTI di Indonesia seperti Ismail Yusanto, tokoh-tokoh Hizbut Tahrir sekarang. Tapi sebenarnya diantara mereka ada friksi. Karena tokoh-tokoh HTI yang sekarang merasa dilangkahi oleh Ismail Yusanto ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Bagaimana gerakan mereka di Indonesia?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ini anehnya. Di Indonesia mereka terus terang menganggap Pancasila jahiliah. Nasionalisme bagi mereka jahiliah. Tapi reformasi kan memberi angin kepada kelompok-kelompok ini sehingga dibiarkan saja. Dan tidak ada dialog. Akhirnya mereka memanfaatkan institusi (seolah-olah) &#8220;mendukung&#8221; pemerintah untuk mempengaruhi MUI (Majelis Ulama Indonesia). Tapi mereka taqiah (menyembunyikan agenda perjuangan aslinya), sebab mereka menganggap Indonesia itu sebenarnya jahiliah. Taqiah itu ideologi Syiah tapi dipakai oleh mereka. Nah, bagaimana respon tokoh Hizbut Tahrir? Ikuti lanjutan serial ini besok dan seterusnya (bersambung).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">B. BOLEH CIUM PEREMPUAN BUKAN MUHRIM: MENEROPONG <span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"><span> </span>PERGERAKAN HIZBUT <span> </span>TAHRIR (2) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Pada edisi kemarin disebutkan, Taqiuddin menolak Ikhwanul Muslimin karena menerima nasionalisme. Akhirnya dia mendirikan Hizbut Tahrir. Taqiuddin mengonsep ideologi khilafah Islamiyah. Seperti apa idelogi itu? Bagaimana sejarahnya bisa sampai ke Indonesia? Berikut lanjutan wawancara HARIAN BANGSA dengan KH Imam Ghazai Said, MA, cendekiawan muslim yang banyak mengamati gerakan Islam radikal.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Lantas?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Nah, karena ia berideologi khilafah Islamiyah, sementara di negaranya sendiri telah berdiri negara nasional, maka akhirnya berbeda dengan masyarakatnya. Di Lebanon, sudah berdiri negara nasionalis yang multi karena rakyatnya terdiri dari banyak agama, undang-undangnya sesuai jumlah penduduknya, misalnya, presidennya, harus orang Kristen Maronit, Perdana Menterinya harus orang Islam Sunni, ketua parlemennya harus orang Islam Syiah. Di Syiria juga telah menjadi negara sosialis, begitu juga Yordania telah berdiri sebagai negara sesuai kondisi masyarakatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Akhirnya Hizbut Tahrir itu menjadi organisasi terlarang (OT) di negara asal berdirinya. Karena ia menganggap nasionalisme itu sebagai jahiliah modern. Namun meski menjadi organisasi terlarang Hizbut Tahrir tetap bekerja dan menyusup ke tentara, ke berbagai organisasi profesi dan masuk juga ke parlemen.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Hizbut Tahrir masuk ke partai politik dengan menyembunyikan identitasnya. Dari situlah kemudian terjadi upaya-upaya untuk melakukan kudeta terhadap pemerintah yang sah pada jaman Raja Husen. Sehingga sebagian anggota Hizbut Tahrir diajukan ke pengadilan dan dihukum mati. Sampai sekarang Hizbut Tahrir masih jadi organisasi terlarang di Yordania.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Bagaimana sejarahnya sampai ke Indonesia?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Mereka mengembangkan ke sini melalui mahasiswa yang belajar di Mesir. Pola ikhwan dikembangkan, pola Salafy dan pola Hizbut Tahrir dikembangkan. Tapi antara Ikhwan, Salafy dan Hizbut Tahrir secara ideologi bertemu, ada kesamaan. Mereka sama-sama ingin menerapkan formalisasi syariat Islam. Hanya bedanya, kalau Salafy cenderung ke peribadatan, atau dalam bahasa lain mengislamkan orang Islam, karena dianggap belum Islam. Dan target utamanya NU karena dianggap sarangnya bid&#8217;ah.ha.ha.ha.. Bisa saja kelompok Salafi, Hizbut Tahrir dan Ikwanul Muslimin membantah, tapi saya tahu karena saya telah berkumpul dengan mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Kalau Ikhwanul Muslimin?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Sama. Kelompok Ikhwanul Muslimin, menjadikan NU sebagai target. Mereka bergerak lewat mahasiswanya yang dinamakan usrah (keluarga). Usrah ini minimal 7 orang, dan maksimal 10 orang. Ini ada amirnya dan amir inilah yang bertanggungjawab terhadap kelompok. Bagaimana mengatasi kebutuhan kehidupan sehari-hari terpenuhi, misalnya kalau ada anggota yang kesulitan bayar SPP. Jadi mereka tak hanya bergerak di bidang politik, tapi juga bidang-bidang lain. Nah, kelompok inilah yang kemudian menamakan diri sebagai Tarbiyah yang bermarkas di kampus-kampus seperti Unesa dan sebagainya. Kelompok Tarbiyah inilah yang menjadi cikal bakal PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Mereka umumnya alumni Mesir, Syiria, atau Saudi. Kelompok ini masih agak moderat karena masih mau menerima negara nasional. Tapi substansi perjuangan formalisasi syariat sama dengan Hizbut Tahrir atau Salafi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Kalau dalam ideologi khilafah Islamiyah?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Hizbut Tahrir katemu dengan Salafy dan Ikhwanul Muslimin dalam soal formalisasi syariat. Tapi dari segi sistem khilafahnya tidak ketemu. Sebab khilafah Islamiyah itu dianggap utopia. Misalnya bagaimana denganya system Syuronya, apakah meniru sistem Turki Utsmani yang diktator atau Umayah, itu masih problem. Tapi bagi Hizbut Tahrir yang penting khilafah Islamiyah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Apa saja program Hizbut Tahrir?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Mereka sampai kini punya konstitusi yang terdiri dari 187 pasal. Dalam konstitusi ini ada program-program jangka pendek. Yaitu dalam jangka 13 tahun, menurut Taqiuddin, sejak berdiri 1953, Negara Arab itu sudah harus jadi sistem Islam dan sudah ada khalifah. Taqiuddin juga menarget, setelah 30 tahun dunia Islam sudah harus punya khalifah. Tapi kalau kita hitung sejak tahun 1953 sampai sekarang kan tidak teralisir.he..he..he.. Jadi utopia, tapi mereka masih semangat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Bagaimana sejarah Hizbut Tahrir ke Indoneisia?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Itu melalui orang Libanon. Namanya Abdurrahman Al-Baghdadi. Ia bermukim di Jakarta pada tahun 80-an. Kemudian juga dibawa Mustofa bin Abdullah bin Nuh. Inilah yang mendidik tokoh-tokoh HTI di Indonesia seperti Ismail Yusanto, tokoh-tokoh Hizbut Tahrir sekarang. Tapi sebenarnya diantara mereka ada friksi. Karena tokoh-tokoh HTI yang sekarang merasa dilangkahi oleh Ismail Yusanto ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Bagaimana gerakan mereka di Indonesia?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ini anehnya. Di Indonesia mereka terus terang menganggap Pancasila jahiliah. Nasionalisme bagi mereka jahiliah. Tapi reformasi kan memberi angin kepada kelompok-kelompok ini sehingga dibiarkan saja. Dan tidak ada dialog. Akhirnya mereka memanfaatkan institusi (seolah-olah) &#8220;mendukung&#8221; pemerintah untuk mempengaruhi MUI (Majelis Ulama Indonesia). Tapi mereka taqiah (menyembunyikan agenda perjuangan aslinya), sebab mereka menganggap Indonesia itu sebenarnya jahiliah. Taqiah itu ideologi Syiah tapi dipakai oleh mereka. (bersambung)</span></p>
<h4 style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span class="judul"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">C. </span></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">ABU JAHAL JUGA BERJENGGOT DAN BERSORBAN: </span></h4>
<h4 style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"><span> </span>MENEROPONG PERGERAKAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA (3)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></h4>
<h4 style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;">Lalu bagaima cara Hizbut Tahrir merealisasikan kepentingan politiknya?</span></h4>
<h4 style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Meski bernama partai, Hibut Tahrir, tak bisa ikut pemilu. Hizbut Tahrir membentuk beberapa tahapan dalam menuju pembentukan khilafah Islamiah. Pertama, taqwin asyakhsyiah islamiah, membentuk kepribadian Islam. Mereka pakai sistem wilayah, karena gerakan mereka internasional. Jadi untuk Indonesia wilayah Indonesia. Tapi sekarang pusatnya tak jelas, karena di negaranya sendiri sangat rahasia. Mereka dikejar-kejar karena Hizbut Tahrir ini organisasi terlarang. Tapi mereka sudah ada di London, Austria, di Jerman dan sebagainya.</span></h4>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Siapa tokoh internasionalnya itu?</span></strong></p>
<h4 style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Nah itu rahasia. Tapi di sini mereka terbuka karena Indonesia memberi peluang. Ada Ismail Yusanto dan sebagainya, jadi bisa muncul di media massa. Nah, dari taqwin syahsyiah islamiah ini bagaimana bisa mengubah ideology nasionalis menjadi internasionalis Islam. Mereka <em>pertama</em>, agresif, jadi terus menyerang. Karena itu orang-orang NU didatangi, termasuk kiai-kiainya didatangi oleh mereka. <em>Kedua</em>, attau&#8217;iyah, penyadaran. <em>Ketiga</em>, at-ta&#8217;amul ma&#8217;al ummah, interaksi dengan masyarakat secara keseluruhan. Mereka membantu kepentingan-kepentingan. Saya dengar di Surabaya, di Unair dan ITS saja, dalam urunan mereka bisa menghasilkan uang Rp 30 juta tiap bulan. <em>Keempat</em>, harkatut tatsqif, gerakan intelektualisasi. Ini diajari bagaimana menganalisa hubungan internasional, mempelajari kejelekan-kejelekan ideologi kapitalisme. Pokoknya yang ideologi modern itu mereka serang semua. Mereka melontarkan Islam sebagai solusi atau alternatif.</span></h4>
<h4 style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Ini beda dengan Ikhwanul Muslimin dan Tarbiah Islamiah yang kemudian menjelma sebagai PKS. Sebab Ikhwanul Muslimin agak fleksibel. Kasus di Syria, di bawah Mustofa as-Syiba&#8217;i, ketika ideologi pemerintahannya sosialisme, mereka ikut sosialis. Ia mencari landasan hukum bahwa sosialisme itu benar menurut Islam. Maka Mustofa as-Syiba&#8217;i menulis buku Istiroqiyah Islamiah, jadi sosialisme Islam.<br />
</span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"><br />
Tapi Hizbut Tahrir di Indonesia kan pendukung PKS?</span></h4>
<h4 style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Kalau dukungan iya, tapi secara formal mereka tidak. Ya, mungkin ada kesamaan dalam perjuangan yang terbatas.</span></h4>
<h4 style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></h4>
<h4 style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Lalu tahapan apalagi?</span></h4>
<h4 style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Yang terakhir, at-taqwin daulah islamiah, membentuk Negara Islam. Sarananya apa? Biwasailil jihad, dengan sarana jihad. Jadi bagi negara nasional, gerakan mereka, menurut saya, bahaya. Karena gerakan kelanjutnya adalah istilamul hukmi, merebut kekuasaan. Meskipun utopia tapi kalau mereka pakai cara-cara kekerasan, kan berat. Karena mereka didoktrin dan pengikutnya muda-muda semua. Misalnya, mahasiswa semester 2 atau 3. Bahkan santri saya datang ke saya, ia bilang diajak Hizbut Tahrir. Saya persilakan. Tapi saya sendiri pernah diprotes oleh Hizbut Tahrir.</span></h4>
<h4 style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;font-weight:normal;"><br />
</span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"><br />
Kenapa?</span></h4>
<h4 style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Saya kan pernah bilang, bahwa pendapat ijtihadi Hizbut Tahrir ada yang kontroversial. Misalnya pendapat fiqhnya menyatakan bahwa anggota Hizbut Tahrir itu sebenarnya boleh non-muslim. Ini kan kontroversi. Kemudian, menurut Hizbut Tahrir, perempuan boleh jadi anggota parlemen. Kalau di Arab ini kontroversi. Lalu juga &#8211; menurut Hizbut Tahrir &#8211; boleh melihat film porno. Kemudian, ini yang menarik, menurut Hizbut Tahrir, boleh mencium perempuan bukan muhrim, baik syahwat maupun tidak syahwat. Begitu juga salaman dengan perempuan, boleh.</span></h4>
<h4 style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Tapi mereka (aktivis Hizbut Tahrir) membantah. Waktu di NU Centre, mereka membantah karena saya menyatakan menurut paham Hizbut Tahrir boleh salaman dengan perempuan bukan muhrim. Mereka tanya, masak Hizbut Tahrir membolehkan ciuman dengan cewek bukan muhrim. Padahal setelah saya lihat dalam buku mereka ini (Imam Ghazali Said menunjukkan buku) memang boleh.</span></h4>
<h4 style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Berikutnya, perempuan boleh berpakaian celana yang untuk kawasan Timur Tengah dianggap kontroversi. Juga boleh orang kafir menjadi panglima di Negara Islam, bahkan jadi khalifah sekalipun, asal dia taat pada undang-undang Islam. Kemudian juga boleh umat Islam membayar jizyah (pajak) kepada negara kafir dalam kondisi umat Islam belum kuat.<br />
</span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"><br />
Respon mereka?</span></h4>
<h4 style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Lha, ini nggak benar, kata mereka. Kata mereka, yang bicara begini ini harus Hizbut Ttahrir. Lalu saya bilang, saya kan punya data autentik. Ini tulisan syaikh Anda sendiri, Taqiuddin Nabhani (pendiri Hizbut Tahrir). Daulah Islamiyah. Saya sebagai guru kan tak boleh bohong. Sekarang mahasiswa tak bisa dibohongi. Mereka bisa akses informasi kemana-mana sehingga kita tak bisa nutup-nutupi. Katanya mereka (aktivis Hizbut Tahrir) mau kesini, mau lihat buku ini. Saya bilang boleh, tapi cukup difoto kopi. Kalau buku ini dibawa jangan, nanti hilang.</span></h4>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Apa kira-kira dasar Hizbut Tahrir membolehkan cium cewek segala itu?</span></strong></p>
<h4 style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Di sini tak dijelaskan alasannya. Tapi perkiraan saya agar orang Islam dapat dukungan dalam mendirikan khilafah, maka tak boleh terlalu ketat. Tapi menurut saya sampai sekarang belum ada tanda-tanda mereka akan bias mendirikan khilafah. Karena kalau terlalu ketat mereka tak bisa mendapat dukungan internasional. Padahal mereka orientasinya internasional. Karena itu kampanye mereka sekarang tidak boleh mengkafirkan sesama muslim. Padahal ideologinya mereka kafirkan. Nasionalisme mereka kafirkan (bersambung)</span></h4>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">D. NU DIANGGAP MASUK NERAKA: MENEROPONG PERGERAKAN HIZBU TAHRIR </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> (4)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Bagaimana pandangan mereka soal fiqh?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ada</span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> pemikiran begini. Apakah negara yang pakai sistem jahiliah itu perlu fiqh. Padahal fiqh itu adalah hukum Islam yang harus dilaksanakan dalam pemerintahan yang Islam. Ini terjadi perdebatan antara Sayid Qutub dan Wahba Zuhaili. Dr Wahbah ini orang Syria yang kitabnya jadi kutub muktabarah di NU. Dalam ICIS tempo hari Wahba ini datang. Sayid Qutub ini asalnya kan seorang hakim. Tapi, ketika dia masih jadi hakim ia masih menganggap penting system khlafah.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Menurut Sayid Qutub dan Taqiuddin Nabhani, fiqh tidak perlu dipelajari atau dipraktikkan sepanjang suatu negara belum melaksanakan sistem Islam. Sedang Wahba Zuhaili menganggap bahwa fiqh adalah suatu keniscayaan. Ini jadi polemik. Menurut Wahba, orang Islam harus belajar fiqh, baik negaranya Islam<br />
maupun tidak Islam. Jadi menurut Wahba tidak hanya sistem pemerintahan saja, tapi bagaimana orang nikah, orang salat, muamalah, semua itu kan fiqh yang ngatur. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Tapi menurut Sayid Qutub dan Taqiuddin Nabhani tidak perlu itu. Yang penting bagaimana memperjuangkan menegakkan pemerintahan Islam, baru setelah itu fiqh. Karena itu meski buku-buku atau tulisan Sayid Qutub banyak tapi tak ada fiqhnya. Semua buku-buku dia bernuansa politik. Misalnya pertarungan Islam dan kapitalisme dan sebagainya.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;">
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Dari penjelasan Anda ini tampak bahwa aktivis HTI sendiri kemungkinan banyak yang belum paham tentang pemikiran Taqiuddin Nabhani sebagai pendirinya?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Begini. Mereka itu ada jubirnya, jadi informasi dan pemikiran yang keluar diatur. Jadi referensi mereka tidak terbuka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Berarti ada beberapa pemikiran yang disembunyikan bagi pengikutnya?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ya, padahal kondisi sekarang kan sudah tidak bisa model begitu. Seperti saya kan tidak bisa mengelabuhi mahasiswa saya. Karena mahasiswa saya bias mengakses literatur primer. Kecuali anggotanya bodoh-bodoh. Kan kasihan kalau anggotanya bodoh-bodoh. Karena itu ketika saya menyampaikan informasi yang benar dari sumber primer lalu dikira keliru oleh mereka. Ya, ndak bisa, wong saya punya sumber primer. Mereka katanya mau melihat sumber primer ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Maksudnya sengaja disembunyikan?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Bisa saja dianggap aib dan kalau itu dimunculkan pasarnya bisa tidak laku. Karena itu disembunyikan. Tapi pada era sekarang mana bisa disembunyikan. Lha,wong, di tiga negara, di Libanon, Syria dan Yordan, Hizbut Tahrir itu jadi organisasi terlarang. Di Mesir juga jadi organisasi terlarang karena mau menggulingkan pemerintahan yang sah. Jadi mereka gampang terseret pada aksi kekerasan. Karana itu anak-anak muda NU jangan mudah terprovokasi ikut mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Tapi dalam hal-hal tertentu kan ada juga beberapa kesamaan dengan NU?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ya, mungkin ada kesamaan. Qur&#8217;annya satu, Nabinya satu (Muhammad), karena itu kita tak bisa saling menyesatkan sebab masing-masing punya pandangan keagamaan yagn berbeda. Jadi ada hal yang sama dan ada hal yang beda. Artinya, bidang-bidang yang dikerjakan NU ya serahkan kepada NU, sedang bidang-bidang bagian mereka ya serahkan mereka. Ini tidak akan berbenturan. Jadi jangan mencaplok. Sudahlah yang bagian khilafah sampean (Hizbut Tahrir), carilah pengikut tapi jangan di NU. Mestinya orang-orang kafir diupayakan jadi basis pendukung, misalnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Kalau kelompok Salafi?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Mereka bergerak dalam bidang pendidikan. Misalnya LPBA (Lembaga Pendidikan Bahasa Arab) yang sekarang menjadi Lembaga Ilmu Keislaman cabang dari Jamiatul Imam Riyadh (Maksudnya LIPIA). Ini dibiayai dari sana sangat besar. Sebenarnya orang-orang seperti Ulil (Ulil Abshar Abdalla, red), Imdad dan sebagainya alumni LPBA ini. Nah, mereka ketemu dengan Rofik Munawar yang dulu ketua PKS Jawa Timur. Anis Matta (sekjen PKS) itu juga teman Ulil di LPBA. Mereka dulu alumni situ. Hanya saja ada yang kemudian terbawa dan larut dalam salafi seperti Anis Mattta, tapi ada yang nggak, ya kayak Ulil itu. Kalau Anis Matta terbawa Salafi, tapi pola politiknya ikut Ikhwanul Muslimin.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Kelompok Salafi ini sangat puritan. Jadi tahlilan, dibaan, ziarah kubur, mereka sangat tidak mau. Mereka menganggap itu syirik. Nah, disinilah, dalam bidang peribadatan itu, kelompok PKS ketemu dengan Salafi.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Sedang orang-orang seperti Ulil, Imdad dan anak-anak pesantren yang sekolah di LPBA melakukan pemberotakan. Mereka menganggap (paham Salafy) itu tak cocok dengan budaya saya (Ulil cs) yang NU. Akhirnya mereka melanjutkan ke ilmu-ilmu filsafat, sosial dan sebagainya, termasuk belajar ke Magnez Suseno di Driyarkara. Kemudian berkomunikasi dengan Nurcholis Madjid, ketika Nurcholis masih ada (hidup). Nah, dalam diri Ulil cs ini kemudian terbentuklah suatu sosok yang berasal dari pola radikal (Salafy), ketemu dengan ilmu-ilmu sosial, ketemu dengan Nurcholis Madjid, ketemu dengan Gus Dur dan sebagainya. Jadi mereka ini meramu dari berbagai unsur itu sehingga jadilah orang seperti Ulil, Hamid Basyaib, Luthfi Syaukani, Muqsith dan sebagainya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Apa ada kesamaan dalam soal simbol-simbol pakaian di antara mereka?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ya, memang ada kesamaan, baik kelompok Hizbut Tahrir, Tarbiah (PKS) maupun Salafy. Misalnya pakai celana cingkrang, berjenggot dan sebagainya. Tapi semua kelompok ini sama menyerang NU.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">O, ya bagaima sebenarnya sebenarnya soal pakaian itu menurut Islam?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Menurut mereka, Nabi itu jenggotan. Abdul Aziz, tokoh Salafy, itu menulis tentang membiarkan jenggot. Menurut dia, kalau orang mencukur jenggot dianggap tabi&#8217;ul hawa, mengikuti hawa nafsu. Jadi menurut mereka memahami sunnah Rasul itu apa saja diikuti, termasuk cara berpakaian. Tapi kalau NU kan tidak begitu cara memahami sunnah Rasul. Paling tidak, NU terdidik memahami sunnah Rasul itu dalam arti substantif, misalnya soal peribadatan. Tapi kalau soal pakaian kalangan NU yang terdidik menganggap itu sebagai budaya. Misalnya soal sorban. Nabi memang bersorban tapi harus diingat Abu Jahal dulu juga sorbanan.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Begitu juga soal jenggot. Kalangan NU terdidik menganggap itu sebagai budaya. Karena Abu Jahal pun juga jenggotan. Masak orang nggak punya jenggot disuruh memelihara jenggot. Ada orang yang jenggotnya hanya tiga helai atau tiga lembar itu disuruh pelihara..kan lucu.ha.ha.ha.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Kalau soal celana mereka yang cingkrang?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Kan</span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> ada dalam hadits Nabi bahwa kalau pakaian orang itu nglembreh ke kakinya dianggap huyala, sombong. Padahal dulu pakaian Abu Bakar juga ngelembreh, panjang ke bawah tapi tidak dianggap sombong. Waktu itu Abu Bakar tanya, apakah saya ini juga dianggap sombong karena pakaian saya ngelembreh. Lalu dijawab, o, tidak, karena Abu Bakar memang tidak sombong, meski pakaiannya<br />
nglembreh. Karena tubuh Abu Bakar kurus, jadi sudah wajar kalau pakaiannya dipanjangkan sampai nglembreh.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Karena itu menurut kalangan NU, pakaian itu dianggap sebagai budaya. Masak orang pakai kopyah hitam dianggap bid&#8217;ah hanya karena Nabi tak pernah pakai kopyah hitam. Kan waktu itu belum ada perusahaan kopyah Gresik ha.. .ha… Nah, disini lalu semua menyerang NU. Jadi mereka semua, Hizbut Tahrir, Tarbiyah dan Salafy itu sama menyerang NU. Menurut mereka, yang dimaksud ahlussunnah itu adalah versi Ibnu Taymiah, bukan paham versi Asy&#8217;ari. Dalam buku-buku mereka paham Asy&#8217;ari itu dianggap sesat. Padahal NU kan menganut paham Asy&#8217;ari.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Tentang jihad untuk Negara nasional, ada yang berpendapat, kalau niat mereka untuk dakwah, kenapa mereka kok tidak merekrut komunitas lain yang belum beragama, misalnya. Kalau jamaah NU kan hasil jerih payah para wali songo dan ulama kultural, kenapa mereka tidak cari kreasi sendiri agar tidak menimbulkan konflik sesama umat Islam?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ya, karena mereka mau mengislamkan orang Islam. Jadi kita yang sudah Islam ini harus diislamkan lagi.ha.ha..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Jadi iman umat Islam masih perlu diadili. Berarti mereka merasa paling Islam?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">O, ya, mereka memang merasa paling Islam. Karena itu harus kita pahami itu. Kalau sikap saya tetap harus moderat. Sepanjang mereka tidak menyerang kita ya kita nggak apa-apa. Tapi mereka menyerang kita, ya kita harus melawan. Karena itu di beberapa tempat seperti di NTT, Jember, kita lawan karena mereka sudah menyerang kita. Di Purwokerto misalnya orang NU dianggap sesat. Saya kan kesana, orang NU di sana dianggap dlalal finnar, masuk neraka, ha&#8230; ha&#8230; ya kelompok salafi itu. Jadi, yang menyerang NU dalam peribadatan itu kelompok salafi, sedang yang menyerang NU dari segi politik kelompok Hizbut Tahrir dan Tarbiyah (PKS). Jadi orang NU itu harus sadar, bahwa sekarang mereka diserang dari berbagai arah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Jadi secara paradigmatik maupun aksi memang beda sekali dengan NU?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Sejak Gus Dur mimpin NU kan membuka cakrawala baru di kalangan anak-anak muda NU. Gus Dur mengevaluasi bahwa formalisasi syariat ternyata selalu gagal, karena itu Gus Dur membuka wacana baru Islam sebagai etika soial. Dan ini kemudian menjadi gaung NU sampai sekarang, walau belakangan NU diutik dengan formalisasi syariat. Tapi Pak Hasyim Muzadi dalam berbagai wawancara menyatakan tidak memperjuangkan Islam seperti teksnya tapi yang diperjuangkan adalah ruhnya. Bisa saja KUHP seperti sekarang tapi ruh Islam ada di situ. Nah, dalam hal ini pengaruh Gus Dur sangat besar.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Tapi di struktural NU sekarang kan dilakukan pembersihan terhadap kelompok-kelompok Gus Dur. Di Lakpesdam, Imdad (M Imaduddin Rahmat, red) bilang kepada saya bahwa dia hanya ditaruh sebagai pemimpin redaksi Tashwirul Afkar. Tapi di struktur Lakpesdam ia sudah tak masuk. Tapi untuk membersihkan orang-orang Gus Dur secara total tidak bisa. Karena pengurus NU yang pandai-pandai adalah &#8220;didikan&#8221; Gus Dur. Paling tidak, secara visi keagamaan sama karena sebelumnya pernah lama berinteraksi dengan Gus Dur. Misalnya Endang Turmudzi, Sekjen PBNU. Dia kan orang LIPI. Kemudian Nazaruddin Umar, Katib Aam Syuriah. Nah, ketika berhubungan dengan dunia internasional, kelompok-kelompok &#8220;didikan&#8221; Gus Dur inilah yang bias berkomunikasi. Jadi meski mereka ini dibenci tapi tetap dibutuhkan. Misalnya ada Masdar dan sebagainya. Dan mereka inilah yang mengerti persoalan yang dihadapi NU ke depan dalam menghadapi kelompok-kelompok Islam radikal itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"><br />
</span><strong><span style="font-size:13.5pt;">Bisa dijelaskan soal NU dalam konteks negara nasional?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">NU fiqh mainded. Fiqh siyasi (politik) di NU kurang berkembang. Fiqh yang dikembangkan NU adalah fiqh dalam kontek negara nasional. Ketika Kiai Hasyim Asy&#8217;ari (pendiri NU, red) mengeluarkan fatwa resolusi jihad Negara Indonesia dalam kondisi bukan negara agama. Karena saat itu kalimat menjalankan syariat Islam sudah dihapus kemudian Belanda datang lagi akhirnya Kiai Hasyim Asy&#8217;ari mengeluarkan fatwa jihad. Jadi Negara yang dipertahankan waktu itu negara &#8220;sekuler&#8221; kan. Jadi NU tak bisa lepas dari Negara nasionalis atau sebagai nasionalis. Nah, fatwa jihad Kiai Hasyim itu merupakan fatwa pertama di dunia Islam yang mempertahankan Negara nasionalis. Belum ada ketika itu ulama yang berfatwa kewajiban jihad untuk mempertahankan negara nasionalis. Jadi Kiai Hasyim Asy&#8217;ari itu pelopor pertama.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Apa kira-kira dasar pemikirannya?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Mungkin bagi Kiai Hasyim yang terpenting Indonesia merdeka dulu. Apalagi bangsa Indonesia mayoritas umat Islam. Ini yang harus diutamakan. Jadi Kiai Hasyim membuat fatwa untuk mengusir penjajah dan mempertahankan Negara nasional. Nah, ini bagi wacana pemikiran internasional seperti orang-orang yang menginginkan sistem kahalifah kontroversi.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Perjuangan NU berikutnya, dalam sejarahnya, seluruhnya selalu terkait dengan negara. Soekarno, misalnya, diberi gelar waliyul amri dlaruri bissyaukah. Jadi pemerintah darurat yang mempunyai kekuatan. Ini asalnya kan diberi oleh konfrensi ulama di Cipanas 1954. Kemudian pada 1956 oleh NU dianggap sah. Ini artinya apa? Karena dikaitkan dengan fiqh? Sebab perempuan yang tidak punya wali dalam pernikahan walinya harus Sulthon. Padahal hadits as-sultonu waliyu man laa waliya lah. Sulthon itu adalah wali bagi orang yang tak punya wali. Kalau Sulthon ini tidak diberi legitimasi sesuai syariat kan tidak sah Sulthon ini. Jadi ini terkait dengan fiqh maka negara walau sekuler harus diakui sah menurut syariah. Nah, cara berpikir ini saya kira cerdas. Kalau nggak gimana. Sulthon itu siapa, padahal kalau orang kawin harus mencatatkan diri ke situ. Nah, itulah NU.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Tapi ini kemudian disalahpahami oleh kelompok Islam modernis. Dikira NU itu oportunis pada negara karena memberi legitimasi. Padahal sebenarnya ini terkait dengan fiqh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Faktor lain?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Faktor kedua memang pada tahun 50-an itu Kartosuwirjo sedang mengadakan pemberontakan. Nah, pemberian gelar <em>waliyul amri dharuri bi asy-syaukah</em> itu sebagai legitimasi pada Soekarno agar bisa mengatasi gerakan pemberontakan itu. Tapi inti NU itu sebenarnya pada fiqh urusan perkawinan tadi itu, bukan pada fiqh siyasahnya (politik). Selanjutnya perjuangan NU terus berkait dengan negara nasionalisme. Ini yang harus dipahami oleh kelompok-kelompok baru ini seperti Hizbut Tahrir dan sebagainya itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;">
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">E. AMIR-NYA DI INDONESIA: MENEROPONG PERGERAKAN HIZBUT TAHRIR </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> INDONESIA (5)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"><br />
Dengan demikian, bisa dijelaskan perbedaan antara NU dan HTI?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ya. NU berdiri tahun 1926 dalam proses menuju pembentukan negara Indonesia. Sedang Hizbut Tahrir (HT) berdiri ketika nation state di tempat ia berdiri telah terbentuk, yaitu tahun 1953. Dari segi latar belakang waktu yang berbeda ini, dipahami bahwa sejak awal NU memberi saham besar terhadap pembentukan nation state yang kemudian menjadi negara Indonesia merdeka. Sedang HT berhadapan dengan negara yang sudah terbentuk. Maka wajarlah, jika HT menganggap bahwa nasionalisme itu sebagai jahiliyah. Karena mereka anggap menjadi penghalang dari pembentukan internasionalisme Islam, apalagi nasionalisme tersebut tidak memberlakukan syariat Islam dan lebih banyak mengadopsi sistem hukum sekuler Barat. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">NU menerima sistem hukum penjajah dalam keadaan darurat. Karena negara tidak boleh kosong dari hukum. Selanjutnya, NU berjuang agar hukum yang berlaku di negara ini bias menjadikan fikih sebagai salah satu sumber dari hukum nasional kita. Dari situ, NU ikut ambil saham dalam penerapan UU Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang saat ini berlaku di Indonesia. Tentu HT belum punya saham dalam memperjuangkan hukum Islam di negara nasional ini, sehingga tidak logis jika HT langsung menentang negara nasional ini gara-gara tidak memberlakukan syariah Islam secara kaffah. Jadi, perjuangan NU dalam menegakkan syariah baik sebagai etika sosial maupun sebagai hukum formal tidak bias diletakkan di luar NKRI. Karena NKRI ini didapat dengan perjuangan para syuhada yang gugur pada prakemerdekaan maupun pascakemerdekaan. Pendek kata, NU tidak bisa terpisah dari negara nasional ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Mestinya, suatu ormas dapat diakui legal di negara ini harus terdaftar di Depkum HAM. Apakah ini berlaku bagi HTI?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Nah itu masalahnya. Saya tidak tahu. Yang jelas, HTI dapat leluasa melakukan kegiatan pascareformasi. Tapi jika dilihat dari semua kegiatan yang dilakukan, tampaknya HTI belum mengantongi izin sebagai ormas. Karena jika nanti dipelajari tujuan berdirinya ormas ini oleh pemerintah, pasti ormas ini dilarang karena menentang konstitusi negara. Hal seperti itu yang terjadi di Yordan, Syiria, Libanon, Malaysia, dan lain-lain. Jadi, HT di semua negara itu menjadi organisasi bawah tanah. Indikator ini tampaknya ada di Indonesia. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Buktinya, tidak jelas siapa Amirnya. Yang tampak itu Ismail Yusanto sebagai juru bicara. Atau di Jawa Timur itu siapa Amirnya? Yang kelihatan dr Usman sebagai humas atau jubirnya. Jabatan ketua DPD I, DPD II HTI, itu sebenarnya kamuflase untuk mengelabui agar diakui sebagai ormas yang legal. Kalau tujuannya menentang konstitusi negara, bagaimana mungkin bias diakui? Tapi saya tidak tahu. Barangkali sudah mengantongi izin. Ini yang perlu dijelaskan oleh HTI dan pemerintah. Realitanya, sistem sel seperti yang terjadi di Yordan, Mesir, Sudan, dan lain-lain juga berlaku di sini. Di sini mestinya pemerintah cermat.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Namun saya yakin, BIN sudah tahu masalah ini, tapi sengaja dibiarkan. Semua yang saya jelaskan itu berdasarkan sumber-sumber primer tulisan pendiri dan aktifis HT di Yordan, Palestina, Syiria, Libanon dan Mesir. Di antaranya Al Daulah al Islamiyah karya Taqiyuddin Nabhani, Kaifa Huddimat al Khilafah karya Abdul Qodim Zallum, dan lain-lain yang semuanya ada di Perpustakaan An-Nuur.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Harapan Anda pada HTI dan NU?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Antara NU dan HTI itu memang ada perbedaan prinsip, tapi ada juga kesamaan. Keinginan untuk melaksanakan ajaran Islam dalam semua aspek kehidupan itu sama antara keduanya. Hanya perbedaannya, adalah bagaimana cara merealisasikannya. NU lebih realistis, sedang HTI utopis. Lah, kapan khalifah seperti yang dicita-citakan itu akan muncul? Wong prediksinya yang katanya 30 tahun dari berdirinya HTI, sistem khalifah akan terbentuk di seluruh dunia Islam. Buktinya mana? Di Yordan saja masih jauh, apalagi di Indonesia. Karena itu, hal-hal yang sama mestinya bergerak secara koordinatif. Obyek dakwah yang sudah menjadi kaplingan NU, jangan diganggu. Apalagi itu jelas-jelas masjidnya NU, lembaga pendidikan NU, dan lain-lain. NU sendiri mestinya mampu merumuskan tujuan idealnya di negeri ini. Sekaligus merumuskan langkah-langkah realistis untuk mencapai tujuan itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Dalam hal ini, kita bisa berguru pada HTI dengan empat marhalah perjuangan HT yang populer itu. (takwin syakhsiyah islamiyah &#8211; pembentukan pribadi islami, taw&#8217;iyah penyadaran keislaman, tatsqif (intelekktualisasi), dan takwinud daulah pembentukan negara khilafah atau populer juga dengan istilah taslimul hukm &#8211; merebut kekuasaan). Ke depan, saya mengharap, HTI berhenti dan tidak mengganggu obyek-obyek dakwah NU. Jika tidak, NU akan melawan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Kalau begitu, HT tidak boleh mempunyai aset?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Ya pasti. Karena di Indonesia baru berkembang dan legalitasnya masih dipertanyakan. Mungkin karena faktor inilah aktifis-aktifis HT memanfaatkan toleransi warga NU sehingga masjid-masjidnya banyak dikuasai oleh HT. Remaja Masjid Surabaya, misalnya, sudah dikuasai mereka. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">HIZBUT TAHRIR ANCAMAN BAGI NU, BENARKAH? </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">(Tanggapan terhadap wawancara Koran Harian Bangsa tentang Hizbut Tahrir)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"><br />
Oleh: Muhammad Ismail Yusanto (Jubir Hizbut Tahrir Indonesia)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Wawancara Koran Harian Bangsa dengan KH Imam Ghazali Said, MA, tentang Hizbut Tahrir penting untuk kami tanggapi. Mengingat banyak informasi yang kurang akurat bahkan keliru yang bisa membuat pembaca keliru dalam memahami Hizbut Tahrir. Tulisan tersebut sayangnya tidak memberikan sumber yang jelas atau narasumber yang tepat. Padahal ini sangat penting untuk menguji validitas informasi yang disampaikan. Tentu saja kalau mengenai Hizbut Tahrir informasinya akan valid kalau merujuk buku-buku resmi (mutabannat) HT yang disebarkan secara terbuka di masyarakat atau merujuk kepada narasumber resmi Hizbut Tahrir dalam hal ini Juru Bicara HTI yang dengan terbuka dan mudah dihubungi. Namun sayang, tulisan tersebut tidak mencantumkan sumbernya. Wajar kalau kemudian terdapat banyak informasi yang kurang tepat bahkan keliru. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Memang benar aktivis Hizbut Tahrir Indonesia kerap mengunjungi Kyai-kyai NU termasuk dalam Munas NU baru-baru ini. Hal ini tak lain adalah bagian dari program Hizbut Tahrir Indonesia untuk menjalin silaturrahmi dengan seluruh komponen umat Islam, berdialog, dan menjalin ukhuwah Islamiyah. Karena bagi Hizbut Tahrir, perjuangan penegakan syariah Islam di Indonesia , tanpa didukung oleh umat dengan segenap komponennya adalah mustahil direalisasikan. Karena itu perjuangan penegakan syariah Islam harus berjalan sinergis dengan masyarakat dan komponen umat. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Dukungan yang paling penting adalah dari para alim ulama di tengah masyarakat yang memang sama-sama memiliki visi yang sama untuk memperjuangkan syariah Islam. Dari persfektif inilah kami melihat NU adalah kompenen umat yang penting dan strategis untuk secara sinergis memperjuangkan syariah Islam. Tentu saja, kunjungan dan kontak-kontak selama ini bukan dimaksudkan sebagai upaya memaksa kaum Nahdhiyin menjadi bergabung kepada Hizbut Tahrir. Tapi dalam rangka ukhuwah Islamiyah dan menjalin gerak sinergis memperjuangkan syariah Islam. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Hal ini dilakukan oleh aktivis HTI tidak hanya kepada NU tetapi kepada seluruh komponen umat Islam lainnya. Delegasi HT juga menjalin kontak kepada ormas Islam besar lainnya, seperti Muhammadiyah, Al Irsyad, Persis, dan Syarikat Islam. Termasuk juga kepada parpol yang ada. HTI juga bersama-sama dengan lebih dari 30 ormas Islam di Indonesia berjuang bersama merumuskan perjuangan Islam di Indonesia dalam Kongres Umat Islam ke-IV. Beberapa aktivis Hizbut Tahrir juga aktif di Majelis Ulama Indonesia untuk turut bersama ulama membangun umat dan bangsa ini. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Tidak Ada Agenda Tersembunyi. </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Salah satu yang penting diluruskan dari hasil wawancara di harian ini adalah pernyataan yang menyatakan bahwa Hizbut Tahrir tidak ada dialog dan menyembunyikan agendanya. Jelas ini adalah pernyataan yang sangat keliru dan bisa menyesatkan. Hizbut Tahrir Indonesia tidak pernah menyembunyikan agenda perjuangannya. Tujuan, dasar, dan metode Hizbut Tahrir dengan gampang dapat dilihat di buku-buku resmi Hizbut Tahrir, seperti kitab Tarif (Mengenal HT) dan Manhaj Hizbut Tahrir fit Taghyiir (Strategi Dakwah Hizbut Tahrir). </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Dengan gampang pula pemikiran HT diakses di situs resmi Hizbut Tahrir, seperti www. hizbut-tahrir.or.id (Bahasa Indonesia) atau (www. hizb-ut-tahrir.org dalam berbagai bahasa termasuk bahasa arab). Hizbut Tahrir juga tiap minggu mengeluarkan buletin al Islam yang menjadi suara resmi HTI lebih kurang 700.000 eksemplar di seluruh Indonesia, ditambah pula dengan penyebaran ribuan nasyrah (selebaran) dan booklet. Ditambah lagi media massa di Indonesia sudah sering kali mengekspose tuntutan Hizbut Tahrir yang menjadi agenda dakwahnya. Jadi tidak ada taqiyah sama sekali.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Dialog juga dilakukan oleh Hizbut Tahrir. Bahkan dialog telah menjadi agenda pokok aktivitas dakwahnya. Dibanyak tempat di Indonesia HTI mengadakan seminar, temu tokoh, dan Dauroh yang intinya adalah mendialogkan ide-ide HT secara terbuka. Disisi lain, aktivis HTI juga banyak menerima undangan dari kelompok-kelompok yang bersebrangan dengan HTI seperti kelompok liberal untuk berdiskusi dalam berbagai seminar yang mereka adakan. Hampir dipastikan HT tidak pernah absen untuk menerima undangan ini. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Banyak pula para peneliti, intelektual, maupun cendikiawan lokal maupun dari mancanegara yang berdiskusi dengan HTI. Jubir HTI Muhammad Ismail Yusanto, secara khusus pernah diundang oleh universitas terkemuka di AS, Australia, dan Jepang untuk mendiskusikan perihal perjuangan syariah Islam di Indonesia. Para Anggota Hizbut Tahrir telah berdebat dengan pemikir terbaik di dunia, seperti Noam Chomsky, Daniel Bennet, dan Flemming Larsen dari IMF. Jadi pintu dialog bukan hanya boleh bahkan wajib dibuka bagi Hizbut Tahrir. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Agenda Hizbut Tahrir sudah sangat jelas, sebagaimana yang tercantum dalam kitab Tarif (Mengenal Hizbut Tahrir), tujuannya adalah melanjutkan kehidupan Islam dengan menerapkan hukum syara secara menyeluruh dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Adapun Daulah Khilafah Islam bukanlah tujuan, tetapi merupakan metode (thoriqoh) untuk menerapkan syariah Islam. Jadi perjuangan penegakan syariah Islam adalah agenda utama Hizbut Tahrir. HT meskipun tetap menganggap persoalan ibadah ritual penting, tapi bukan menjadi agenda utama umat. Karena itu HT tidak menjadikan persoalan bid&#8217;ah-bid&#8217;ah dalam ibadah ritual sebagai persoalan utama yang didiskusikan di tengah-tengah umat. Sebagaimana yang diklaim dalam wawancara tersebut. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Dalam Perihal perbedaan pendapat, termasuk dalam perkara Ibadah ritual, HT mengambil prinsip Imam Syafii, Royi showwab yahtamilu al-khatha&#8217;, wa ra&#8217;yu ghairi khatha&#8217; yahtamilu as-shawab. Jadi tidak benar fitnah yang sering dihembuskan oleh kelompok-kelompok liberal bahwa Hizbut Tahrir mengkafirkan kelompok Islam lain yang berbeda pendapat dengan pendapatnya. Agenda Bersama Umat </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Agenda ini bukanlah perkara asing di tengah-tengah umat Islam apalagi para alim ulamanya. Penegakan syariah Islam sudah menjadi perhatian dari sebagian besar ormas Islam. Meskipun tentu saja terdapat perbedaan dari segi metodenya. Hal ini ditegaskan dalam Konggres Umat Islam ke-IV yang diikuti lebih dari 30 ormas Islam di seluruh Indonesia dimana dalam salah satu keputusannya adalah menjadikan syariah Islam menjadi solusi bagi persoalan bangsa ini. Tentu saja, syariah Islam bukan hal yang asing di kalangan kaum Nahdhiyin, terutama alim ulamanya. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Adapun perihal Khilafah Islam, juga bukan perkara yang asing dalam Islam. Beberapa kitab mu&#8217;tabar (yang diakui) oleh banyak alim ulama dan menjadi bahan rujukan dan kajian di Pesantren telah membahas kewajiban Khilafah Islam ini. Buku hadits utama seperti Shahih Bukhari, misalnya, memberi porsi khusus tentang hadits-hadits keKhilafahan dan kepemimpinan dalam bab tersendiri yang diberi judul Kitab al-Ahkam, sedangkan Shahih Muslim memberinya ruang khusus dalam bab Kitab al-Imarah.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Konsep tentang keKhilafahan sangatlah masyhur dan pernah diterapkan di muka bumi lebih dari 1200 tahun, sejak masa Rasulullah saw hingga periode akhir keKhilafahan Islam Utsmani (yang diruntuhkan tahun 1924 M). Ibnu Hazm dalam bukunya al-Fashl fi al-Milal wa al-Ahwa (j.4/87) menyatakan: &#8220;Seluruh kalangan Ahli Sunnah, Murji&#8217;ah, Syi&#8217;ah dan Khawarij telah sepakat (ijma) mengenai kewajiban adanya Imamah (Khilafah). Mereka juga sepakat bahwa umat Islam wajib menaati seorang Imam yang adil, yang menegakkan hukum-hukum Allah di tengah mereka, dan memimpin mereka dengan hukum-hukum syariat yang dibawa oleh Rasulullah saw&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Untuk mengingatkan kita, kaum Muslim, betapa sistem keKhilafahan Islam begitu penting untuk direalisasikan, ada baiknya kita menyimak pernyataan Imam al-Qurthubi –seorang pakar tafsir-, dalam buku tafsirnya al-Jami li Ahkam al-Qur&#8217;an (j.1/264): &#8220;Tidak ada perbedaan pendapat mengenai kewajiban (mengangkat Khalifah) di kalangan umat Islam dan para imam mazhab, kecuali pendapat al-a&#8217;sham (yang tuli) terhadap syariat&#8221;. Dalam kitab-kitab yang lazim digunakan di pesantren, seperti al-Ahkam as-Sulthaniyyah, baik karya al-Mawardi maupun al-Farra&#8217;, jelas dinyatakan bahwa keberadaan khilafah merupakan perkara yang ma&#8217;lum min ad-din bi ad-dharurah. Bahkan, Imam al-Ghazali dalam kitab al-Iqtishad fi al-I&#8217;tiqad menyatakan, adanya shulthan (khalifah) itu merupakan penjaga, yang tanpanya agama Islam ini akan sirna. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Sejarah perjuangan Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari agenda Khilafah Islam. Setelah institusi Khilafah Islam Ustmaniyah dibubarkan pada 3 Maret 1924, ulama dan tokoh pergerakan Islam Indonesia meresponnya dengan pembentukan Komite Khilafah yang didirikan di Surabaya pada 4 Oktober 1924, dengan ketua Wondosudirdjo (Sarikat Islam) dan wakilnya KH A. Wahab Hasbullah (lihat Bendera Islam, 16 Oktober 1924). Kongres ini memutuskan untuk mengirim delegasi ke Kongres Khilafah ke Kairo yang terdiri dari Surjopranoto (Sarikat Islam), Haji Fachruddin (Muhammadiyah), dan KH. A. Wahab dari kalangan tradisi. (Hindia Baroe, 9 Januari 1925). </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">KH. A Wahab kemudian juga membentuk Komite Merembuk Hijaz yang menjadikan persoalan Hijaz sebagai persoalan utama. Komite inilah yang menjadi cikal bakal Nahdhatul Ulama (Deliar Noer, dalam Gerakan Modern Islam Indonesia 1900-1942). Jadi sejak awal persoalan Khilafah telah menjadi perhatian baik berbagai kalangan ormas Islam di Indonesia baik Muhammadiyah, Sarikat Islam, maupun NU. Lepas dari berbagai perbedaan yang melingkupinya. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Yang menarik, seorang Kyai, pengurus cabang NU memberi kitab al-Hushun al-Hamidiyyah (Benteng Sultan &#8216;Abdul Hamid II), khalifah &#8216;Utsmaniyyah kepada salah satu pimpinan HTI, Ust Hafidz Abdurrahaman (yang juga jebolan Pesantren). Kitab tersebut berisi akidah Ahlusunnah dan pembelaannya terhadap eksistensi Khilafah Utsmaniyyah, termasuk Sultan &#8216;Abdul Hamid II, sebagai institusi dan penguasa yang wajib dipertahankan. Artinya baik NU maupun Hizbut Tahrir sesungguhnya memiliki perhatian yang sama untuk memperjuangkan syariah Islam dalam merespon kondisi global yang ada, yakni kemunduran umat Islam di dunia. KH Makruf Amin dalam suatu dialog dengan aktivis HT mengatakan NU itu organisasi global yang bisa dilihat dari lambang NU: bola dunia.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Upaya Memecah Belah?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Memang sering kalau kita mendengar istilah partai/kelompok terlarang, konotasinya selalu negatif. Padahal tidaklah selalu begitu. Bukankah Rosulullah SAW saat di Makkah dalam perjuangannya menegakkan Islam juga mengalami larangan yang sama ? Bahkan Rosululloh diboikot oleh rezim jahiliyah saat itu. Rosullullah saw dan sahabat dilarang dan dihambat aktivitasnya dalam menyebarkan Islam. Untuk itu perlu dikritisi siapa yang melarang HT dan apa alasannya. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Yang melarang HT adalah rezim-rezim di Timur Tengah dan Asia Tengah yang dikenal diktator. Seperti rezim Mubarak (Mesir) , Saddam Husain (saat masih berkuasa di Irak), Hafedz Assad (Suriah) , Raja Abdullah (Yordan), dan penguasa Saudi yang dikenal merupakan pemimpin represif. Termasuk yang bersikap kejam terhadap HT adalah Karimov , penguasa tangan besi Uzbekistan. Organisasi HAM internasional secara terbuka telah mempublikasikan kekejaman Karimov ini. Tidak sedikit aktivis Hizbut Tahrir dijebloskan ke penjara, disiksa, dan direbus hidup-hidup hanya karena satu alasan : menyebarkan leaflet (selebaran) yang menyerukan syariah dan Khilafah. Persoalannya, karena HT secara konsisten mengkritik kebijakan penguasa tiran itu yang menyengsarakan rakyat dan menyerukan syariah Islam dan Khilafah sebagai solusinya. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Para</span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"> penguasa tersebut melarang karena agenda Hizbut Tahrir mengancam kekuasaan diktator mereka yang represif dan menindas rakyat. Larangan ini juga merupakan agenda negara-negara imperialis yang menekan penguasa-penguasa Timur Tengah yang sebagian besar adalah kaki tangan mereka. Negara-negara Imperialis ini sangat mengerti tegaknya Khilafah dan syariah akan menghentikan penjajahan negara imperialis ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Disamping itu negara Imperialis inipun berupaya melakukan politik adu domba antara sesama umat Islam seperti isu Sunni-Syiah di Irak, Pakistan, dan Lebanon. Dalam konteks Indonesia, upaya pecah belah itupun sangat terasa. Ada upaya membenturkan NU, yang dikenal tradionalis, dengan kelompok seperti HT, yang sering disebut Barat sebagai fundamentalis. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Patut kita cermati, upaya memecah belah ini menjadi salah satu rokomendasi Cheryl Benard (The Rand Corporation); antara lain membenturkan kelompok tradisionalis dan fundamentalis, serta mencegah aliansi antara kelompok tersebut. Hal yang sama pernah dilakukan oleh Snouck Hurgronye di jaman penjajahan Belanda. Kita berharap tulisan dalam wawancara tersebut bukan bagian dari agenda imperialis yang hendak memecah belah komponen umat Islam untuk melestarikan penjajahan mereka di dunia Islam.[]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nukhittah26.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nukhittah26.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nukhittah26.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nukhittah26.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nukhittah26.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nukhittah26.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nukhittah26.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nukhittah26.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nukhittah26.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nukhittah26.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nukhittah26.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nukhittah26.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nukhittah26.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nukhittah26.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=228&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/19/meneropong-pergerakan-hizbut-tahrir-wawancara-5-episode-harian-bangkit-dengan-kh-imam-ghozali-said/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b597313b2399025bad7f2da506029458?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nukhittah26</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ILUSI NEGARA ISLAM: Saatnya Memberi Balasan Setimpal terhadap Islam Radikal</title>
		<link>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/19/ilusi-negara-islam-saatnya-memberi-balasan-setimpal-terhadap-islam-radikal/</link>
		<comments>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/19/ilusi-negara-islam-saatnya-memberi-balasan-setimpal-terhadap-islam-radikal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 12:43:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nukhittah26</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Debat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nukhittah26.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia Gerakan garis keras transnasional di Indonesia terdiri dari kelompok-kelompok di dalam dan di luar institusi pemerintahan/ parlemen yang saling mendukung untuk mencapai agenda bersama mereka. Bahaya paling jelas adalah identifikasi Islam dengan ideologi Wahabi/Ikhwanul Muslimin yang sangat ampuh membodohi umat Islam. Mereka menyusup ke bidang-bidang kehidupan bangsa Indonesia, terutama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=217&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:13.5pt;"></span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;"></span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;"></span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;">Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia Gerakan garis keras transnasional di Indonesia terdiri dari kelompok-kelompok di dalam dan di luar institusi pemerintahan/ parlemen yang saling mendukung untuk mencapai agenda bersama mereka. Bahaya paling jelas adalah identifikasi Islam dengan ideologi Wahabi/Ikhwanul Muslimin yang sangat ampuh membodohi umat Islam. </span></p>
<p><span id="more-217"></span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;">Mereka menyusup ke bidang-bidang kehidupan bangsa Indonesia, terutama ormas-ormas Islam moderat, institusi pendidikan dan pemerintahan; dan dengan dalih membela dan memperjuangkan Islam, melakukan cultural genocide untuk menguasai Indonesia. Formalisasi agama (baca: Islam) yang mereka lakukan hanya dalih untuk merebut kekuasaan politik. Merespon gerakan ini, PP. Muhammadiyah menerbitkan SKPP Nomor 149/Kep/I.0/ B/2006 untuk menyelamatkan Persyarikatan dari infiltrasi partai politik seperti PKS. </span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;">Nahdlatul Ulama juga mengeluarkan fatwa bahwa Khilafah Islamiyah tidak mempunyai rujukan teologis baik di dalam al-Qur’an maupun Hadits. PBNU mengingatkan bahwa ideologi transnasional berpotensi memecah belah bangsa Indonesia dan merusak amaliyah diniyah umat Islam Ketegangan kelompok moderat dengan gerakan garis keras adalah manifestasi perseteruan al-nafs al-muthmainnah dengan hawa nafsu. Pengetahuan yang terbatas membuat hawa nafsu tidak mampu membedakan antara washîlah (jalan) dari ghâyah (tujuan), dalam memahami Islam pun kerap mempersetankan ayat-ayat lain yang tidak sejalan dengan ideologinya. Hal ini juga mencerminkan hilangnya daya nalar dalam beragama. </span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;">Buku hasil penelitian selama lebih dari dua tahun ini mengungkap asal usul, ideologi, dan agenda gerakan garis keras transnasional yang beroperasi di Indonesia, serta rekomendasi membangun gerakan untuk menghadapi dan mengatasinya secara damai dan bertanggung jawab.[]</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;">Lihat bukunya di sini: </span><span class="apple-style-span"><a href="http://www.bhinnekatunggalika.org/downloads/ilusi-negara-islam.pdf" target="_blank">http://www.bhinneka tunggalika. org/downloads/ ilusi-negara- islam.pdf</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nukhittah26.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nukhittah26.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nukhittah26.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nukhittah26.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nukhittah26.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nukhittah26.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nukhittah26.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nukhittah26.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nukhittah26.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nukhittah26.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nukhittah26.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nukhittah26.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nukhittah26.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nukhittah26.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=217&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/05/19/ilusi-negara-islam-saatnya-memberi-balasan-setimpal-terhadap-islam-radikal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b597313b2399025bad7f2da506029458?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nukhittah26</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMOAR HEMPHER, MATA-MATA INGGRIS DI TIMUR TENGAH (Bagian VI)</title>
		<link>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/03/31/memoar-hempher-mata-mata-inggris-di-timur-tengah-bagian-vi/</link>
		<comments>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/03/31/memoar-hempher-mata-mata-inggris-di-timur-tengah-bagian-vi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 11:51:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nukhittah26</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Debat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nukhittah26.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Bagian Enam Menteri tersebut (menteri Inggris) sangat senang mengetahui bahwa saya telah mempengaruhi Muhammad dari Najd. &#8221; Ia adalah senjata yang sedang dicari menteri kami. Beri dia berbagai janji, hal itu akan berhasil jika kamu mendedikasikan waktumu untuk mengindoktrinasi dia,&#8221; katanya. Kataku, &#8220;saya telah curiga dengan Muhamad dari Najd. Dia telah mengubah pikirannya.&#8221; kemudian jawabnya,&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=213&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:13.5pt;">Bagian Enam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;">Menteri tersebut (menteri Inggris) sangat senang mengetahui bahwa saya telah mempengaruhi Muhammad dari Najd. &#8221; Ia adalah senjata yang sedang dicari menteri kami. Beri dia berbagai janji, hal itu akan berhasil jika kamu mendedikasikan waktumu untuk mengindoktrinasi dia,&#8221; katanya. <span> </span>Kataku, &#8220;saya telah curiga dengan Muhamad dari Najd. Dia telah mengubah pikirannya.&#8221; kemudian jawabnya,&#8221; jangan kuatir, dia belum membuang ide-idenya ketika kamu meninggalkannya. Mata-mata menteri kami bertemu dengannya di <em>Isfahan</em> dan melaporkan kepada menteri bahwa dia belum berubah.&#8221; Kataku dalam hati, &#8221; bagaimana bisa Muhamad menunjukkan rahasianya kepada orang asing? &#8221; Saya tidak berani menanyakan pertanyaan ini kepada menteri. Akan tetapi, ketika Saya bertemu dengan Muhamad dari Najd kemudian, seorang dari Isfahan yang bernama  Abd-ul-Kereem telah bertemu dengannya dan memberitahukan rahasianya dengan berkata: &#8221; Saya adik laki-laki Shaikh Muhammad. Dia memberitahuku semuanya tentang Anda.&#8221;</span></p>
<p><span id="more-213"></span><span style="font-size:13.5pt;">Muhammad dari Najd berkata kepadaku: &#8220;Safiyya menemui Saya di Isfahan dan kami tinggal bersama-sama sebagai suami istri secara mut&#8217;a nikaah selama lebih dari  dua bulan. Abd-ul-Kereem menemani saya ke Sherav dan memperkenalkan pada seorang wanita bernama Asiya, yang lebih cantik dan menarik dari Safiyya. Mut&#8217;a nikaah dengan wanita tersebut, saya merasakan momen-momen terindah dalam hidup saya.&#8221;</span></p>
<p>Saya akhirnya menyadari bahwa Abd-ul-Kereem adalah seorang agen Kristen yang tinggal di distrik Jelfa daerah Isfahan dan bekerja untuk kementrian. Sedangkan Asiya, seorang Yahudi yang tinggal di Sheraz adalah juga seorang agen untuk menteri. Kami berempat berkoordinasi untuk melatih Muhamad dari Najd dengan sedemikian rupa sehingga di waktu mendatang dia dapat melakukan apa yang diharapkan darinya dengan baik.</p>
<p>Ketika Saya menghubungkan kejadian dengan kehadiran menteri, sekretaris dan dua anggota kementrian yang tidak saya ketahui, menteri tersebut berkata: “Anda pantas menerima penghargaan tertinggi dari kementrian. Karena Anda adalah yang terbaik dari agen kementrian. Sekretaris akan memberi tahukan kepada Anda beberapa rahasia negara yang akan membentu Anda dalam misi tersebut.”</p>
<p>Lalu mereka memberi saya 10 hari cuti dimana saya bisa bertemu dengan keluarga. Maka saya langsung pulang dan menghabiskan waktu dengan anak laki-laki yang sangat mirip dengan saya.<span> </span>Anak itu sudah bisa berbicara sedikit kata dan berjalan dengan elegan sehingga rasanya dia adalah bagian dari tubuh saya. <span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">Saya tinggal bersamanya dengan sangat gembira, sepertinya terbang karena gembira. Sangat menyenangkan berada kembali di rumah, bersama dengan keluarga. Selama 10 hari cuti tersebut, Saya bertandang ke rumah bibi tua dari garis orang tua saya, yang sangat mencintai saya. Sangatlah bijakasana untuk mengunjunginya karena dia meninggal setelah keberangkatan saya untuk misi yang ketiga. Saya berduka karenanya.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;">Sepuluh hari cuti terasa sangat cepat dan terasa seperti 1 jam. Hari-hari yang gembira seperti ini telah pergi seperti seperti satu jam saja, hari-hari yang murung tampaknya terasa seperti berabad-abad. Saya teringat hari-hari dimana aku sakit di Najaf. Hari-hari tersebut rasanya seperti bertahun-tahun. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;"><br />
Ketika saya pergi ke kementrian untuk menerima perintah yang baru, saya bertemu dengan sekretaris yang mempunyai wajah yang ceria dan badan yang tinggi. </span><span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">Dia menjabat tangan dengan sangat hangat sehingga afeksi yang dia berikan sangat terasa. Dia berkata: <span> </span>“Dengan perintah dari menteri kami dan komite daerah koloni, Saya akan memberitahukan 2 rahasia negara. </span><span style="font-size:13.5pt;">Nantinya hal tersebut akan membantu Anda. Tidak ada seorang pun yang mengetahui rahasia ini.&#8221;</span></p>
<p>Dengan menggandeng tangan, dia membawa saya ke ruang mentri. Saya bertemu dengan sesuatu yang menarik di ruang ini. Sepuluh orang laki-laki duduk mengitari meja bulat. Orang pertama adalah orang yang mirip dengan penguasa imperium Ottoman. Ia berbahasa Turki dan Inggris. Orang kedua adalah seorang yang berpakain Shaikh-ul-Islam (pemimpin muslim) di Istanbul. Yang ketiga adalah seseorang yang berpakaian seperti Shah dari Iran. Yang keempat adalah seorang yang berpakaian vizier di istana Iran. Yang kelima adalah seorang yang berpakaian seperti orang yang berpendidikan tinggi yang memimpin Syi’ah di Najaf. Tiga orang terakhir berbicara Persia dan Inggris. Masing-masing dari kelima orang ini didampingi oleh seorang juru tulis yang mencatat apa pun yang dikatakannya. Para juru tulis ini memberitahukan kepada kelima orang tersebut informasi yang dikumpulkan oleh mata-mata tentang pola-pola dasar di Istanbul, Iran, dan Najaf.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">Sekretaris tersebut berkata: “Kelima orang ini mewakili kelima orang di sana. Untuk mengetahui apa yang dipikirkan oleh musuh-musuh, kami telah mendidik dan melatih orang-orang tersebut supaya menjadi seperti musuh-musuh mereka. Kami memberitahu dengan seksama informasi yang kami dapat mengenai asal mereka di Istanbul, Teheran, dan Najaf <span> </span>kepada para pria ini. Dan orang-orang inilah, yang akhirnya berakting sebagai orang asli di tempat itu. </span><span style="font-size:13.5pt;">Kemudian kami bertanya kepada mereka dan mereka menjawab kami. Kami telah menentukan jawaban yang diberikan mereka sehingga 70 persen mendekati jawaban asli mereka.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">&#8220;Jika mau, Anda dapat bertanya untuk menguji. Anda dapat langsung bertemu dengan siswa dari Najaf.&#8221; Saya menjawab untuk menegaskan, bahwa saya telah bertemu siswa syi’ah yang hebat di Najaf dan bertanya kepadanya tentang beberapa hal. Sekarang saya mendekati kembarannya dan berkata: &#8220;Guru yang baik, apakah diijinkan untuk berperang melawan pemerintah karena hal ini merupakan tergolong suni dan fanatik?” Dia berefleksi sebentar dan berkata: “ Tidak, tidak diijinkan bagi kami untuk berperang melawan pemerintah karena itu pandangan Suni. </span><span style="font-size:13.5pt;">Karena semua umat muslim adalah saudara. Kami dapat berperang melawan mereka (Muslim Suni) bila mereka melakukan kejahatan dan penyiksaan terhadap umat muslim dan bahkan kami mempunyai prinsip Amr-i-bi-l-ma&#8217;roof dan <span> </span>Nahy-i-ani-l-munkar. Kami akan berhenti mengintervensi mereka segera setelah mereka menghentikan penyiksaan.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;"><br />
Saya bertanya: “ Guru yang baik, bolehkan hamba meminta petunjukmu mengenai masalah Yahudi dan Kristen adalah kafir?” Dia menjawab: “Ya, mereka kafir, perlu untuk menjaga jarak dengan mereka.&#8221; Ketika <span> </span>Saya bertanya apa alasannya, dia menjawab: “Hal itu telah dilakukan pembalasan atas penghinaan mereka. Karena mereka tidak percaya dan menolak Nabi kami Muhammad alaihis-salaam. Maka kami pun membalaskan hal ini.” Aku berkata kepadanya: “ Guru yang baik, bukankan masalah tentang iman sudah selesai? Selain itu, jalan-jalan raya dan kecil di sekitar Sahn-i-shareef (daerah di sekitar mushola hadrat Ali) tidak bersih, bahkan madrasah, pusat pengetahuan, tidak dapat dikatakan bersih.” Jawabnya: “Ya, itu benar kebersihan adalah sebagian dari iman. Akan tetapi hal ini tidak dapat membantu karena Syi’ah tidak peduli terhadap kebersihan.”</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">Jawaban yang diberikan orang yang berada di kementrian itu sama persis dengan jawaban yang telah saya terima dari pelajar Syi’ah di Najaf. Saya kagum akan identitas yang sedemikian persisnya antara orang tersebut dengan pelajar di Najaf. </span><span style="font-size:13.5pt;">Selain itu, orang tersebut berbicara bahasa Persia. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;">Sang sekretaris berkata: “Jika Anda bertemu dengan tipe tokoh terkemuka yang asli, Anda dapat berbincang dengan kembaran mereka sekarang dan melihat bagaimana mereka sangat mirip dengan si tokoh yang asli.” Kemudian saya berkata: “ Saya tahu bagaimana Shaikh-ul-Islaam berpikir. Ahmad Efendi, Hodja ketika saya di Istanbul, memberikan penjelasan yang rinci mengenai Shaikh-ul-Islaam kepada saya: “Sang sekretaris berkata bahwa Anda bisa langsung saja mencoba dengan kembarannya.”</span></p>
<p>Saya mendekati kembaran Shaikh-ul-Islaam dan berkata kepadanya: “Apakah wajib mematuhi sang Kalifah?” Jawabnya: “Ya, itu kewajiban, sama wajibnya dengan menghormati Allah dan nabi.” Ketika saya bertanya mengenai bukti untuk memperkuat pernyataannya, dia menjawab, “Tidakkah Anda pernah mendengar ayat Janaab-i-Allah&#8217;s, tentang <em>taatlah Allah, nabinya, dan Ulul amr</em>?” Saya menjawab: “ Apakah ini berarti bahwa Allah memerintahkan kami untuk menghormati Khalifah Yazeed, yang menyuruh pasukannya untuk menjarah Medeena dan membunuh cucu nabi Huseyn, dan Waleed yang minum minuman beralkohol?” Jawabnya: “ Anakku! Yazeed adalah <span> </span>Ameer-ul-mu&#8217;mineen dengan ijin Allah. Dia tidak memerintahkan untuk membunuh Huseyn. Jangan percaya dengan kebohongan Shiite ! Pelajarilah buku dengan baik! Dia membuat kesalahan. Lalu ia bertobat atas hal ini ( Dia menyesal dan memohon ampun dari Allah). Dia sudah benar dalam perintahnya untuk merampas Medina-i-munawwara karena penduduk Medina menjadi tidak terkendali dan tidak patuh. Sedangkan Waleed; ya, dia berdosa. Wajib untuk tidak meniru Khalifa, tetapi mematuhi perintahnya yang sesuai dengan Syarikat. ”Saya telah menanyakan pertanyaan yang sama kepada hodjaku Ahmed Efendi dan mendapat jawaban yang mirip dengan perbedaan yang tipis. Kemudian saya bertanya lagi kepada sang sekretaris, “ Apa alasan mendasar mempersiapkan model-model yang mirip dengan mereka?” Ia menjawab, “ Dengan cara ini kami mengukur kapasitas mental Sultan dan pelajar muslim, apakah mereka Syiah atau Sunni. Kami mencari ukuran-ukuran yang akan membantu kami berhadapan dengan mereka. Contohnya, jika anda tahu dari araah mana serangan musuh akan datang, anda akan membuat persiapan yang secukupnya, menempatkan armadamu di posisi yang sesuai, maka anda dapat menghancurkan musuh. Sebaliknya, jika anda tidak yakin akan arah serangan musuh, anda akan menempatkan armada dimana-mana dalam bentuk yang tidak beraturan dan akan mudah kalah.<span> </span>Seperti itulah, jika anda tahu bukti-bukti yang digunakan umat muslim dalam membuktikan keyakinannya, madh-hab mereka benar, dan sangat mungkin bagimu dalam mempersiapkan bukti-bukti pendamping untuk menangkis bukti-bukti mereka dan meruntuhkan iman mereka dengan bukti-bukti pendamping ini.”</p>
<p>Kemudian ia memberikan buku berjumlah seribu alaman mengenai hasil observasi dan proyek yang dilaksanakan oleh kelima perwakilan model tersebut dalam hal militer, keuangan, pendidikan dan religi. <span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">Dia berkata, ‘ Tolong baca buku ini dan kembalikan kepada kami.” Saya membawa pulang buku tersebut dan membaca semuanya dengan seksama selama liburan tiga minggu.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;">Buku tersebut sangat menarik. Jawaban-jawaban penting dan observasi yang hebat tampak seperti aslinya. Saya berpikir bahwa jawaban yang diberikan oleh kelima perwakilan <span> </span>tersebut ketepatannya lebih dari tujuh puluh persen dari jawaban aslinya. Maka sang sekretaris telah mengatakan bahwa jawaban yang diberikan adalah tujuh puluh persen tepat.</span></p>
<p>Dengan membaca buku ini, sekarang saya lebih percaya diri di Negara saya dan tahu dengan pasti bahwa rencana-rencana untuk melumpuhkan kerajaan Sultan dalam waktu kurang dari satu abad telah dipersiapkan. Sang sekretaris juga berkata, ‘ Di ruangan lain<span> </span>yang hampir sama, kami mempunyai meja-meja yang mirip yang digunakan berabad-abad ketika kami dijajah dan ketika kami merencanakan untuk menjajah.” Saya bertanya kepada sang sekretaris dimana mereka menemukan orang-orang yang rajin dan berbakat tersebut, dia menjawab, “ Agen kami di seluruh dunia memberikan intel-intel secara terus menerus. Seperti yang anda lihat, perwakilah tersebut sangat ahli dibidangnnya. Secara alami, jika anda diberi informasi yang dimiliki seseorang, anda akan dapat berpikir sepertinya dan membuat keputusan yang akan dia buat. Jadi anda bisa menjadi penggantinya sekarang.”</p>
<p>Sang sekretaris melanjutkan, “ Jadi ini adalah rahasia pertama yang saya berikan atas perintah kementrian kepada anda.“</p>
<p>&#8220;Saya akan memberitahukan rahasia kedua sebulan lagi, ketika anda mengembalikan buku dengan seribu halaman.”</p>
<p>Saya membaca buku bagian per bagian dari awal hingga akhir, memfokuskan segala perhatian kepadanya. <span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">Hal ini menambah informasi yang telah saya miliki mengenai Muhammadans. Sekarang saya tahu bagaimana mereka berpikir, apa kelemahan mereka, apa yang membuat mereka kuat, dan bagaimana mentransformasi kehebatan menjadi titik yang rapuh.</span></p>
<p>Titik lemah muslim yang dicatat dalam buku tersebut adalah:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><span style="font-size:13.5pt;" lang="SV"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">1- <span> </span>Kontroversi antara <em>Sunni </em>dan <em>Shiite</em>, kontroversi antarkeluarga kerajaan; kontroversi antara Turki dan Iran, kontroversi suku, dan kontroversi antara kaum pelajar dan negara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">2- <span> </span>Dengan sedikit perkecualian, umat Muslim acuh tak acuh dan buta huruf.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">3- <span> </span>Kurangnnya spiritualitas, pengetahuan dan kesadaran. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">4- <span> </span>Mereka telah benar-benar berhenti dari bisnis dunia dan berkecimpung dalam urusan akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">5- <span> </span>Kerajaan adalah diktaktor yang kejam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">6- <span> </span>Jalan tidak aman, transportasi dan perjalanan sporadic.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">7- <span> </span>Tidak ada persiapan untuk melawan epidemis seperti wabag dan kolera, yang membunuh puluhan dari ratusan orang setiap tahun; higienitas yang tidak diperhatikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">8- <span> </span>Kota-kotanya hancur, tidak ada system penyediaan air.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">9- <span> </span>Administrasi tidak dapat mengatasi pemberontak dan pengacau, ada ketidakaturan secara umum, aturan-aturan dalam Quran yang sering mereka banggakan, hamper tidak pernah dipraktekkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">10- <span> </span>Keruntuhan ekonomi, kemiskinan dan kemunduran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">11- <span> </span>Tidak ada tentara yang teratur, persenjataan tidak cukup, senjata yang dimiliki klasik dan rapuh. (Apakah mereka tidak menyadari tentara yang sistematik yang dibentuk oleh Orhan Ghaazee, yang merebut tahta tahun 726 (tahun kabisat. 1326), Yildirim (seorang <span> </span><em>Thunderbolt</em>) tentara yang bersih milik Baayezeed Khan, yang mengalahkan armada perang salib yang hebat di Nighbolu tahun 799 (C.E. 1399)?]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">12- <span> </span>Pelanggaran hak-hak asasi Wanita;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">13- <span> </span>Kurangnya kesehatan dan kebersihan lingkungan (42).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;">Setelah menyalin apa yang dianggap sebagai titik-titik kelemahan muslim dalam paraphrase tersebut diatas, buku tersebut menyarankan supaya umat muslim tetap melupakan superioritas material dan spiritual dari iman mereka, Islam. Buku tersebut menyebutkan informasi mengenai Islam sebagai berikut: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">1- <span> </span><span> </span>Islam memerintahkan persatuan dan kerjasama dan melarang perpecahan. </span><span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">Disebutkan dalam Quran, “ perpegang eratlah pada tali Allah bersama-sama.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">2- <span> </span><span> </span>Islam memerintahkan untuk memperoleh pendidikan dan menjadi sadar. Disebutkan dalam Quran, “Lakukan perjalanan di bumi.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">3- <span> </span><span> </span>Islam memerintahkan untuk mecari pengetahuan. Disebutkan dalam hadis &#8220;Mencari pengetahuan itu kewajiban untuk <em>fard</em> bagi Muslim, baik pria maupun wanita sama saja.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">4- <span> </span><span> </span>Islam memerintahkan untuk bekerja di dunia. Disebutkan dalam Quran, “beberapa dari mereka : O Allah kami! Anugerahkanlah kepada kami apasaja yang indah baik di dunia maupun di akhirat.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">5- <span> </span><span> </span>Islam memerintahkan perundingan. Disebutkan dalam Quran, “ Perbuatan mereka dilakukan berdasarkan perundingan mereka.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">6- <span> </span><span> </span>Islam memerintahkan untuk membangun jalan. Disebutkan dalam Quran, “ berjalanlah di dunia.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">7- <span> </span><span> </span>Islam memerintahkan umat Muslim untuk menjaga kesehatan. Disebutkan dalam hadis, &#8220;Pengetahuan terdiri dari empat bagian: 1) Pengetahuan Fikih untuk menjaga kesehata; 2) Pengetahuan tentang obat-obatan untuk menjaga kesehatan; 3) Pengetahuan tentang Sarf dan Nahw (tata bahasa arab) untuk memelihara bahasa; 4) Pengetahuan akan Astronomy sehingga dapat mengetahui waktu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">8- <span> </span><span> </span>Islam memerintahkan pembangunan. Disebutkan dalam Quran, “ Allah menciptakan segala sesuatu dibumi untuk mu.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">9- <span> </span><span> </span>Islam memerintahkan keteraturan. Disebutkan dalam Quran, &#8220;Segalanya didasarkan atas perhitungan, perintah.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">10- <span> </span>Islam memerintahkan untuk kuat secara ekonomi. Disebutkan dalam hadis. “Bekerjalah untuk dunia seakan engkau tidak akan pernah mati dan bekerjalah untuk akhirat seakan engkau akan mati besok.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">11- <span> </span>Islam memerintahkan untuk membangun tentara yang mempunyai senjata yang kuat. Disebutkan dalam Quran,” Persiapkanlah kekuatan semampu mu seakan kamu dapat mengalahkan mereka.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">12- <span> </span>Islam memerintahkan untuk menjaga hak-hak wanita dan menghargai mereka. Disebutkan dalam Quran, “Seperti pria mempunyai hak secara legal terhadap wanita, maka wanita juga mempunyai hak atas mereka.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">13- <span> </span>Islam memerintahkan kebersihan. Disebutkan dalam hadis, “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;">Buku tersebut merekomendasi untuk menurunkan dan merusak sumber-sumber kekuatan dibawah ini: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">1- <span> </span>Islam menghilangkan kefanatikan ras, bahasa, tradisi, konvensi dan negara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">2- <span> </span>Melarang bunga, pengambilan untung berlebihan, zina, mabuk, babi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">3- <span> </span>Muslims terikat pada ulama mereka (orang yang belajar agama).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">4- <span> </span>Kebanyakan Muslim Suni menerima Khalifa seperti wakil nabi. Mereka percaya bahwa adalah wajib hukumnya untuk menghormati mereka seperti menghormati Allah dan nabi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">5- <span> </span>Jihaad adalah wajib</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">6- <span> </span>Berdasarkan Mulim Syiah, semua non muslim dan muslim suni adalah orang kafir. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">7- <span> </span>Semua muslim percaya bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">8- <span> </span><span> </span>Kebanyakan Muslim percaya bahwa wajib hukumnya untuk menyingkirkan Yahudi dan Kristen dari semenanjung Arab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">9- <span> </span><span> </span>Mereka melakukan ibadah, (seperti sembayang, puasa dan haji..), dalam bentuk yang indah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">10-<span> </span>Muslim Syiah percaya bahwa mendirikan gereja di negara islam adalah haram</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">11-<span> </span>Muslim memegang puasa sebagai prinsip iman Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">12-<span> </span>Muslim Syiah menyadari bahwa wajib hukumnya untuk memberikan seperlima dari <em>Humus</em>, contohnya sepatu bot yang diambil dari perang suci kepada Ulama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">13-<span> </span>Muslim membesarkan anak-anak mereka dengan pendidikan yang cukup sehingga mereka tidak meninggalkan ajaran dari leluhur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">14-<span> </span>Wanita muslim menutupi dirinya sedemikan rupa sehingga menghindarkan mereka dari kejahatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">15-<span> </span>Muslim melakukan sembayang berjamaah, bersama-sama lima kali sehari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">16-<span> </span>Karena makam nabi dan sekutunya serta umat muslim yang suci dianggap sakral, maka mereka berkumpul di tempat-tempat tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">17-<span> </span>Ada sejumlah orang yang merupakan keturunan Nabi, (yang dipanggil Sayyed dan Sherif]; orang-orang inilah yang mengingatkan umat akan Nabi dan menjaga supaya Nabi selalu hidup dalam pandangan umat muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">18-<span> </span>Ketika umat muslim berkumpul, Pengkotbah membangkitkan iman mereka dan memotivasi mereka untuk melakukan perbuatan yang mulia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">19-<span> </span>Melakukan Amr-i-bi-l-ma&#8217;roof [melakukan kesalehan) dan nahy-i-ani-l-munkar [menghindari perbuatan jahat] adalah wajib hukumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">20-<span> </span>Menikah dengan lebih dari satu orang wanita untuk meningkatkan jumlah populasi umat Muslim adalah sunnat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">21-<span> </span>Mengubah seseorang menjadi Islam merupakan hal yang berharga bagi umat muslim daripada memiliki seluruh dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">22-<span> </span>Hadis mengatakan, “ Jika seseorang membuka jalan untuk suatu berkah, dia akan mendapat<em> thawaab </em>dari orang yang mengikutinya sama seperti <em>thawaab</em> untuk mencapainya,”<span> </span>sangat terkenal bagi umat Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">23-<span> </span>Muslim sangat takzim terhadap Quran dan hadits. Mereka percaya bahwa dengan melaksanakan sumber-sumber ini adalah satu-satunya jalan menuju surga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;">Buku ini memberi rekomendasi untuk merusak titik-titik kokoh umat muslim dan menyebarkan kelemahan mereka, dan metode-metode untuk mencapainya ditulis sebagai berikut: </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">Disarankan untuk melakukan langkah-langkah dibawah ini untuk menyebarkan titik-titik kelemahan mereka: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">1- <span> </span>Membuat perselisihan dengan memancing rasa permusuhan antar kelompok yang bertikai, menumbukana ketidakpercayaan, dan mempublikasikan tulisan untuk memicu perselisihan lebih lanjut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">2- <span> </span>Menghalangi pendidikan dan publikasi, dan membakar tulisan bilamana memungkinkan. Pastikan bahwa anak-anak muslim menjadi bodoh dengan melemparkan beberapa menjelek-jelekan lembaga keagamaan dan dengan demikian orang tua muslim tidak akan menyekolahkan anaknya ke sekolah-sekolah religius. [Metode Inggris ini menjadi sangat berbahaya bagi Islam].</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">3-4- Memuja surga dalam kehidupan mereka dan meyakinkan mereka bahwa mereka tidak perlu bekerja untuk hidup di dunia. Memperluas lingkaran Tasawwuf. Menjaga agar mereka dalam keadaan tidak sadar dengan mendorong mereka untuk membaca buku yang memberi nasihat tentang Zuhd, seperti <em>Ihyaa-ul-&#8217;uloom-id-deen</em> karangan Ghazaalee, <em>Mesnevee</em> karangan Mawlaanaa, dan berbagai buku karangan Muhyiddeen Arabee.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">5- <span> </span>Membujuk para penguasa untuk melakukan kejahatan dan menjadi diktaktor dengan mengikuti kepalsuan demagogic seperti berikut : Kamu adalah bayangan Allah di dunia. Kenyataannya, Aboo Bakr, &#8216;Umar, &#8216;Uthmaan, &#8216;Alee, Umayyads dan Abbasids mencari kekuasaan dengan kekuatan semata dan pedang, dan masing-masing dari mereka adalah penguasa. Contohnya, Aboo Bakr mendapatkan kekuatan dengan bantuan pedang &#8216;Umar&#8217;s dan dengan membakar rumah-rumah mereka yang tidak mematuhinya, seperti rumah Faatima. Dan &#8216;Umar menjadi Khalifa atas rekomendasi Aboo Bakr. Sebaliknya &#8216;Uthmaan, menjadi presiden atas perintah &#8216;Umar&#8217;. Dan &#8216;Alee; Dia menjadi kepala Negara dengan pemungutan suara yang dilakukan oleh bandit. Muaawiya mendapat kekuasaan dengan pedang. Maka, dalam masa Umayyads, kekuasaan berubah menjadi warisan dan diturunkan melalui garis ayah. Demikian pula masalahnya dengan Abbasids. Ada beberapa petunjuk nyata bahwa di dalam Islam kekuasaan adalah suatu bentuk diktaktor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">6- <span> </span>Menghapuskan hukuman mati atas pembunuhan dari hokum pidana. </span><span style="font-size:13.5pt;">[Hukuman mati hanya ditujukan bagi pembunuhan dan para bandit. Anarki dan bandit tidak dapat dicegah tanpa hukuman mati]. Halangi administrasi yang menghukum perampok dan patroli jalan. Pastikan bahwa bepergian itu tidak aman dengan mendukung dan mempersenjatai mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">7- <span> </span>Kita dapat membuat mereka hidup tidak sehat dengan skema sebagai berikut : Segala sesuatu telah digariskan Allah. Pengobatan tidak berperan dalam menjaga kesehatan. Bukankah Allah berkata dalam Quran, “ Allah membuatku makan dan minum. Dia menyembuhkan aku ketika aku sakit. Dia sendirilah yang akan membunuh dan membangkitkan aku.” Maka, tidak ada seorang pun yang akan sembuh dari sakit atau terlepas dari kematian tanpa kehendak Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">8- <span> </span>Buatlah pernyataan-pernyataan yang mendorong kejahatan: Islam adalah agama dengan cara ibadah dan tidak mempunyai minat dalam hal yang berhubungan dengan Negara. Maka, Muhammad dan Khalifa tidak mempunyai menteri atau hukum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">9- <span> </span>Kemerosotan ekonomi adalah konsekuensi wajar dari aktivitas tersebut diatas. Kami dapat menambah kemerosotan tersebut dengan membuat busuk hasil panen, menenggelamkan kapal-kapal dagang, membakar pasar, merusak dam dan menembak sehingga daerah pertanian dan pusat industri terendam air, dan akhirnya mengkontaminasi saluran air minum mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">10- <span> </span>Biasakan para penguasa untuk melakukan pelanggaran seperti [seks, olah raga,] alkohol, judi, korupsi yang menyebabkan penghasutan, intrik dan penggunaan kekayaan Negara demi keuntungan pribadi. Mendorong para pegawai pemerintah untuk melakukan hal tersebut dan memberi imbalan bagi mereka yang dapat melayani kami dengan cara seperti itu. Kemudian buku tersebut menambahkan beberapa nasehat : Mata-mata Inggris yang diberi tugas ini harus dijaga secara sembunyi-sembunyi maupun terbuka, dan tidak<span> </span>ada pengeluaran yang harus dibayarkan untuk membebaskan mereka yang ditahan oleh kelompok muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">11- <span> </span>Sebarkanlah segala macam bunga. Karena keinginan tidak hanya menghancurkan ekonomi nasional, tetapi juga membiasakan kelompok muslim untuk tidak mematuhi Quran. Ketika seseorang telah melanggar suatu aturan hokum, akan lebih mudah baginya untuk melanggar hokum lainnya. Mereka harus diberitahu bahwa “bunga itu haram jika berkali-kali karena ini disebutkan dalam Quran, “Jangan menerima bunga berulang-ulang. ‘Maka, tidak semua bentuk nafsu adalah haram.” [Pelunasan hutang tidak harus ditunjukkan di muka. Segala pembayaran ekstra disetujui (pada saat peminjaman) adalah bunga. Bunga jenis ini adlah dosa berat, maka pembayaran ekstra ditetapkan hanya dalam dirham. Jika ditetapkan dalam jumlah yang sama (yang dipinjam) harus membayar kembali setelah beberapa waktu, hal ini sudah termasuk bunga menurut Hanafee madh-hab. Dalam penjualan kredit, waktu pembayaran harus ditentukan, akan tetapi jika orang yang berhutang tidak dapat membayar pada waktu yang ditetapkan dan waktu tersebut diperpanjang dan pembayaran ekstra ditetapkan, bunga semacam ini disebut Mudaa'af. Ayat-i-kareema mengutip pernyataan tersebut diatas sebagai bunga dalam perdagangangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">12- <span> </span>Sebarkan tuduhan palsu mengenai kekejaman terhadap para pelajar, sebarkan finah mesum terhadap mereka sehingga umat muslim menyingkir dari mereka. </span><span style="font-size:13.5pt;" lang="FI">Kita sebaiknya memperlakukan beberapa dari mata-mata kita seperti mereka. Kemudian kita harus menyuruh mereka melakukan perbuatan mesum. Maka mereka akan ragu terhadap para pelajar dan semua pelajar akan terkena tuduhan. Mata-mata tersebut harus dimasukkan ke Al-Az-har, Istanbul, Najaf, dan Kerbelaa. Kita harus membuka sekolah, universitas untuk memisahkan umat muslim dari para pelajar. Dalam sekolah ini kita harus mengajarkan Byzantine, Latin dan anak-anak Armenia dan mendidik mereka sebagai musuh umat muslim. Untuk anak-anak muslim, kita harus merasuki mereka bahwa leluhur mereka adalah orang yang bodoh sehingga mereka akan membenci Khalifa, pelajar dan negarawan, kita harus memberitahu tentang kesalahan mereka dan meyakinkan mereka bahwa para leluhur sangat sibuk dengan kesenangan-kesengan sensual, sehingga para khalifa menghabiskan waktu mereka untuk besenang-senang dengan para selir, mereka menyalahgunakan harta milik orang lain dan mereka tidak melakukan perintah Nabi dalam tindakan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">13- <span> </span>Untuk menyebarkan fitnah bahwa Islam membenci wanita, kita harus mengutip ayat “ Pria lebih dominant daripada wanita,” dan hadis,”Wanita adalah setan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">14- <span> </span>Keadaan yang kotor adalah akibat kurangnnya air. Maka kita harus mengurangi cadangan air dengan bermacam skema.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]&#8211;><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;">Buku tersebut memberi nasihat sebagai berikut untuk menghancurkan persatuan muslim:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">1- <span> </span>Pancinglah rasa chauvinisme atas ras dan nasionalisme antar muslim sehingga tidak memperhatikan kepahlawanan islami. </span><span style="font-size:13.5pt;" lang="IT">Perbaharui periode Pharaoh di Mesir, periode Magi di Iran, periode Babylonia di Irak, era Attila dan Dzengiz [tirannisme] di Ottomans. [dan masih banyak lagi yang mereka sebutkan di bagian ini].</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;" lang="IT">2- <span> </span>Perbuatan-perbuatan buruk dibawah ini harus dilakukan secara tertutup maupun terbuka : Mabuk karena alkohol, judi, zina, babi, dan [berkelahi antar kelompok olah raba]. Dalam melakukan ini, orang Kristen, Yahudi, Maigan dan orang-orang non muslim lainnya yang tinggal di Negara muslim harus dimanfaatkan secara maksimum, dan mereka yang bekerja untuk tujuan ini harus diberi gaji yang tinggi dengan penghargaan departemen keuangan kementrian <em>the Commonwealth.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;" lang="IT">3- <span> </span>Sebarkan kecurigaan diantara mereka berhubungan dengan Jihaad; yakinkan bahwa Jihaad adalah perintah sementara dan hal itu sudah tidak berlaku lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;" lang="IT">4- <span> </span>Hilangkan anggapan bahwa “mereka yang tidak seiman adalah kafir” dari hati para Syiah. Kutiplah ayat Quran,”Makanan mereka yang mempunyai buku (dari surga) adalah halal bagimu, demikian pula makananmu adalah halal bagi mereka,” dan beritahukan kepada mereka bahwa nabi mempunyai seorang istri Yahudi Safiyya dan istri Kristen bernama Mariyam dan bahwa para istri nabi tidak semuanya kafir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;" lang="IT">5- <span> </span>Ilhami mereka dengan keyakinan bahwa “Apa yang dimaksud oleh nabi dengan Islam adalah ‘agama yang sempurna’ sehingga agama tersebut dapat berupa Yudaisme atau Kristiani sama seperti Islam.” Tambahkan hal tersebut dengan alasan-alasan berkut: Quran memberi nama ‘Muslim&#8217; untuk semua anggota agama. Contohnya, dikutip dari Nabi Yusuf (Yoosuf &#8216;alaihis-salaam&#8217;) seperti apa yang dikatakannya, &#8220;Bunuhlah aku sebagai seorang Muslim,&#8221; selain itu Nabi Ibrahim and Ismail telah berdoa, ‘O Allah Kami! Jadikanlah kami Muslim bagi dirimu dan buatlah orang-orang muslim bagi –Mu atas keturunan kami,”<span> </span>dan Nabi Yakup telah berkata kepada anaknya, “Matilah hanya sebagai Muslim.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;" lang="IT">6- <span> </span>Ulanglah berkali-kali bahwa tidak haram untuk membangun gereja, Nabi dan Khalifahnya tidak menghancurkannya, akan tetapi mereka menghormatinya seperti yang dikatakan dalam Quran,<span> </span>&#8220;Jika Allah tidak menghalau beberapa orang dari antara kami, biara, gereja, sinagoga dan masjid dimana nama Allah sering disebut akan sudah dihancurkan (mulai saat ini),” bahwa Islam menghormati candi, bahwa Islam tidak menghancurkannya, dan bahwa Islam akan mencegah siapapun yang akan menghancurkannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;" lang="IT">7- <span> </span>Buatlah Muslim ragu akan hadits, &#8220;Singkirkan orang Yahudi dari semenanjung Arab,” dan, “ Dua agama tidak dapat hidup berdampingan di semenanjung Arab.” Katakan juga “ jika kedua hadits ini benar, Nabi tidak akan mempunyai istri seorang Yahudi dan seorang Kristiani atau membuat perjanjian dengan Kristiani Najran.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;" lang="IT">8- <span> </span>Cobalah untuk mencegah Muslim dalam beribadah dan buatlah mereka bimbang tentang kegunaan ibadah dengan mengatakan “Allah tidak membutuhkan ibadah seseorang.” Cegahlah mereka melakukan ibadah haji dan juga berbagai ibadah yang membawa mereka bersama. Dengan demikian, cobalah untuk menghalangi pembangunan masjid, musholla dan madrasah serta perawatan Ka&#8217;ba.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;" lang="IT">9- <span> </span>Sebarkan mistik Syiah tentang aturan seperlima dari rampasan yang diambil dari musuh yang kalah diberikan kepada ulama dan terangkan bahwa seperlima menjadi properti ghaneema yang diambil dari (Daar-ul-harb) dan tidak ada hubungannya dengan pendapatan komersial. Kemudian tambahkan bahwa &#8220;<em>Humus</em> (seperlima barang tersebut) diberikan kepada Nabi atau Khalifa, tidak kepada Ulama. Ulama diberi rumah, istana, ternak dan kebun. Maka tidak diijinkan untuk memberikan <em>Humus</em> kepada mereka.&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;" lang="IT">10- <span> </span>Masukkan beberapa pernyataan kedalam ajaran kepercayaan Muslim dan kemudian kritiklah Islam sebagai agama terror. </span><span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">Pastikan negara-negara muslim mundur dan terkejur, maka memisahkan keterikatan merekan dengan Islam. </span><span style="font-size:13.5pt;" lang="IT">[Di lain pihak, muslim membangun kekuasaan yang paling bermartabat terbesar di dunia. </span><span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">Hal ini akan menurun seiring keterikatan mereka dengan Islam menurun].</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">11- <span> </span>Sangat penting! Asingkan anak-anak dari ayah mereka, maka mereka tidak mendapat pendidikan dari orang tua mereka. Kita harus mendidik mereka. Akibatnya, ketika anak-anak tidak mendapat pendidikan dari ayah mereka, tidak ada lagi kemungkinan untuk berhubungan dengan keyakinan mereka atau pelajar muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">12- <span> </span>Provokasi para wanita desa untuk melepaskan penutup tubuh tradisional mereka. Buatlah hasutan seperti “Menutup aurat bukan perintah Islam yang asli. Itu adalah tradisi yang dibuat pada jaman Abbasids. Sebelumnya, orang lain akan melihat istri-istri nabi dan wanita akan bergabung dalam kegiatan social.” Setelah mereka melepaskan penutup tradisional mereka, bujuk kaum muda seperti itu dan akan menimbulkan insiden antar mereka! Ini adalah metode yang sangat efektif untuk menghancurkan Islam. Pertama gunakan wanita-wanita non muslim untuk tujuan ini. Dengan demikian wanita muslim akan secara otomatis mengikuti mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">13- <span> </span>Gunakan setiap kesempatan untuk mengakhiri sembayang berjamaah dengan melemparkan kebohongan tentang imam dalam merjid, dengan menyebutkan kesalahan mereka, dan dengan menebarkan rasa tidak suka dan bermusuhan antara mereka dan jemaat yang berdoa tiap hari dibelakang mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">14- <span> </span>Katakan bahwa semua mushola harus dihancurkan sampai ke tanah karena mereka tidak ada sejak jaman Nabi. Selain itu, Muslim harus dihalangi untuk mengunjungi kuburan Nabi, Khalifa dan orang suci Muslim dengan menimbulkan keraguan dalam mengunjungi kubur. Contohnya katakana, “ Nabi dikubur oleh ibunya dan Abu Bakar dan ‘Umar’ dibakar di kubur yang bernama Baakee&#8217;.Kubur &#8216;Uthmaan tidak diketahui. Kepala Huseyn dikubur di (tempat bernama) Hannana. Tidak diketahui dimana badannya dikuburkan. Kubur di Kaazimiyya termasuk dalam dua kalip. Mereka bukan kepunyaan <span> </span>Kaazim dan Jawaad, dua keturunan Nabi. Karena salah satunya di kota Tus; kubur tersebut menjadi milik Haarun, bukan Ridaa, anggota Ahl-i-Bayt (Keluarga Nabi). Kubur di Samerra kepunyaan Abbasids. Mereka bukan kepunyaan Haadee, Askeree, dan Mahdee, anggota Ahl-i-Bayt. Karena wajib untuk menghancurkan semua musholla dan kubah di Negara-negara muslim, maka haruslah menghancurkan kuburan yang bernama Baakee&#8217;.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">15- <span> </span>Buatlah orang merasa skeptis tentang fakta bahwa Sayyeds adalah keturunan Nabi. Kacaukan Sayyeds dengan orang lain dengan mengatakan bahwa non-Sayyeds memakai sorban hitam dan hijau. Maka orang akan bingung dengan hal ini dan mulai tidak mempercayai Sayyeds. Berilah label pada pengurus agama dan Sayyeds dari sorban mereka sehingga keturunan Nabi akan hilang dan pengurus agama tidak akan dihormati lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">16- <span> </span>Katakan bahwa wajib untuk menghancurkan tempat-tempat dimana <em>Shiites</em> bersedih, bahwa praktek tersebut klenik dan menyimpang. Orang-orang harus dijaga supaya tidak mengunjungi tempat-tempat tersebut, jumlah pengkotbah harus dikurangi dan pajak harus dinaikkan bagi pengkotbah dan pemilik tempat duka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">17- <span> </span>Berdasar pada kecintaan akan kebebasan, yakinkan semua Muslim bahwa “Semua orang bebas melakukan apapun yang ia sukai. Tidak wajib melakukan Amr-i-bi-l-ma&#8217;roof dan Nahy-i-anil-munkar atau untuk mengajar ajaran-ajaran Islam.&#8221; [Sebaliknya, wajib hukumnya untuk belajar dan mengajar tentang Islam. Ini adalah kewajiban utama Muslim]. Disamping itu, yakinkan mereka bahwa “ Kristen akan mempunyai keyakinannya sendiri (Kristianitas) dan Yahudi akan tinggal dalam keyakinan mereka (Judaism). Tidak ada yang akan memasuki hati orang lain Amr-i-ma&#8217;roof dan Nahy-i-anil-munkar adalah tugas para Khalifa.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">18- <span> </span>Supaya mengurangi bertambahnya jumlah Muslim, kelahiran harus dikurangi dan poligami harus dilarang. Pernikahan harus dibatasi. Contohnya. Telah dikatakan bahwa seorang Arab tidak boleh menikah dengan orang Iran dan seorang Iran tidak boleh menikah dengan orang Arab, seorang Turki tidak boleh menikah dengan orang Arab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">19- <span> </span>Pastikan untuk menghentikan propaganda Islam dan pembicaraan mengenai Islam. Iklankan bahwa Islam adalah agama khusus orang Arab semata. Sebagai bukti, tambahkan ayat Quran, “ Ini adalah Dhikir untuk mereka dan orang-orang mereka.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">20- <span> </span>Institusi suci harus dilarang dan dimonopoli oleh negara, dalam tingkat individu tidak boleh membangun madrasah atau institusi suci.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:13.5pt;">21- <span> </span>Buatlah Muslim ragu apakah Quran otentik, terbitkan terjemahan Quran yang berisi pemotongan, penambahan dan interpelasi, dan kemudian katakana, “ Quran telah tercemat. Salinannya tidak sama. Ayat yang satu tidak ada di ayat yang lain.” Hilangkan ayat-ayat yang menghina Yahudi, Kristen dan semua non muslim dan semua ayat yang menyusuh jihad, Amr-i-bi-l-ma&#8217;roof dan <span> </span>Nahy-i-anil munkar.Terjemahkan Quran dalam bahasa lain seperti Turki, Persia, India sehingga mencegah bahasa Arab didengan dan dipelajari oleh orang-orang diluar Negara Arab, dan lagi cegahlah Adzan, sholat, dan Doa yang dilakukan di Arab menyebar ke nergara lain selain Arab.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;">Dengan demikian, muslim akan menjadi ragu tentang hadits. Terjemahan, kritik dan interpelasi yang dirancang di Quran sebaiknya diaplikasikan juga ke hadits.</span></p>
<p>Saya membaca buku yang berjudul<em> Bagaimana Kita Dapat Menghancurkan Islam</em> yang sangat bagus.<span> </span>Itu adalah arahan yang tiada duanya bagi studi yang akan saya lakukan. Ketika saya mengembalikan buku kepada sang sekretaris dan memberitahukannya bahwa buku tersebut sangat menarik, ia berkata,”Anda dapat yakin bahwa anda tidak sendirian dalam pertempuran ini. <span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">Kami mempunyai banyak orang yang melakukan tugas yang sama seperti yang anda lakukan. Menteri kami telah menugaskan lebih dari lima ribu orang untuk misi ini. Sang menteri berpikir akan menambah jumlahnya menjadi seratus ribu. Ketika kami mencapai angka ini, kami akan telah membawa semua umat muslim dibawah kekuasaan kami dan mendapatkan semua Negara muslim.”</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;">Sesaat kemudian sang sekretaris berkata : “ Kabar baik bagimu! Menteri kami memerlukan satu abad untuk merealisasikan program ini. Kita mungkin tidak akan melihat hari-hari yang berbahagia itu, tapi anak-anak kita akan melihatnya. </span><span style="font-size:13.5pt;" lang="SV">Betapa indahnya mengatakan hal ini : Saya telah makan apa yang orang lain tabor. Jadi sekarang Saya menabur untuk orang lain.’ Ketika Inggris mengatur hal ini, mereka membahagiakan seluruh dunia kristiani dan akan menyelamatkan mereka dari kekacauan yang sudah berlangsung 12 abad.”</span></p>
<p>Sang Sekretaris melanjutkan; ” Ekspedisi perang salib akan berlangsung berabad-abad tidaklah berguna. Bangsa Mongol (tentara Dzengiz) tidak dapat dikatakan bahwa mereka telah melakukan seusatu untuk mengalahkan Islam karena mereka bekerja tiba-tiba, tidak sistematik dan bawah tanah. Mereka menggunakan ekspedisi militer supaya dapat menunjukkan rasa permusuhan mereka. Akhirnya, mereka menjadi lelah dalam waktu yang singkat. Tetapi, administratior kami yang ulung sedang mencoba menghancurkan Islam dengan rencana yang sangat halus dan dengan kesabaran yang panjang. Kami harus menggunakan kekuatan militer juga. Akan tetapi itu digunakan di tahap akhir, maka, setelah kami benar-benar memakan Islam, setelah kami memukulnya dari berbagai arah dan menjadikannya Negara yang menyedihkan yang tidak akan sembuh kembali dan berperang melawan kita.“ <span style="font-size:13.5pt;">Kata-kata terakhir sang sekretaris adalah : “Petinggi kami di Istanbul pastilah sangat bijaksana dan cerdas. Mereka memperlajari rencana kami dengan seksama. Apa yang mereka lakukan? Mereka berbaur dengan Muhammadans dan membuka madrasah untuk anak-anak mereka. Mereka membangun gerja. Mereka sangat berhasil dalam mempopulerkan minuman alkohol, judi, perbuatan mesum dan memecah mereka menjadi beberapa kelompok dengan cara hasutan [dan kelompok sepakbola]. Mereka membuat anak-anak muda ragu-ragu. Mereka memasukkan perselisihan dan menjadi oposisi terhadap pemerintah mereka. Mereka menyebarkan kejahatan dimana-mana. Mereka merusak akhlak administrator, direktur dan negarawan dengan mengisi rumah mereka dengan wanita-wanita Kristen. Dengan aktivitas seperti ini, mereka meruntuhkan kekuatan, meragukan keterikatan dengan iman mereka, dan merusak moral mereka, serta mengganggu persatuan dan komunikasi mereka. Saat itu telah datang waktunya untuk mengadakan perang secara tiba-tiba dan mengalahkan Islam.&#8221; ***</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nukhittah26.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nukhittah26.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nukhittah26.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nukhittah26.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nukhittah26.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nukhittah26.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nukhittah26.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nukhittah26.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nukhittah26.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nukhittah26.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nukhittah26.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nukhittah26.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nukhittah26.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nukhittah26.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=213&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/03/31/memoar-hempher-mata-mata-inggris-di-timur-tengah-bagian-vi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b597313b2399025bad7f2da506029458?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nukhittah26</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMOAR HEMPHER, MATA-MATA INGGRIS DI TIMUR TENGAH (bagian I)</title>
		<link>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/03/31/memoar-hempher-mata-mata-inggris-di-timur-tengah-bagian-i/</link>
		<comments>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/03/31/memoar-hempher-mata-mata-inggris-di-timur-tengah-bagian-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 11:29:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nukhittah26</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Debat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nukhittah26.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Bagian 1 Hempher mengatakan: Inggris Raya kami begitu luas. Matahari terbit di atas lautnya, dan tenggelam juga di bawah lautnya. Negara kami relatif lemah di daerah jajahan seperti India, China dan Timur Tengah. Negara-negara tersebut memang tak sepenuhnya berada di bawah kekuasaan kami. Tapi kami telah menerapkan kebijakan aktif yang berhasil di tempat-tempat tersebut. Kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=209&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> <strong><span style="font-size:13.5pt;"></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Bagian 1</span></strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:13.5pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;"><br />
Hempher mengatakan:</span></span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Inggris Raya kami begitu luas. Matahari terbit di atas lautnya, dan tenggelam juga di bawah lautnya. Negara kami relatif lemah di daerah jajahan seperti India, China dan Timur Tengah.<br />
<!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span id="more-209"></span><!--[endif]--><span style="font-size:13.5pt;">Negara-negara tersebut memang tak sepenuhnya berada di bawah kekuasaan kami. Tapi kami telah menerapkan kebijakan aktif yang berhasil di tempat-tempat tersebut. Kami akan menguasai mereka segera. Ada dua hal yang penting:</span></span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">1. Mencoba untuk memelihara tempat-tempat yang sudah kami kuasai;<br />
2. Mencoba untuk menguasai daerah-daerah yang belum kami jajah.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Kementrian Negara-negara Jajahan menugaskan sebuah komisi dari setiap koloni untuk menyelesaikan dua hal tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Segera setelah saya masuk menjadi anggota kementrian tersebut, sang menteri mempercayai dan menunjuk saya sebagai administrator perusahaan di India Timur. Di luarnya ini merupakan perusahaan dagang biasa. Tapi tugas sesungguhnya ialah untuk mencari cara agar dapat menguasai tanah India yang begitu luas.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Pemerintah kami tak risau sedikitpun mengenai India. India ialah sebuah negara di mana rakyatnya berasal dari pelbagai kebangsaan yang berbeda, bicara dengan bahasa yang berbeda, dan mempunyai minat hidup yang bersebrangan satu sama lain.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Kami juga tak takut pada China. Karena agama yang dominan di China ialah Buddhist dan Kong Hu Chu, mereka sama sekali bukanlah ancaman. Keduanya ialah agama mati yang lembaganya sama sekali tak peduli pada kehidupan dan tak lebih dari sekedar formalitas alamat.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Karena alasan inilah, orang-orang yang hidup di kedua negara tersebut sulit sekali memiliki rasa patriotisme. Kedua negara tersebut tak mengkhawatirkan kehadiran kami, pemerintah Inggris. Apa yang terjadi kemudian sesuai rencana. Kami merancang agenda jangka panjang untuk menurunkan upah, melanggengkan kebodohan, kemiskinan, dan bahkan menciptakan penyakit di negara tersebut. Kami meniru kebiasaan dan tardisi di kedua negara itu, sehingga bisa menyembunyikan maksud kami yang sesungguhnya.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Apa yang meletihkan syaraf-syaraf kami ialah negara-negara Islam. Kami telah membuat beberapa persetujuan, semuanya untuk keuntungan kami, <strong>dengan Orang Sakit dari Kerajaan Ottoman</strong>. Seorang ahli berpengalaman anggota dari Kementrian urusan Negara-negara Jajahan memprediksi bahwa orang sakit ini akan meninggal dunia kurang dari satu abad.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Selain itu, kami telah menandatangani kesepakatan rahasia dengan pemerintah Iran dan menempatkan di kedua negara tersebut pejabat yang telah kami ikat lewat sumpah. Korupsi berupa penyuapan, administrasi yang inkompeten, pendidikan agama yang tak memadai, pada akhirnya membawa mereka sibuk dengan wanita-wanita cantik dan sebagai akibatnya tugas mereka terbengkalai, itu semua mematahkan tulang punggung kedua negara tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Di atas segalanya, kami merasa gelisah karena kegiatan kami tak membawa hasil seperti yang kami harapkan, alasannya ialah seperti di bawah ini:</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">1. Kaum Muslim secara ekstrim menyerahkan diri mereka pada agama Islam. Setiap individu Muslim melekat kuat pada agama Islam seperti seorang pendeta atau pastor pada Kristianitas, atau bahkan bisa lebih. Seperti kita ketahui, pendeta and pastor lebih memilih mati ketimbang keluar dari agama Kristen.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Orang yang paling berbahaya ialah kaum Shiites di Iran. Karena mereka memandang rendah orang yang bukan Shiites sebagai orang yang kafir dan sesat. Kaum Kristiani seperti kotoran beracun bagi orang Shiites. Lazimnya, seseorang akan melakukan yang terbaik untuk melenyapkan kotoran tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Saya pernah bertanya pada seorang Shiite: &#8220;Mengapa kamu melihat orang Kristen seperti itu?&#8221; Jawaban yang saya terima ialah: &#8220;Nabi umat islam ialah orang yang sangat bijak. Beliau menempatkan umat Kristiani di bawah sebuah penindasan spiritual agar mereka menemukan jalan yang tepat, dengan bergabung dengan agama Allah, yakni Islam.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Fakta lainnya agama inipun menjadi kebijakan Negara, untuk terus menekan seseorang dalam bahaya di bawah penindasan spiritual, sampai akhirnya ia berjanji untuk menjadi patuh dan masuk Islam. Kotoran yang saya bicarakan bukan semata material; ini ialah penindasan spiritual yang tak hanya berlaku bagi umat Kristiani sendiri. Tapi juga Sunnites dan orang-orang kafir lainnya. Bahkan leluhur kami, Magian Iranian juga orang-orang bidah menurut kaum Shiites.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Saya menanggapinya: &#8220;Baiklah! Sunnites dan Kristiani percaya pada Allah, para Nabi, dan Hari Penghakiman, juga; kenapa mereka dianggap sesat?&#8221; Dia menjawab, &#8220;Mereka salah karena dua alasan: Pertama; mereka menyangkal keyakinan kami terhadap Nabi kami, Hadrat Muhammad biarkanlah Allah melindungi kami dari tindakan semacam itu! (1)* Dan kami, sebagai respon terhadap kejahatan keji semacam itu, mengikuti aturan seperti yang dikatakan dalam sebuah ayat, &#8220;Jika seseorang menyiksamu, kamu boleh menyiksanya balik&#8217;, dan katakan pada mereka: &#8216;Kamu salah.&#8217; Kedua; orang Kristen menyerang keyakinan kami terhadap para Nabi Allah. Misalnya, mereka berkata: Isaa (Yesus) &#8216;alaihis-salaam&#8217; pernah meneguk minuman (keras). Karena itulah ia dikutuk, ia disalib.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Dalam keputusasaan, saya berkata pada orang itu bahwa orang Kristiani tidak berkata begitu. &#8220;Ya mereka begitu,&#8221; ialah jawabannya, &#8220;dan kamu tak tahu. Itu semua tertulis di Injil.&#8221; Saya terdiam. Karena orang itu benar dalam tanggapan pertamnya, tapi tidak pada yang kedua. Saya tak ingin melanjutkan pertengkaran ini lebih lanjut. Mereka bisa menjadi curiga terhadap saya. Sehingga saya menghindari perselisihan semacam itu.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">2. Islam ialah sebuah agama yang mementingkan administrasi dan kekuasaan. Dan umat Muslim menerima hal tersebut. Sulit sekali mengatakan kepada orang-orang yang merasa terhormat itu bahwa mereka diperbudak saat ini. Tidak mungkin juga untuk menyalahkan sejarah Islam dan mengatakan kepada umat Muslim: Penghormatan dan pengakuan yang anda peroleh ialah hasil dari beberapa kondisi (yang menguntungkan). Hari itu telah lama berlalu, dan kondisi semacam itu tak akan pernah kembali.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">3. Kami merasa cemas bahwa Ottoman dan Iran akan mengetahui rencana kami dan merusak segalanya. Walau fakta menyatakan bahwa kedua negara tersebut telah menjadi lemah sekali, kami masih tidak merasa yakin karena mereka toh masih memiliki pemerintahan pusat dengan harta benda, senjata, dan kekuasaan.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">4. Kami juga merasa tak nyaman dengan keberadaan para ulama Islam. Karena ulama dari Istambul dan Al-adh-har, ulama dari Irak dan Damaskus ialah halangan besar bagi terwujudnya masalah kita. Karena mereka ialah tipe orang yang tak mau berkompromi dengan prinsip-prinsip mereka walau sekecil apapun karena mereka telah berubah dan menentang segala kenikmatan duniawi serta mengarahkan mata mereka ke Surga yang dijanjikan oleh Al-Qur&#8217;aan. Orang-orangpun mengikuti mereka. Bahkan Sultanpun takut pada mereka. Sunnites tak begitu kuat memuja para ulama seperti Shiites. Karena Shiites tak membaca buku; mereka hanya mengenal para ulama, dan tak memberi hormat pada Sultan. Sunnites, di sisi lain, membaca buku, dan menghargai para ulama dan Sultan.</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Oleh sebab itu kami mempersiapkan serangkaian konferensi. Tapi setiap kali kami mencoba, kami kembali menemui jalan buntu. Laporan yang kami terima dari mata-mata kami selalu membuat frustasi, dan konferensi-konferensi tak menghasilkan apapun. Kami tidak patah arang, karena kami ialah orang yang dididik untuk memiliki kebiasaan sabar dan menarik nafas panjang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:13.5pt;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Sang menteri sendiri, pimpinan pendeta teringgi, dan beberapa ahli penah menghadiri sebuah konferensi. Jumlah kami 20 orang. Konferensi berlangsung selama 3 jam, sesi terakhir ditutup tanpa kesepakatan apapun. Kemudian si pendeta berkata, &#8220;Tak perlu khawatir! karena Mesias dan para rasulnya saja memperoleh kekuasaan setelah penyiksaan selama 300 tahun. Inilah harapan dari dunia yang tak diketahui, ia akan menyertai kita dan mengabulkan doa kita, sehingga bisa mengusir orang sesat tersebut, (yang ia maksud umat Muslim), dari pusatnya, ke 300 tahun kemudian. Dengan keyakinan kuat dan kesabaran jangka panjang, kami harus mempersenjatai diri kami! <strong>Untuk merebut kekuasaan, kami harus memakai segala cara yang mungkin. Kami harus menyebarkan agama Kristen di antara umat Muslim. Baik bila kita menyadari tujuan tersebut, bahkan walau harus mencapainya setelah berabad-abad. Karena seorang ayah bekerja bagi anak-anaknya.&#8221;</strong></span></span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Sebuah konferensi lain digelar, dan diplomat dan pemuka agama dari Russia dan Prancis datang. Saya beruntung karena saya pun hadir bersama sang menteri. Dalam konferensi kami merencanakan untuk memecah-belah umat Muslim ke dalam kelompok-kelompok tertentu dan membuat mereka meninggalkan kepercayaan mereka dan memeluk agama Kristen seperti di Spanyol. Tapi kesimpulannya tak seperti yang diharapkan, saya telah menulis hasil konferensi tersebut di buku &#8220;Ilaa Melekoot-il-Meseeh.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Arial;">Sangat sulit tiba-tiba mencabut sebuah pohon yang akarnya menghunjam dalam ke bumi. Tapi kami dapat bekerja keras dan mengatasi mereka. Kristen datang untuk berkembang. Tuhan kami Sang Mesias menjanjikan hal itu. Kondisi yang buruk di Barat dan Timur membantu Muhammad. Kondisi itu telah sirna bersama Islam. Kami melihat saat ini bahwa situasinya telah berubah drastis. Sebagai hasil dari kerja keras dan perjuangan para pejabat kami dan pemerintahan Kristiani lainnya, umat Muslim mengalami kemunduran saat ini. Sebaliknya, umat Kristiani memperoleh kekuasaan baru. Kini saatnya kami mengambilalih daerah yang telah hilang selama berabad-abad. Para pioner dari Negara Britania Raya diberkati dengan tugas pelenyapan Islam ini. ***</span></p>
<p><span style="font-size:13.5pt;"> <!--[endif]--></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nukhittah26.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nukhittah26.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nukhittah26.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nukhittah26.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nukhittah26.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nukhittah26.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nukhittah26.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nukhittah26.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nukhittah26.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nukhittah26.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nukhittah26.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nukhittah26.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nukhittah26.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nukhittah26.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nukhittah26.wordpress.com&amp;blog=4188993&amp;post=209&amp;subd=nukhittah26&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nukhittah26.wordpress.com/2009/03/31/memoar-hempher-mata-mata-inggris-di-timur-tengah-bagian-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b597313b2399025bad7f2da506029458?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nukhittah26</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
